Peningkatan Kapasitas Peternak dalam Manajemen Pemeliharaan Kambing Lakor di Pulau Lakor, Kabupaten Maluku Barat Daya

Pengabdian

Authors

  • Inggrid Welerubun Universitas Pattimura

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1058

Keywords:

Kambing Lakor, Manajemen Ternak, Pakan Fermentasi

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak dalam manajemen pemeliharaan kambing Lakor sebagai ternak lokal unggul Pulau Lakor. Permasalahan yang dihadapi oleh peternak meliputi rendahnya produktivitas kambing, keterbatasan pakan berkualitas, dan manajemen kesehatan yang belum optimal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan teknis, dan demonstrasi lapang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peternak terhadap pemberian pakan seimbang, pencegahan penyakit, serta manajemen reproduksi dasar. Implementasi teknologi sederhana seperti penggunaan pakan fermentasi dan vaksinasi dasar telah meningkatkan kondisi kesehatan dan pertumbuhan kambing sebesar 25% dalam kurun waktu tiga bulan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan peternakan berbasis potensi lokal di wilayah kepulauan.

References

Devendra, C. (2012). Small ruminant production and the small ruminant genetic resources in Asia. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Haryanto, B., & Priyanti, A. (2018). Improving goat production management through farmer empowerment: A case study in Indonesia. Tropical Animal Health and Production, 50(3), 599–607. https://doi.org/10.1007/s11250-017-1461-2

Hassen, H., & Tesfaye, K. (2014). Review on reproductive performance of indigenous goats

Kumar, R. (2020). Participatory approaches in livestock development. Journal of Rural Development, 39(2), 145-160.

Smith, J., & Brown, P. (2022). Impact of basic management improvement on small ruminant productivity. Small Ruminant Research, 210, 106610.

Ministry of Agriculture Republic of Indonesia. (2020). under traditional management systems in Ethiopia. Livestock Research for Rural Development, 26(6).

Peacock, C. (2005). Goats: Unlocking their potential for Africa. Small Ruminant Research, 60(1-2), 179-186. https://doi.org/10.1016/j.smallrumres.2005.06.011

Singh, B. B., Sharma, R. K., & Dutta, N. (2014). Nutritional strategies for improving productivity of goats in smallholder production systems. Asian-Australasian Journal of Animal Sciences, 27(9), 1302-1308. https://doi.org/10.5713/ajas.2014.14028

Sutama, I. K. (2019). Perbaikan Manajemen Pemeliharaan Kambing Lokal untuk Meningkatkan Produktivitas. Buletin Peternakan, 43(3), 255-263. https://doi.org/10.21059/buletinpeternak.v43i3.38903

Tawah, C. L., & Rege, J. E. O. (1996). Indigenous African small ruminants: A case for characterisation and conservation. Small Ruminant Research, 19(1), 3-8. https://doi.org/10.1016/0921-4488(95)00615-0

Wilson, R. T. (2011). Small ruminant production and management in developing countries. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Zereu, G., & Braker, M. (2012). Goat management practices and productivity in the pastoral and agro-pastoral production systems of southern Ethiopia. Livestock Research for Rural Development, 24(1).

Downloads

Published

10-06-2025

How to Cite

Welerubun, I. (2025). Peningkatan Kapasitas Peternak dalam Manajemen Pemeliharaan Kambing Lakor di Pulau Lakor, Kabupaten Maluku Barat Daya: Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 3850–3854. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1058