Edukasi Pertanian Berkelanjutan Melalui Pembuatan Sistem Hidroponik oleh Mahasiswa KKN di Desa Nuanaga Kecamatan Kota Baru Kabupaten Ende
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7297Keywords:
KKN, Edukasi, Pertanian Berkelanjutan, Hidroponik, Masyarakat DesaAbstract
Desa Nuanaga, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menerapkannya. Kurangnya pemahaman mengenai konsep hidroponik, teknik budidaya yang tepat, serta pemeliharaan tanaman sering menjadi kendala dalam adopsi teknologi ini. Oleh karena itu, diperlukan adanya pelatihan pertanian sistem hidroponik bagi masyarakat Desa Nuanaga agar mereka dapat memahami dan menguasai teknik budidaya ini dengan baik. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan pertanian hidroponik secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga desa. Hidroponik adalah suatu teknik bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai media tumbuh, melainkan menggunakan air yang telah diperkaya dengan nutrisi. Metode pertanian hidroponik ini memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan metode pertanian konvensional, di antaranya adalah efisiensi penggunaan lahan, penggunaan air yang lebih hemat, pertumbuhan tanaman yang lebih cepat, serta hasil panen yang lebih optimal dan berkualitas (Safriana, dkk., 2024). Dalam sistem hidroponik, nutrisi berperan sebagai pupuk siap pakai yang mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman, seperti nutrisi AB mix. Untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang optimal, kadar larutan nutrisi harus dipertahankan pada tingkat yang sesuai. Selain manfaatnya dalam bidang pertanian, hidroponik juga memiliki nilai sosial karena dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan pelatihan pertanian modern bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain itu, sistem ini dapat meningkatkan estetika lingkungan dengan menghadirkan konsep pertanian yang bersih dan sehat serta membuka peluang usaha agribisnis yang ramah lingkungan . Dengan penerapan hidroponik, masyarakat Desa Nuanaga diharapkan dapat mengembangkan sistem pertanian yang lebih modern, efisien, dan tetap menjaga keseimbangan ekologi, sehingga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus terjaga dalam jangka panjang
References
Aliyyah, R. R., dkk. (2017). Pelaksanaan kuliah kerja nyata sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan penguatan kompetensi mahasiswa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 45–52.
Fajri, dkk. (2022). Sosialisasi pemanfaatan lahan pekarangan dengan budidaya hidroponik sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 88–95.
Laia, B. (2022). Kuliah kerja nyata sebagai implementasi Tri Dharma perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian, 4(1), 12–20.
Naja, A., et al. (2025). Pemanfaatan sistem hidroponik dalam mendukung pertanian berkelanjutan di masyarakat pedesaan. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 10(1), 1–9.
Safriana, dkk. (2024). Keunggulan sistem hidroponik dibandingkan pertanian konvensional dalam peningkatan hasil dan kualitas panen. Jurnal Agribisnis dan Teknologi Pertanian, 8(2), 60–68.
Wulandari, dkk. (2021). Pemanfaatan gelas plastik bekas menjadi net pot hidroponik bernilai ekonomis berbasis zero waste. Jurnal Inovasi Lingkungan, 6(3), 101–109.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurjasia, Elisabeth Nofrianti, La Ade, Magdalena Uliarta Dua Soge

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












