Keanekaragaman Lichens Sebagai Bioindikator Pencemaran Udara di Taman Hutan Raya Kabupaten Karo
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7243Keywords:
Bioindikator, Keanekaragaman, Lichen, Pencemaran UdaraAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keankaragaman spesies Lichens pada Taman Hutan Raya Kabupaten Karo. Metode penelitian menggunakan perhitungan indeks keanekaragaman (H’), kepadatan lalu lintas, kelembaban udara dan morfologi Lichens. Hasil penelitian yang diperoleh adalah indeks keanekaragaman Lichen sedang, kepadatan lalu lintas 39,2 yakni tidak stabil, kelembaban udara 92% dengan kategori sangat lembab dan morfologi Lichens dengan thallus tidak menghitam. Taman Hutan Raya Kabupaten Karo memiliki keanekaragaman Lichens sedang yang membuktikan bahwa tingkat pencemaran udara di daerah ini rendah. Lichens merupakan Bioindikator pencemaran udara karena tidak tahan oleh zat pencemar udara. Semakin tinggi keanekaragaman Lichens maka semakin baik kualitas udara suatu daerah begitu juga, semakin sedikit keanekaragaman Lichens maka semakin buruk kualitas udara suatu daerah. Morfologi Lichens memiliki thallus yang tidak menghitam yang menegaskan bahwa kualitas udara di Taman Hutan Raya Kabupaten Karo masih tergolong baik.
References
Anggraini, F., et al. (2021). Lichen Sebagai Bioindikator Pencemaran Udara Di Gerbang Kota (Gateway) Jambi. Jurnal Daur Lingkungan, 4(1), 6-11. DOI: 10.33087/daurling.v4i1.61.
Ardyansyah, M., et al., (2025). Diversity of Lichen as A Bioindicator of Air Quality at The University of Jember. Jurnal Biology Science & Education, 14(2), 144-151. DOI: 10.33477/bs.v14i2.8588.
Hasairin, A., & Hartono, A. (2023). Phylogenetic relationship patterns of Lichenes on Styrax trees in Aek Nauli forest area, Parapat, Simalungun Regency. In Proceedings of the National Seminar VII on Biology and Its Learning.
Maryanto, D., et al. (2014). Penurunan kadar emisi gas buang karbon monoksida (CO) dengan penambahan arang aktif pada kendaraan bermotor di Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health), 3(3). DOI: https://doi.org/10.12928/kesmas.v3i3.1110.
Panggabean, D. (2020). Mengenal Lichens Sebagai Bioindikator Pencemaran Udara (KIM 1 Mabar, Taman Beringin, dan T-Garden). Medan: Yayasan Kita Menulis.
Panggabean, D., et al. (2022). Development Of Lichens Nontext Book As A Research-Based Bioindicator Of Air Pollution In Medan City. Jurnal Pendidikan Biologi, 11(3), 17-23. DOI: http://dx.doi.org/10.24114/jpb.v11i3.22606.
Pohan, M., & Hasairin, A. (2025). Correlation of Traffic Density with Sulfur Dioxide (SO₂) Levels and Thallus Chlorophyll of Lichens as Bioindicators on Angsana Trees (Pterocarpus indicus Willd.) in the Medan Industrial Area II. Jurnal Ilmiah Biologi. 18(2), 49-59. DOI: https://doi.org/10.22437/biospecies.v18i2.46547
Rasyidah, R. (2018). Kelimpahan Lumut Kerak (Lichen) Sebagai Bioindikator Kualitas Udara Di Kawasan Perkotaan Kota Medan. Jurnal Klorofil. 1(2), 88-92. DOI: http://dx.doi.org/10.30821/kfl:jibt.v1i2.1601.
Rohim, R., et al. (2024). Morfologi Tipe Thalus Lichen Sebagai Bioindikator Pencemaran Udara di Taman Bundaran Cibiru Desa Cipadung Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam. 2(4), 96-104. DOI: https://doi.org/10.62383/polygon.v2i4.158.
Sonia, A. (2024). Keanekaragaman Jenis Lichen Di Tahura Gunung Menumbing Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jurnal Berita Biologi. 23(2), 215-225. DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.3840.
Widodo, A., et al. (2023). Keragaman Lichen di Kawasan Wisata Alam Kandung Kabupaten Tulungagung. Radikula: Jurnal Ilmu Pertanian. 2(1), 47-59. DOI: 10.33379/radikula.v2i01.2911.
Waruwu, A., et al. (2022). Keanekaragaman Jenis Liken (Lumut Kerak) di Kawasan Tahura Bukit Barisan. Surabaya: Global Aksara Pers
Yuliani, R., et al. (2021). Lichen as bioindicator of air quality at buffer zone of Banjarbaru town. Jurnal Galam. 2(1), 54-65. DOI: https://doi.org/10.20886/glm.2021.2.1.54-65.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Damayani Panggabean

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












