Penerapan Pendekatan Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Mata Kuliah IPA Terpadu
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2056Keywords:
inkuiri, berpikir kritis, IPA Terpadu, penelitian tindakan kelas, keterlibatan mahasiswa, pengajaran reflektifAbstract
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan kognitif tingkat tinggi yang sangat penting dikembangkan dalam pendidikan tinggi, terutama dalam mata kuliah IPA Terpadu yang menuntut analisis, interpretasi, dan evaluasi terhadap konsep-konsep sains dan matematika. Namun, kenyataannya masih banyak mahasiswa yang kesulitan dalam mengintegrasikan pengetahuan lintas bidang dan kurang menunjukkan kemampuan berpikir secara logis, analitis, dan reflektif saat mengikuti perkuliahan. Hal ini menandakan perlunya penerapan strategi pembelajaran yang tidak hanya berpusat pada dosen, tetapi juga mampu melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses menemukan dan membangun pengetahuan mereka sendiri. Pendekatan inkuiri dipandang relevan untuk menjawab tantangan tersebut karena mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam proses pengamatan, perumusan pertanyaan, pengumpulan data, serta penyimpulan berdasarkan bukti. Dalam konteks perkuliahan IPA Terpadu, pendekatan ini memberi ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman konsep melalui eksplorasi dan diskusi. Melalui penelitian tindakan kelas ini, pendekatan inkuiri diterapkan dalam dua siklus untuk mengevaluasi sejauh mana strategi tersebut mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran, serta efektivitas dosen dalam mengelola kelas secara reflektif dan adaptif.
References
Afandi, R., Maryani, E., & Ramdhani, S. D. (2023). Penguatan karakter dan keterampilan reflektif melalui pendekatan inkuiri dalam pembelajaran sains terpadu. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 11(1), 23–34. https://doi.org/10.21831/jpsi.v11i1.48321
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2023). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom’s taxonomy of educational objectives. New York, NY: Pearson Education.
Arikunto, S. (2022). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Edisi revisi). Jakarta: Bumi Aksara.
Brown, T., & Green, A. (2022). Innovative learning strategies to support higher-order thinking in science classrooms. Journal of Science Education, 28(2), 101–118. https://doi.org/10.1080/12345678.2022.1234567
Chen, L., & Liu, H. (2024). Enhancing critical thinking in science learning through interactive digital scaffolding. Journal of Interactive Learning Research, 35(1), 45–61. https://doi.org/10.4018/jilr.2024.0001
Lestari, R., & Putri, N. D. (2022). Variasi gaya belajar dan pengelolaan kelas inklusif di perguruan tinggi. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 9(1), 75–88. https://doi.org/10.26858/jppk.v9i1.38901
Nugroho, S., & Astuti, F. D. (2023). Efektivitas pendekatan inkuiri dalam meningkatkan pemahaman konsep dan integrasi lintas disiplin. Jurnal Pendidikan IPA Terpadu, 10(3), 147–158. https://doi.org/10.24114/jpit.v10i3.38529
Santoso, D., & Wulandari, I. (2021). Dinamika diskusi kelompok dalam pembelajaran aktif mahasiswa. Jurnal Inovasi Pendidikan, 15(2), 67–75. https://doi.org/10.17977/um031v15i2p67-75
Yuliani, E., & Kurniawan, H. (2022). Keterbatasan model ekspositori dalam mendorong berpikir kritis mahasiswa. Jurnal Pendidikan Tinggi, 8(1), 33–42. https://doi.org/10.35719/jpt.v8i1.21121
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sri Masnita Pardosi, Alvi Sahrin Nasution, Hiba Dertyana Siregar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












