Deconstruction of Patriarchal Authority in Religious Interpretation (Analysis of Minister of Religious Affairs Nasaruddin Umar’s Statement on the Monopoly of Religious Interpretation in Indonesia in 2025)

Penelitian

Authors

  • Adam Yudha Aryasatya Universitas Al - Azhar Mesir
  • Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Lalu Nauval Ahsan Thofhani Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2704

Keywords:

interpretasi agama, gender, kekuasaan, epistemologi, negara..

Abstract

Penelitian ini menganalisis pernyataan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, pada Maret 2025, yang secara terbuka menolak monopoli tafsir oleh ulama laki-laki dan mengakui adanya bias patriarkal dalam struktur bahasa Arab dan praktik tafsir Islam. Dengan pendekatan teori power atau knowledge dari Michel Foucault, penelitian ini menemukan bahwa pernyataan tersebut berfungsi sebagai intervensi wacana penting yang mampu menggeser dominasi epistemik tafsir keagamaan yang patriarkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara berperan aktif dalam membongkar otoritas tunggal tafsir dan memberi legitimasi simbolik bagi keterlibatan perempuan dalam proses produksi pengetahuan keagamaan, meskipun belum ada implementasi kebijakan yang konkret secara menyeluruh, pernyataan ini membuka ruang diskursif bagi perubahan struktural yang lebih inklusif di masa depan, seperti reformasi kurikulum tafsir, partisipasi perempuan dalam forum bahtsul masā’il, serta penguatan tafsir berbasis pengalaman perempuan. Pernyataan Menag dapat dibaca sebagai titik awal menuju reformasi epistemik dalam diskursus Islam Indonesia, yang menandai keterlibatan negara dalam mendorong keadilan gender dalam wacana keislaman kontemporer.

References

Aisyiyah, Cendekiawati. (2022). Perempuan dalam Forum Bahtsul Masail. Kompas, 14 Mei.

Dewi, Kurniawati Hastuti. (2015). Indonesian Women and Local Politics: Islam, Gender and Networks in Post-Suharto Indonesia. Singapore: NUS Press.

Dozan, Wely, dkk. (2021). Dekonstruksi Tafsir Ayat-Ayat Berbasis Gender dalam Perspektif Pemikiran Feminisme Barat dan Islam. Al Wardagah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama, 15(1).

Foucault, Michel. (2002). The Archaeology of Knowledge. London: Routledge.

Foucault, Michel. (1980). Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings, 1972–1977. Ed. Colin Gordon. New York: Pantheon Books.

Foucault, Michel. (1980). Truth and Power. Dalam Power/Knowledge, Ed. Colin Gordon. New York: Pantheon Books.

Haikal, Roqy & Kholid, Abd. (2023). Analisis Interpretasi Gender dalam Al-Qur’an: Kajian atas Buku ‘Argumen Kesetaraan Gender dalam Al-Qur’an’ Karya Nasaruddin Umar. Madaniyah, 13(2), Juli.

Hasyim, Syafiq. (2006). Understanding Women in Islam: An Indonesian Perspective. Bandung: Mizan.

Kodir, Faqihuddin Abdul. (2019). Menjadi Muslimah yang Berdaya: Panduan Kesalingan Relasi Suami Istri. Yogyakarta: KUPI Press.

Komnas Perempuan. (2024). Laporan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan 2023. Jakarta: Komnas Perempuan.

Marcoes, Lies. (2003). Bias Gender dalam Tafsir Agama. Dalam Islam dan Gender di Indonesia. Jakarta: Yayasan Rumah Kitab.

Marcoes-Natsir, Lies. (2010). Perempuan dan Tafsir Keagamaan: Mewujudkan Keadilan Gender dalam Islam. Jurnal Perempuan, (66).

Marzuki. (2020). Kekerasan Gender dalam Wacana Tafsir Keagamaan di Indonesia dalam Perspektif Islam. Jurnal Penelitian Humaniora, 11(2).

Megawangi, Ratna. (2000). Menggagas Paradigma Baru Relasi Gender dalam Islam. Bandung: Mizan.

Mernissi, Fatima. (1991). The Veil and the Male Elite. New York: Perseus Books.

Mulia, Musdah. (2005). Islam dan Inspirasi Kesetaraan Gender. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Nurrohman. (2020). Perempuan dalam Wacana Tafsir Islam di Indonesia. Jurnal Gender dan Agama, 9(1).

Rofiah, Nur. (2020). Nalar Kritis Muslimah: Tafsir Keagamaan Berbasis Keadilan Gender. Yogyakarta: LKiS.

Salamah, Salamah. (2021). Epistemologi Gender dalam Tafsir Klasik. Jurnal Ilmu Ushuluddin, 18(2).

Umar, Nasaruddin. (2025). Studium Generale PKU-MI, Jakarta, 4 Maret. Lihat juga: Detik.com. “Menag Nasaruddin: Tidak Boleh Ada Monopoli Tafsir dalam Memahami Ajaran Islam.” Diakses dari: https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-7765935

Wadud, Amina. (1999). Qur’an and Woman: Rereading the Sacred Text from a Woman’s Perspective. New York: Oxford University Press.

Wadud, Amina. (2001). Al-Qur’an Menurut Perempuan (Terj. Faiqoh & Suryan A. Jamrah). Yogyakarta: LKiS.

Downloads

Published

15-09-2025

How to Cite

Adam Yudha Aryasatya, Muhammad Ijlal Sasakki Junaidi, & Lalu Nauval Ahsan Thofhani. (2025). Deconstruction of Patriarchal Authority in Religious Interpretation (Analysis of Minister of Religious Affairs Nasaruddin Umar’s Statement on the Monopoly of Religious Interpretation in Indonesia in 2025): Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 6195–6203. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2704