Evaluasi Faktor-Faktor Pendorong Stunting Berdasarkan Indeks Khusus Penanganan Stunting: Studi Empiris di Sumatera Barat

Penelitian

Authors

  • Fitra Ermila Basri Poltekkes Kemenkes Aceh

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1392

Keywords:

Stunting, Regresi Linear Berganda, Indeks Khusus Penanganan Stunting, Sumatera Barat.

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia, khususnya di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh indikator kesehatan, gizi, perumahan, dan perlindungan sosial terhadap prevalensi stunting di 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Keempat indikator tersebut diambil dari Indeks Khusus Penanganan Stunting yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi memenuhi semua asumsi klasik. Uji F menunjukkan bahwa secara simultan keempat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap prevalensi stunting (p < 0,05). Namun, berdasarkan uji t secara parsial, hanya variabel perumahan yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap prevalensi stunting (p = 0,012), dengan arah hubungan negatif. Sementara itu, variabel kesehatan, gizi, dan perlindungan sosial tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,657 menunjukkan bahwa 65,7% variasi prevalensi stunting dapat dijelaskan oleh model. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa perbaikan kondisi perumahan menjadi salah satu strategi penting dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah

References

Alwi, M. A., et al. (2022). Determinan dan Faktor Risiko Stunting pada Remaja di Indonesia. Svasta Harena, 3(1).

Anjani, S. I. (2022). Faktor-Faktor Penentu sebagai Determinan Anak Stunting di Indonesia. Nutrix Journal, 6(1), 43–52.

Ariani, M. (2020). Determinan Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita: Tinjauan Literatur. DINAMIKA KESEHATAN: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 11(1).

BPS. (2020). Indeks Khusus Penanganan Stunting 2018–2019.

Ekawaty, E. (2020). Analisis Faktor Determinan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Siau.

Fathurrahman, F., et al. (2023). Faktor Determinan Stunting pada Anak 24-59 Bulan di Wilayah Pertanian Lahan Gambut. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(4).

Ghosh, S., & Shah, D. (2011). Nutritional problems in urban slum children. Indian Pediatrics, 48(10), 845–846.

Indrastuty, D., & Pujiyanto, P. (2018). Determinan sosial ekonomi rumah tangga dari balita stunting di Indonesia: Analisis data Indonesia Family Life Survey (IFLS) 2014. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 3(2), 89–98.

Ikhtiarti, W., et al. (2020). Faktor Determinan yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 1–3 Tahun di Wilayah Pesisir Kabupaten Brebes.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Buletin Stunting.

Kureishy, S., et al. (2020). Effectiveness of Food-Based Interventions to Prevent Stunting.

Lapenangga, F., & Ginting, K. (2021). Aplikasi Regresi Logistik Berganda pada Kasus Faktor Penyebab Stunting. Jurnal Diferensial, 3(1).

Li, Z., et al. (2023). The association of sociodemographic, nutrition, and sanitation on stunting in children under five in rural area of West Java Province in Indonesia. BMC Public Health, 23, 1234. https://doi.org/10.1186/s12889-023-15756-9

Parvin, T., et al. (2021). Fecal contamination on the household compound and in water sources are associated with subsequent diarrhea in young children in urban Bangladesh. The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, 104(6), 2345–2352.

Permanasari, Y., et al. (2021). Faktor determinan balita stunting pada desa lokus dan non lokus di 13 kabupaten lokus stunting di Indonesia tahun 2019. Penelitian Gizi dan Makanan, 44(2), 79–92.

Sari, M. (2019). Faktor Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting. Jurnal Wacana Kesehatan, 4(1).

Shalahuddin, M. (2021). Gambaran determinan terjadinya stunting pada balita di Desa Cikahuripan dan Karangpapak Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Malahayati Nursing Journal, 3(2), 112–119.

Soliman, A., et al. (2021). Early and Long-Term Consequences of Nutritional Stunting. Acta Biomedica,

(1).

Spears, D. (2013). How much international variation in child height can sanitation explain? World Bank Policy Research Working Paper, (6351). https://doi.org/10.1596/1813-9450-6351.

Suherman, R., & Nurhaidah, N. (2020). Analisis faktor determinan stunting di Desa Pesa Kecamatan Wawo Kabupaten Bima. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 8(2), 120–126.

Tusting, L. S., et al. (2020). Housing improvements and malaria risk in sub-Saharan Africa: A multi-country analysis of survey data. PLoS Medicine, 17(2), e1003055. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1003055.

UN-Habitat. (2007). State of the World's Cities 2006/7. Earthscan Publications.

Wicaksono, F., & Harsanti, T. (2019). Determinants of stunted children in Indonesia: A multilevel analysis. Kesmas: National Public Health Journal, 15(1), 48–53. https://doi.org/10.21109/kesmas.v15i1.2811.

Downloads

Published

23-06-2025

How to Cite

Fitra Ermila Basri. (2025). Evaluasi Faktor-Faktor Pendorong Stunting Berdasarkan Indeks Khusus Penanganan Stunting: Studi Empiris di Sumatera Barat : Penelitian . Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 3(4), 5239–5244. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.1392