Analisis Kesadaran Masyarakat Daerah Sekitar Tambang tentang Bahaya Merkuri Desa Kaidundu Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo

Penelitian

Authors

  • Muh. Kasim Universitas Negeri Gorontalo
  • Noviar Akase Universitas Negeri Gorontalo
  • Ayu Andaresna Universitas Negeri Gorontalo
  • Rifaldi Mokodompit Universitas Negeri Gorontalo
  • Riki Hermawan Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2332

Abstract

Pertambangan emas skala kecil (PESK) masih marak di berbagai daerah Indonesia, termasuk di Desa Kaidundu, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Aktivitas ini kerap menggunakan merkuri sebagai bahan amalgamasi, meskipun telah diketahui bersifat toksik bagi manusia dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran masyarakat Desa Kaidundu terhadap bahaya merkuri, meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 21 responden. Hasil menunjukkan bahwa meskipun 70% masyarakat mengetahui bahwa merkuri berbahaya, hanya 26% yang memahami dampak kesehatannya secara rinci. Sebagian besar masih menggunakan merkuri karena alasan ekonomi dan keterbatasan akses informasi. Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah perlunya edukasi dan penyuluhan terpadu, serta penyediaan teknologi alternatif pengolahan emas tanpa merkuri.

References

Farisi, M., Putra, A. K., & Novianti. (2022). Penggunaan merkuri pada tambang emas ilegal: Diaturkah dalam Minamata Convention? Uti Possidetis: Journal of International Law, 3(3), 320–344.

Otoluwa, Y., Pangulu, M. D., & Septian, Y. (2018). Longsor daerah pertambangan dan mitigasi: Desa Dunggilata, Kec. Bulawa, Kab. Bonebolango (Y. I. Arifin, Ed.). Athra Samudra.

Suoth, A. E., Masitoh, S., Harianja, A. H., Junaidi, E., & Purwati, S. U. (2020). Kandungan merkuri dalam beberapa media sekitar penambangan emas skala kecil (PESK) di Kalimantan Tengah. ECOLAB, 14(1), 43–52.

Hardianti, A., Prayogo, T., Hudiya, N., Lusiani, S., & Andini, A. P. (2020). Inventarisasi Penggunaan Merkuri Pada Pertambangan Emas Skala Kecil Di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Jurnal Envirotek, 12(1), 56–61. https://doi.org/10.33005/ENVIROTEK.V12I1.23

Kristianingsih, Y. (2019). Bahaya Merkuri Pada Masyarakat Dipertambangan Emas Skala Kecil (Pesk)

Lebaksitu. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(1), 32–38. https://doi.org/10.37012/JIK.V10I1.12

Ram, V. (2021). Study on the impact of water pollution on human health based on questionnaire vicinity of Son River at Nawalpur. International Journal of Global Science Research, 8(2). https://doi.org/10.26540/IJGSR.V8.I2.2021.187

Soe, P. S., Kyaw, W. T., Arizono, K., Ishibashi, Y., & Agusa, T. (2022). Mercury Pollution from Artisanal and Small-Scale Gold Mining in Myanmar and Other Southeast Asian Countries. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(10). https://doi.org/10.3390/IJERPH19106290.

Downloads

Published

21-08-2025

How to Cite

Muh. Kasim, Noviar Akase, Ayu Andaresna, Rifaldi Mokodompit, & Riki Hermawan. (2025). Analisis Kesadaran Masyarakat Daerah Sekitar Tambang tentang Bahaya Merkuri Desa Kaidundu Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo : Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 4577–4581. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2332