Analisis Strategi Problem Solving Membentuk Kemandirian Siswa di Tingkat SD/MI
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2357Keywords:
Strategi Pembelajaran, Problem Solving, KemandirianAbstract
Problem solving atau pemecahan masalah adalah cara berpikir tingkat tinggi yang bisa dikembangkan melalui pembelajaran di sekolah dasar. Di tingkat sekolah dasar kemampuan pemecahan masalah sangat penting di dikuasai oleh siswa. Berbagai aspek perlu di perhatikan oleh guru di dalam pembelajaran di antaranya : perencanaan, proses pembelajaran, penilaian, serta pemilihan media pembelajaran pemecahan masalah sehingga siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dengan baik. Metode pemecahan masalah dapat dijadikan sebagai salah satu cara pembaharuan dalam pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sehingga akan dirasakan lebih bermakna. Penerapan metode problem solving dalam pembelajaran bisa meningkatkan minat belajar dan kemandirian siswa. Proses pembelajaran bisa menyenangkan dan juga mampu meningkatkan peran keaktifan serta hasil belajar siswa. Dapat disimpulkan bahwa strategi pemecahan masalah dapat memperbaiki kondisi kelas secara pedagogik dan hasil belajar. Dalam hal ini, peneliti ingin melakukan penerapan strategi pemecahan masalah dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk meningkatkan kemandirian siswa
References
Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono. 2004. Psikologi Belajar (edisi revisi). Jakarta, Rineka Cipta,
Arends, Richard I. 2008. Learning to Teach Belajar untuk Mengajar. Terjemahan Helly Prajitno Soetjipto & Sri Mulyantini Soetjipto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Conny Semiawan. 2008. Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar. Jakarta: Indeks.
Desmita. 2012. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya. Diknas. 2003. Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional; Jakarta;
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 1997. Strategi Belajar Mengajar (Cetakan Pertama); Jakarta: Rineka Cipta.
Gulo, W. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Grasindo. Hermawan, R. dkk. (2007) Metode Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar. Bandung: UPI Press. Kasbolah. (1998/1999). Penelitian Tindakan Kelas. Malang : Depdikbud
H. Sujati. 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: FIP UNY.
Hamruni. 2012. Strategi dan Model-Model Pembelajaran Aktif-Menyenangkan. Yogyakarta: Investidaya.
Haris Mujiman. 2008. Manajemen Pelatihan Berbasis Belajar Mandiri. Jakarta: Rineka Cipta.
Made Wena, 2012. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, Jakarta: Bumi Aksara.
Melvin L. Silberman. 2006. Active Learning, 101 Cara Belajar Siswa Aktif (Edisi Revisi), Bandung : Nuansa Cendekia
Muhson, Ali, dkk. 2008. Peningkatan Minat Belajar dan Pemahaman Mahasiswa Melalui Pembelajaran Problem Solving. Jurnal Social Vol V No. 1 Mei 2008.
Nasution. 2006. Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta : Bumi Aksara..
Sadbudhy R, Endang dan I Made Nuryana. 2011. Pengembangan Soft Skill di SMK, Jakarta Timur: Sekarmita.
Sanjaya, Wina (2009). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standart Proses Pendidikan Jakarta: Kencana Prenada.
Silberman, M, 2009. Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif, Yogyakarta: Insan Madani.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D Bandung, Alfabeta
Sumadi Suryabrata. 2004. Psikologi Pendidikan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Suyono dan Hariyanto. 2012. Belajar dan Pembelajaran, Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.
Syaiful Bahri Djamarah. 2002. Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Cipta.
Umar Tirtaraharja dan Lasula. 2000. Pengantar Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Habib Khalilur Rahman, Salman Yafi, Sasmi Nelwati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












