Dari Mukjizat Maryam hingga Kelahiran Yahya: Tafsir Dzurriyyah Thayyibah dalam Doa Nabi Zakaria a.s.

Penelitian

Authors

  • Silvia Marina Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Roby Hably Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
  • Fadil Menggala Putra Tamsin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Muhammad Raffi Alfirdaus Universitas Al-Azhar, Mesir

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1821

Keywords:

dzurriyyah thayyibah, Nabi Zakaria a.s., tafsir tematik-korelatif, pendidikan spiritual, pengasuhan islami

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep dzurriyyah thayyibah dalam doa Nabi Zakaria a.s. berdasarkan narasi korelatif Al-Qur’an antara kisah Maryam, Nabi Zakaria a.s., dan Nabi Yahya a.s. Doa Nabi Zakaria a.s. tidak hanya dimaknai sebagai permintaan keturunan biologis, melainkan sebagai visi profetik untuk mencetak generasi unggul secara spiritual, moral, dan intelektual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik dan korelatif terhadap dua kelompok Q.S. Ali ‘Imran: 37–38 dan Q.S. Maryam: 1–15. Sumber data utama adalah Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir klasik serta kontemporer, didukung literatur sekunder dari jurnal dan buku tematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa mukjizat Maryam menjadi pemantik spiritual bagi doa Nabi Zakaria a.s., yang kemudian dikabulkan dengan kelahiran Nabi Yahya a.s., Maryam diposisikan sebagai prototipe dzurriyyah thayyibah, dan Yahya sebagai realisasi konsep tersebut dalam bentuk karakter kenabian, kepemimpinan, kesucian, serta kasih sayang sosial. Narasi korelatif ini mengungkap bahwa dzurriyyah thayyibah bukanlah produk biologis semata, melainkan hasil dari kesadaran spiritual, pengasuhan yang terarah, dan kehendak Allah. Implikasi konseptual dari penelitian ini menegaskan pentingnya membangun sistem pendidikan keluarga berbasis nilai-nilai profetik, di mana doa, keteladanan, dan lingkungan spiritual menjadi fondasi lahirnya generasi ideal menurut Al-Qur’an.

References

‘Asyur, Muhammad at-Tahir bin. 1984. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir. Tunis: al-Dar al-Tunisiah.

Abu Zahrah, Muhammad. t.t. Zahratu al-Tafasir . Kairo: Dar al-Fikri al-‘Arabiy.

Al-Baghawi, Abu Muhammad al-Husain bin Mas'ud. 1411 H. Tafsir al-Baghawi Ma'alim at-Tanzil. Riyadh : Dar al-Thayyibah.

al-Farmawi, Abdu al-Hay. 1997. al-Bidayah fi Tafsir Maudhu’i. Kairo: Maktabah al-Hadharah.

Al-Farmawi, Abdul Hayy. 1997. Al-Bidayah fi Al-Tafsir Al-Maudhu’i. Mesir: Dirasat Manhajiyyah Maudhu‟iyyah.

Al-Mahali Muhammad, Al-Imam Jalaluddin dan Al-Imam Jalaluddin Abdurahman AsSuyuthi. 2010. Tafsir Jalalain Jilid 3. Edisi Bahasa Indonesia. Surabaya: PT elBa Fitrah Mandiri Sejahtera.

al-Qasimi, Muhammad Jamaluddin. 1957. Mahasin al-Ta’wil.

Al-Sa’di, Abdurrahman bin Nashir. 1995. Taisir Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al- Mannan. Riyadh: Majallah al-Bayan.

al-Sya‘rawi, Syekh Muhammad Mutawalli. 1991. Tafsir al-Syaʾrawi khawaṭiri haula al-Qurʼan al-karim penerj. Zainal Arifin. Kairo: Akhbar al-Yaum.

Al-Thabary, Muhammad bin Jarir. 2001. Tafsir al-Thabary: Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil al-Qur’an. Gaza: Hajr, 2001.

Ayub, Syahrial dkk. (2024). Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak. Jurnal Ilmiah Profeai Pendidikan 9(3), 2303-2318.

Fathonah, Tsania Siti. 2023. Lafazh Awalan Doa Para Nabi dalam Alquran. Skripsi. Bandung: Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati Bandung.

Febrianti, Mawar dkk. (2023). Pengaruh Dukungan Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 1(11), 505-508. https://doi.org/10.5281/zenodo.10325628

Firdaus, Rahmat. 2018. Doa Nabi Ibrahim a.s. dalam Al-Qur'an (Kajian Tafsir Tematik). Tesis. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Jannati, Zila & Muhammad Randhicha Hamandia. (2022). Konsep Doa dalam Perspektif Islam. Jurnal Komunikasi Islam dan Kehumasan (JKPI) 6(1), 36-48.

Katsir, Isma’il bin. 2000. Tafsir al-Qur’an al-Azhim. Gaza: Maktabah Aulad al-Syaikh li al-Turats

Mahsyam, Saifuddin. 2015. Konsep Doa dalam Al-Qur'an. Skripsi. Palopo: Institut Agama Islam Negeri Palopo.

Marina, Silvia. 2021. Dzurriyyah Thayyibah Dalam Al-Qur’an (Analisis Terhadap Kata Dzurriyyah Thayyibah Pada Doa Nabi Zakaria Alaihisalam). Tesis. Pekanbaru: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Maula, Lia Nikmatul & Sri Kurniati Yuzar. (2024). Tinjauan Tafsir Maqasidi terhadap Kisah Nabi Zakaria: Analisis Qs. Maryam [19]: 1-11. Jurnal AT-TAHFIDZ: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 5(2), 179-190. https://doi.org/10.53649/at-tahfidz.v5i2.661

Al-Qurthubi, Imam. Tafsir Al-Qur’an. Diterjemahkan oleh Muhyiddin Mas Rida dan M. Rana Mengala. Ed. Mukhlis B Mukti. Jakarta: Pustaka Azzam, 2009.

Riski, Eka Putri Sri. Self Healing dalam Al-Qur’an (Kajian atas Kisah Maryam). Skripsi. Pekanbaru: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Sibiti, Mochamad Gaffur. 2022. Karakteristik Perempuan dalam Al-Qur'an (Studi Terhadap Kisah Maryam dalam Al-Qur'an). Skripsi. Palopo: Institut Agama Islam Negeri Palopo.

Yuningsih, Hartati. 2022. Pesan Moral dari Kisah Nabi Yahya a.s. dalam Al-Qur'an. Skripsi. Pekanbaru: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Zuhaily, Wahbah. 2003. al-Tafsir al-Munir fi al-‘Aqidah wa al-Syari’ah wa al-Manhaj. Beirut: Dar al-Fikr.

Downloads

Published

19-07-2025

How to Cite

Silvia Marina, Roby Hably, Fadil Menggala Putra Tamsin, & Muhammad Raffi Alfirdaus. (2025). Dari Mukjizat Maryam hingga Kelahiran Yahya: Tafsir Dzurriyyah Thayyibah dalam Doa Nabi Zakaria a.s. : Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 1803–1812. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1821