Pemberdayaan Muli Mekhanai sebagai Penggerak Nasionalisme melalui Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Batu Menyan

Pengabdian

Authors

  • Amelia Anwar Universitas Muhammadiyah Lampung
  • Fitriyah Universitas Muhammadiyah Lampung
  • Edwin Heri Susanto Universitas Muhammadiyah Lampung
  • Fikri Husein Universitas Muhammadiyah Lampung
  • Ari Mardiansyah Universitas Muhammadiyah Lampung

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7901

Keywords:

Pemberdayaan Pemuda, Nasionalisme, Muli Mekhanai

Abstract

Kegiatan pemberdayaan pemuda memiliki peran penting dalam membangun partisipasi masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sosial di tingkat desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Muli Mekhanai dalam penguatan nasionalisme masyarakat melalui rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui proses kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, serta dilakukan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga keabsahan data. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Muli Mekhanai tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi menjadi aktor penggerak dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari musyawarah dan persiapan, gotong royong, pemasangan atribut kemerdekaan, pelaksanaan perlombaan, pembuatan hadiah, hingga kegiatan puncak peringatan HUT RI ke-81. Peran tersebut diwujudkan sebagai penggerak kegiatan, pelaksana, pendorong partisipasi masyarakat, teladan bagi generasi muda, dan pemersatu masyarakat. Keterlibatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sosial yang memperkuat nilai cinta tanah air, penghargaan terhadap jasa pahlawan, persatuan dan kesatuan, gotong royong, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kebersamaan. Faktor pendukung utama adalah antusiasme pemuda dan kerja sama antara Muli Mekhanai, pemerintah desa, dan masyarakat. Kendala yang dihadapi terutama berkaitan dengan keterbatasan waktu dan kesibukan individu, yang diatasi melalui pembagian tugas dan saling membantu. Dengan demikian, pemberdayaan Muli Mekhanai melalui kegiatan peringatan kemerdekaan dapat menjadi sarana strategis untuk memperkuat praktik nasionalisme berbasis partisipasi, gotong royong, dan kebersamaan di lingkungan masyarakat desa.

References

Agustin, D., & Warsono. (2021). Budaya gotong royong pada pemuda dalam masyarakat multi agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 10(1), 145–163. https://doi.org/10.26740/kmkn.v10n1.p145-163

Anggara, O. (2022). Partisipasi sosial pemuda dan implikasinya terhadap nasionalisme. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 10(1), 61–71. https://doi.org/10.37064/jpm.v10i1.11169

Anwar, A., Yulistina, Y., Kumalasari, N., & Herlambang, D. (2024). Pendampingan manajemen usaha industri rumahan pada produk rengginang Kota Metro. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 4574–4578. https://doi.org/10.31004/cdj.v5i3.28938

Aulia, J., Qistina, S. R., & Agustina, N. (2023). Eksistensi budaya lempar selendang Muli Mekhanai pada masyarakat Lampung Pesisir Desa Sukajaya Punduh Kecamatan Marga Punduh Lampung. Ibrah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(2). https://doi.org/10.47766/ibrah.v2i2.1918

Febriani, F., Tessa, A., Utami, R., & Dwandaru, W. S. B. (2020). The effect of mutual cooperation values towards people's lifestyle in the form of maps. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 17(1). https://doi.org/10.21831/jc.v17i1.29617

Fuad, V. (2020). Membangkitkan jiwa nasionalisme generasi millenial dengan mengurai benang sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 8(2). https://doi.org/10.24235/tamaddun.v8i2.7234

Inayah, A., Hadiawan, A., & Dwijono, A. T. (2023). Social capital-based youth empowerment to prevent the development of radicalism in the city of Bandar Lampung: Pemberdayaan pemuda berbasis social capital untuk mencegah perkembangan radikalisme di Kota Bandar Lampung. Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 26–32. https://doi.org/10.23960/ragom.v1i1.5

Iqbal, M. (2025). Identitas nasional dalam algoritma: Transformasi gotong royong menjadi gerakan digital kaum muda Indonesia. Maliki Interdisciplinary Journal, 3(6), 2023–2030.

Juddah, S., & Irwan, M. (2024). Peran mahasiswa KKN dalam meningkatkan semangat kemerdekaan untuk mewujudkan rasa nasionalisme dan solidaritas Kelurahan Monro-Monro. Pangulu Abdi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(1).

Lestari, E. Y., Janah, M., & Wardanai, P. K. (2019). Menumbuhkan kesadaran nasionalisme generasi muda di era globalisasi melalui penerapan nilai-nilai Pancasila. ADIL Indonesia Journal, 1(1). https://doi.org/10.35473/aij.v1i1.139

Marhayati, N. (2021). Internalisasi budaya gotong royong sebagai identitas nasional. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 8(1). https://doi.org/10.22146/jps.v8i1.68407

Misbach, M. H. P., Fauziyah, N. A., Yulistiani, R., Fitriana, A. W., & Nugraha, R. E. (2022). Upaya pemberdayaan pemuda melalui pembentukan Karang Taruna sebagai motor penggerak pasca pandemi COVID-19 di wilayah Desa Perbon RW 07 RT 01 Kabupaten Tuban dalam program Matching Fund. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(4).

Pertiwi, G. F. D., & Nurgiansah, T. H. (2021). Sistem gotong royong sebagai semangat patriotisme bangsa dalam menghadapi proxy war di Indonesia. Jurnal Profesi Pendidik, 8(2).

Perdana, Y., Oktavia, M., Istiqomah, & Sari, N. (2022). Kontribusi Muli Mekhanai dalam melestarikan kearifan lokal tradisi Belangiran di Kota Bandar Lampung. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 6(3), 817–824. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v6i3.12279

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Surya, M. R. E., Desmon, D., Surya, A., WA, A. R., & Anwar, A. (2025). Pendampingan konten digital di Desa Wisata Way Tebing Cepa. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 497–500. https://doi.org/10.31004/cdj.v6i1.41813

Suwignyo, A. (2019). Gotong royong as social citizenship in Indonesia, 1940s to 1990s. Journal of Southeast Asian Studies. https://doi.org/10.1017/S002246341900040X

Tyas, S. A., Ayu, V. K., & Yunanda, W. W. (2022). Implementasi nilai gotong royong dalam upaya meningkatkan rasa nasionalisme di industri pertahanan. Jurnal Kewarganegaraan, 6(1). https://doi.org/10.31316/jk.v6i1.2702

Downloads

Published

20-09-2026

How to Cite

Anwar, A., Fitriyah, Heri Susanto, E., Husein, F., & Mardiansyah, A. (2026). Pemberdayaan Muli Mekhanai sebagai Penggerak Nasionalisme melalui Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Batu Menyan: Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 5(1), 4049–4058. https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7901