Peningkatan Pemahaman Komunikasi Isyarat melalui Media Gambar pada Siswa Tunarungu Kelas II
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7739Keywords:
komunikasi isyarat, media gambar, siswa tunarungu, penelitian tindakan kelas, sekolah luar biasaAbstract
Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman komunikasi isyarat melalui penggunaan media visual berupa gambar pada siswa tunarungu kelas II di SLB Bhakti Luhur Atambua. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus; setiap siklus meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ialah dua siswa tunarungu, yaitu MK berusia delapan tahun dan SB berusia tujuh tahun, yang dipilih secara purposif berdasarkan kesulitan dalam memahami komunikasi isyarat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bertahap pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Pada Siklus I, nilai akhir MK sebesar 58,4 dan SB sebesar 49,6 sehingga ketuntasan klasikal masih 0%. Setelah tindakan diperbaiki melalui penggunaan gambar yang lebih bervariasi, demonstrasi yang lebih jelas, latihan berulang, penguatan positif, dan pendampingan individual, nilai MK meningkat menjadi 87,2 dan SB menjadi 82,6 pada Siklus II, dengan ketuntasan klasikal 100%. Siswa juga menunjukkan perhatian, antusiasme, kepercayaan diri, dan ketepatan gerak isyarat yang lebih baik. Dengan demikian, media visual berupa gambar efektif meningkatkan pemahaman komunikasi isyarat siswa tunarungu kelas II.
References
Arsyad, A. (2017). Media pembelajaran. Rajawali Pers.
Beaujard, L., & Perini, M. (2022). The role and place of sign language in deaf youth's access to literacy: Contributions of a cross-review of ASL-English and LSF-French research. Frontiers in Communication, 7, 810724. https://doi.org/10.3389/fcomm.2022.810724
Bosworth, R. G., Hwang, S. O., & Corina, D. P. (2022). Visual attention for linguistic and non-linguistic body actions in non-signing and native signing children. Frontiers in Psychology, 13, 951057. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.951057
Gale, E., & Martin, A. (2024). Deaf gain: Visual communication for all young children. Discover Education, 3, 66. https://doi.org/10.1007/s44217-024-00155-1
Goppelt-Kunkel, M., Wienholz, A., & Hänel-Faulhaber, B. (2022). Sign learning and its use in a co-enrollment kindergarten setting. Frontiers in Psychology, 13, 920497. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.920497
Guan, C. Q., & Smolen, E. R. (2022). Visual-motor integration in language learning among deaf and hard of hearing children. American Annals of the Deaf, 167(3), 355–371. https://doi.org/10.1353/aad.2022.0032
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2014). The action research planner. Springer.
Kurz, K. B., Kartheiser, G., & Hauser, P. C. (2023). Second language learning of depiction in a different modality: The case of sign language acquisition. Frontiers in Communication, 7, 896355. https://doi.org/10.3389/fcomm.2022.896355
Mustika, N. (2021). Penggunaan media visual dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak tunarungu. Jurnal Pendidikan Luar Biasa, 15(1), 45–53.
Purwanto. (2006). Prinsip-prinsip dan teknik evaluasi pengajaran. PT Remaja Rosdakarya.
Singleton, J. L., & Crume, P. K. (2022). The socialization of modality capital in sign language ecologies: A classroom example. Frontiers in Psychology, 13, 934649. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.934649
Sukirno. (2021). Penerapan media kartu bergambar untuk meningkatkan kemampuan komunikasi pada anak tunarungu. Jurnal Pendidikan Khusus, 17(2), 85–94.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Julia K. Mandosa, Vinsensius Wangge, Ot Bil Wilson Selan, Ediardus Wahon, Oswaldus Linus Parut

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












