Pengangkatan Anak sebagai Jalan Keluar Konflik Keluarga
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1597Keywords:
Adopt a Child, Family ConflictAbstract
This paper discusses how the husband and wife avoid or overcome the conflicts that exist in their family. And why is tabbani a solution to family problems that occur. The research method in this paper is to use field research, carried out directly in the field against the background of the current situation. This paper uses a qualitative approach. Data collection techniques in this paper are interviews and literature studies. The data analysis technique in this paper is a qualitative data analysis technique in which the process of collecting data is through records and notes, literature review, interviews, surveys or observation. The conclusion of this research is that children are a gift and a great trust from the Almighty to husband and wife who can provide new happiness in the family. The presence of children is eagerly awaited by every married couple. But not infrequently there are still many couples who do not have children. So every couple needs to do something positive and find a way out, one of which is by adopting a child (tabbani). Then maintain a sense of mutual love and create good communication in order to create happiness and harmony in the family.
References
Abdurrahman, U., & Nashrullah, M. F. (2022). Pandangan Majelis Ulama Indonesia Terhadap Pasangan Suami Istri Yang Memutuskan Tidak Punya Anak. Sakina: Journal of Family Studiesf Family Studies, 6(4), 5–10.
Arrasyid, A. (2020). Konsep Kebahagiaan Dalam Tasawuf Modern Hamka. Refleksi: Jurnal Filsafat Dan Pemikiran Islam, 19(2), 205. https://doi.org/10.14421/ref.2019.1902-05
Atabik, A., & Mudhiiah, K. (2014). Pernikahan dan Hikmahnya Perspektif Hukum Islam. Yudisia, 5(2), 293–294.
Faradz, H. (2009). Pengangkatan Anak Menurut Hukum Islam. Jurnal Dinamika Hukum, 9(2), 153–159. https://doi.org/10.20884/1.jdh.2009.9.2.223
Fariza, A. M. (2017). Upaya Pasangan Yang Tidak Memiliki Anak Untuk Mempertahankan Perkawinan. 2, 1127–1146.
Ghifari, A. A., & Yusa, I. G. (2020). Pengaturan Pengangkatan Anak (Adopsi) Berdasarkan Peraturan Perundangan- Undangan Di Indonesia. Kerthanegara, 8(2), 5. https://ojs.unud.ac.id/index.php/Kerthanegara/article/view/58304
Heriawan, M. (2017). Pengangkatan Anak Secara Langsung Dalam Perspektif Perlindungan Anak. Jurnal Katalogis, 5(5), 175–179.
Iskandar, A. M., Kasim, H., & Halim, H. (2019). Upaya Pasangan Suami Istri Yang Tidak Mempunyai Anak Dalam Mempertahankan Harmonisasi Keluarganya. Society, 4(6), 146–162.
Maghfira, S. (2016). Kedudukan Anak Menurut Hukum Positif di Indonesia. Jurnal Ilmiah Syari’ah, 15(2), 213–221.
Musthapar, N. F., Hj Azahari, R., & Ahmad, B. (2020). Sakῑnah, Mawaddah Dan Raḥmah Dalam Perhubungan Suami Isteri: Analisis Literatur. Jurnal Syariah, 28(1), 81–104. https://doi.org/10.22452/js.vol28no1.4
Mutasir. (2017). Dampak Hukum Pengangkatan Anak Pada Masyarakat Desa Terantang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar di Tinjau Dari Hukum Islam. An-Nida’: Jurnal Pemikiran Islam, 41(2), 174.
Nuzha. (2021). Pengangkatan Anak Adopsi Dalam Tinjauan Hukum Islam & Sistem Hukum di Indonesia. Al-Mutsla, 1(2), 118–135. https://doi.org/10.46870/jstain.v1i2.12
Oktriyanto, O., Puspitawati, H., & Muflikhati, I. (2015). Nilai Anak dan Jumlah Anak yang Diinginkan Pasangan Usia Subur di Wilayah Perdesaan dan Perkotaan. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 8(1), 1–9. https://doi.org/10.24156/jikk.2015.8.1.1
Pandanwati, K. S., & Suprapti, V. (2012). Resiliensi Keluarga Pada Pasangan Dewasa Madya yang Tidak Memiliki Anak. Jurnal Psikologi Pendidikan Dan Perkembangan, 1(03), 1–8.
Pramono, Z. A., & Tantri Cahyaningsih, D. (2020). Problematika Pelaksanaan Pengangkatan Anak (Adopsi) Ditinjau Dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2007 Tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak Di Panti Asuhan Putra Bakti Kabupaten Batang. Jurnal Privat Law, 8(2), 243. https://doi.org/10.20961/privat.v8i2.48416
Puput Anggraini, Eka Robiul Khasanah, Putri Pratiwi, Alya Zakia, Y. P. (2022). Parenting Islam dan Kedudukan Anak dalam Islam. 4194, 274–280.
Rais, M. (2016). Kedudukan Anak Angkat Dalam Perspektif Hukum Islam, Hukum Adat Dan Hukum Perdata ( Analisis Komparatif). Jurnal Hukum Diktum, 14(2), 183–200. https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/diktum/article/download/232/156/
Rokhimaningsih, N. (2008). Persepsi Tentang Nilai Anak Bagi Pasangan Suami Istri yang Belum Mempunyai Anak. https://eprints.umm.ac.id/7404/
Sarahwinanti Pratiwi Rachmani, A. C. L. (2016). Representasi Konflik Komunikasi Antar Budaya Pada Film Crazy Rich Asians (Analisa Semiotika Roland Barthes). 1–23.
Subeitan, S. M., Isima, N., & Alhabsyi, M. S. (2021). Dinamika Pengangkatan Anak Di Indonesia. Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 59. https://doi.org/10.30984/jifl.v1i1.1617
Sukardi, S. (2019). Adopsi Anak Dalam Hukum Islam. Raheema, 5(2), 173–194. http://jurnaliainpontianak.or.id/index.php/raheema/article/view/1266
Ummah, K. (2005). Adopsi Sebagai Upaya Melindungi Hak-Hak Anak. Jurnal Hukum, 12(29), 76–87. https://journal.uii.ac.id/IUSTUM/article/viewFile/4798/4236
Wardyaningrum, D. (2013). Komunikasi untuk penyelesaian konflik dalam keluarga: orientasi percakapan dan orientasi kepatuhan. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Pranata Sosial, 2(1), 47–58. eprints.uai.ac.id/12/1/110-506-1-SM.pdf%0A%0A
Yani, I. (2018). Harmonisasi Keluarga Pasangan Suami Istri Yang Tidak Memiliki Keturunan di Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu. Jom Fisip, 5(1), 1–15.
Yeni, F. (2013). Dinamika Komunikasi Antar Pasangan. NERS Jurnal Keperawatan, 9(2), 109. https://doi.org/10.25077/njk.9.2.109-115.2013
Undang – Undang Nomor 1 Tahun1974 Tentang Perkawinan.
Undang - Undang Nomor 21 Tahun 2007.
Undang - Undang Pemilu Nomor 10 tahun 2008.
Undang – Undang Nomor 23 tahun 2002.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mezi Watdila Idfi, Shandra Puspita Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












