Pengaruh Jumlah Penduduk dan Indeks Kemahalan Konstruksi terhadap Gini Ratio Kota Medan Tahun 2010–2024

Penelitian

Authors

  • Rouli Pranatalia Universitas Negeri Medan
  • Afriyani Elizabeth Universitas Negeri Medan
  • Rachel Adeline Siagian Universitas Negeri Medan
  • William Barker Hutabarat Universitas Negeri Medan
  • M Yudi Fajri Universitas Negeri Medan
  • Muhammad Yusuf Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7354

Keywords:

Gini Ratio; Ketimpangan Pendapatan; Jumlah Penduduk; Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK); Upah Minimum Provinsi (UMP); Kota Medan; Regresi Linear Berganda.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk, Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap tingkat ketimpangan pendapatan yang diukur dengan Gini Ratio di Kota Medan selama periode 2010–2024. Ketimpangan pendapatan merupakan salah satu permasalahan pembangunan yang dapat memengaruhi kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik dan instansi terkait. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap Gini Ratio sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk, IKK, dan UMP memiliki hubungan dengan tingkat ketimpangan pendapatan di Kota Medan, baik secara parsial maupun simultan. Peningkatan jumlah penduduk dapat memengaruhi distribusi pendapatan melalui perubahan struktur ekonomi dan pasar tenaga kerja. IKK yang mencerminkan tingkat kemahalan pembangunan di suatu daerah juga berpotensi memengaruhi biaya hidup dan aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara itu, UMP berperan dalam meningkatkan pendapatan pekerja sehingga dapat berdampak pada perubahan tingkat ketimpangan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor demografi dan ekonomi memiliki kontribusi terhadap perubahan Gini Ratio di Kota Medan selama periode penelitian. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pemerataan pendapatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

References

Badan Pusat Statistik. (2020). Indeks Kemahalan Konstruksi 2020. Badan Pusat Statistik Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2022). Indeks Kemahalan Konstruksi 2022. Badan Pusat Statistik Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2024). Indeks Kemahalan Konstruksi 2024. Badan Pusat Statistik Indonesia.

Badan Pusat Statistik Kota Medan. (2024). Kota Medan dalam Angka 2024. BPS Kota Medan.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. (2024). Sumatera Utara dalam Angka 2024. BPS Provinsi Sumatera Utara.

Card, D., & Krueger, A. B. (2015). Myth or measurement: The new economics of the minimum wage (2nd ed.). Princeton University Press.

Cingano, F. (2014). Trends in income inequality and its impact on economic growth. OECD Social, Employment and Migration Working Papers No. 163. https://doi.org/10.1787/5jxrjncwxv6j-en

Deininger, K., & Squire, L. (1998). New ways of looking at old issues: Inequality and growth. Journal of Development Economics, 57(2), 259–287. https://doi.org/10.1016/S0304-3878(98)00099-6

Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2010). Dasar-dasar ekonometrika (Edisi 5, Buku 1, terjemahan). Salemba Empat.

Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage Learning.

Hermanto, S., & Swastika, D. K. S. (2021). Pengaruh variabel ekonomi makro terhadap ketimpangan pendapatan di kawasan perkotaan Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 10(1), 55–72. https://doi.org/10.29244/jekp.10.1.55-72

Kuznets, S. (1955). Economic growth and income inequality. The American Economic Review, 45(1), 1–28.

Listiani, R., & Purnama, A. (2023). Determinan ketimpangan pendapatan di kota-kota Sumatera: Analisis data panel 2015–2021. Jurnal Ekonomi Pembangunan Sumatera, 8(2), 80–97. https://doi.org/10.33369/jeps.v8i2.0823

Mankiw, N. G. (2021). Principles of economics (9th ed.). Cengage Learning.

Milanovic, B. (2016). Global inequality: A new approach for the age of globalization. The Belknap Press of Harvard University Press.

Putri, A. D., & Saputra, B. (2022). Analisis pengaruh upah minimum provinsi terhadap ketimpangan pendapatan di Indonesia: Pendekatan data panel 34 provinsi 2010–2019. Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan, 7(1), 47–62. https://doi.org/10.20473/jiet.v7i1.34792

Sjafrizal. (2018). Ekonomi regional: Teori dan aplikasi (Edisi 2). Rajawali Pers.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development (13th ed.). Pearson Education.

Wahyuni, S., & Nugroho, A. (2021). Pertumbuhan penduduk dan ketimpangan pendapatan di daerah perkotaan Indonesia. Jurnal Kependudukan Indonesia, 16(1), 37–52. https://doi.org/10.14203/jki.v16i1.605

Wardhana, D., Ihle, R., & Heijman, W. (2022). Population growth, urbanization, and income inequality in Indonesian cities. Regional Studies, Regional Science, 9(1), 105–122. https://doi.org/10.1080/21681376.2022.2040112

Wardhana, D., & Hidayat, R. (2023). Multidimensional approach to income inequality dynamics in metropolitan Indonesia. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 59(1), 119–142. https://doi.org/10.1080/00074918.2023.2154320

World Bank. (2023). Indonesia economic prospects: Investing in people. The World Bank Group.

Downloads

Published

10-07-2026

How to Cite

Rouli Pranatalia, Afriyani Elizabeth, Rachel Adeline Siagian, William Barker Hutabarat, M Yudi Fajri, & Muhammad Yusuf. (2026). Pengaruh Jumlah Penduduk dan Indeks Kemahalan Konstruksi terhadap Gini Ratio Kota Medan Tahun 2010–2024: Penelitian . Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 5(1), 779–790. https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7354

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>