Eksitasi Tumbuh Kembang Anak Dengan Metode Baby Spa Di Kelurahan Kandang Mas Kota Bengkulu

Authors

  • Tri Endah Suryani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti
  • Dita Selvianti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti
  • Lolli Nababan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti
  • Poppy Siska Putri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4228

Keywords:

Pijat bayi, Pemberdayaan masyarakat

Abstract

Pelaksanaan Kegiatan pijat bayi atau pijat anak pada masyarakat masih diduduki secara menyeluruh oleh dukun bayi. Keunggulan pijat bayi yang di miliki oleh dukun bayi berdasarkan pengalaman turun temurun tanpa pelatihan secara khusus sehingga tindakan tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, sebagai akibatnya kurang optimal. Selain itu, perilaku masyarakat untuk memijatkan bayinya ke dukun bayi terkadang saat bayi sedang sakit, sedangkan pijat bayi akan maksimal jika untuk stimulasi tumbuh kembang dilaksanakan secara rutin dalam keadaan sehat, tidak hanya dalam keadaan sedang sakit saja. Saat ini sedang booming nama “Baby Spa” yaitu pijat bayi yang dilakukan bertujuan untuk menstimulasi tumbuh kembang pada bayi maupun anak dan dilakukan oleh tenaga yang sudah terlatih dan profesional, akan tetapi biasanya dengan biaya relatif mahal yang tidak terjangkau oleh kalangan masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. Berdasarkan hal tersebut maka dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan Eksitasi tentang Baby Spa (pijata bayi) untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Metode pelaksanaannya adalah pemeriksaan tumbang sebelum dan sesudah pijat bayi, tes tumbang dengan DDSTIK. Hasil pijat bayi memiliki manfaat signifikan tidak hanya pada aspek fisik, seperti peningkatan pertumbuhan melalui stimulasi sistem peredaran darah dan nafsu makan, tetapi juga pada aspek psikologis, yaitu meningkatkan kenyamanan, rasa aman, dan memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak melalui sentuhan kulit-ke-kulit.

References

Depkes. (2016). pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan intervensi tumbuh kembang anak. pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi dan intervensi tumbuh kembang anak.

Field. (2017). Pengaruh Terapi Pijat Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi. Vol. 1 No. 2. Jom PSIK.

Kusuma R.M and Susanti, d. (2019). pelatihan dan pendampingan pijat bayi pada kader posyandu. jurnal mengabdi, 355-366. DOI:10.12928/jp.v3i3.1168

Maharani. (2015). Pijat dan senam sehat untuk bayi. yogyakarta: kata hati.

Permata A, F. d. (2017). pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan lama tidur malam pada bayi 0-3 bulan. jurnal fisioterapi, 37-45.

Priyoto. (2015). teori dan sikap dalam kesehatan. yogyakarta: Nuha Medika.

Rizki, d. (2017). efektivitas pijat bayi pada perkembangan motorik bayi usia 8-28 hari. maternal dan Neonatal health Journal, 76-80. DOI:10.36696/mikia.v1i2.21

Roesli. (2016). Pedoman Pijat Bayi. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Sari, A. d. (2020). pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi 0-6 bulan. jurnal penelitian kesehatan, 25-32. DOI: https://doi.org/10.58294/jbk.v17i1.271

Sembiring. (2017). Asuhan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah. Yogyakarta: Deepublish .

Sukani. (2015). Petunjuk Praktis Pijat, Senam dan Yoga . Yogyakarta: Araska.

Downloads

Published

05-01-2026

How to Cite

Suryani, T. E., Dita Selvianti, Lolli Nababan, & Poppy Siska Putri. (2026). Eksitasi Tumbuh Kembang Anak Dengan Metode Baby Spa Di Kelurahan Kandang Mas Kota Bengkulu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(3), 16129–16134. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4228