Analisis Miskonsepsi Materi Gaya dan Gerak Mata Pelajaran Ipas Pada Siswa Kelas IV MI Ma’Arif Mangunsari

Penelitian

Authors

  • Nur Aini Intan Hasanah Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Khoirun Nisa’ Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Luthfi Sekar Nismara Universitas Islam Negeri Salatiga
  • Wulan Izzatul Himmah Universitas Islam Negeri Salatiga

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4376

Keywords:

Certainty Of Response Index, Misconception Analysis, Temperature And Heat, Diagnostic Assessment, Science Education

Abstract

This study aims to analyze students’ misconceptions on the topic of temperature and heat using the Certainty of Response Index (CRI) model as a diagnostic tool. The research employed a quantitative descriptive approach involving a multiple-choice test accompanied by CRI scales to identify not only incorrect answers but also the confidence level behind each response. Data analysis included calculating the proportion of correct and incorrect answers, average CRI scores, and categorizing students into groups of scientific conceptions, misconceptions, or lack of knowledge. The results showed that several students selected incorrect answers with high CRI values, indicating strong misconceptions that must be addressed through targeted instructional strategies. Meanwhile, students with incorrect answers but low CRI scores were categorized as having a lack of knowledge rather than misconceptions. The findings highlight that misconceptions occurred most frequently in indicators related to heat transfer, the relationship between temperature and molecular motion, and factors affecting changes in temperature. The study concludes that CRI is an effective diagnostic method for distinguishing levels of student understanding and is useful for informing remedial instruction. These findings provide meaningful insight for ededucators in designing better learning interventions to reduce misconceptions.

References

Budiwati, R., Budiarti, A., Muckromin, A., Hidayati, Y. M., Desstya, A., & Surakarta, U. M. (2023). Jurnal basicedu. 7(1), 523–534.

Darussalam, J., Pendidikan, J., Hukum, P., & Vol, I. (2016). MISKONSEPSI DALAM PEMBELAJARAN IPA Kurniyatul Faizah Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) Banyuwangi Email: 1, 115–128.

Ermawan, H., Siregar, N. S., Mirzah, N., & Lumban, S. I. (2025). Miskonsepsi Siswa Sekolah Dasar tentang Konsep IPA : Studi Kasus di kelas VI SDN 024755. 3.

Guru, A. A., Donatus, E. M., Nata, A., Theresia, S., & Sariyyah, N. (2023). Peningkatan Pemahaman Konsep Gaya melalui Metode Eksperimen pada Siswa Kelas IV SD GMIT Ende 04. 05(03), 8252–8260.

Hayunanda, V., Permatasari, I. S., Pusparani, S., & Tri, D. (2025). PERAN PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS V SDN. 07(01), 228–238.

Ilmiah, J., Jiim, M., Fenomenologis, I., Dinamis, L., & Atas, M. (2025). Jurnal Ilmiah IPA dan Matematika (JIIM). 3(2), 52–58.

Kasanah, N., & Setiyawati, E. (2024). Miskonsepsi Siswa dalam Menyelesaikan Soal IPA Menggunakan Certainty of Response Index di SD Negeri. 4, 1–14.

Konsep, P., Gesek, G., & Gaya, D. A. N. (2025). No Title. 11, 337–346.

Miskonsep, I., & Pendidikan, M. (2005). Identifikasi Miskonsepsi Pada Konsep-Konsep Fisika Menggunakan Certainty of Response Index (CRI) . 3, 4–9.

Mukhlisa, N. (2013). Miskonsepsi pada peserta didik. 4(2), 123–133. https://doi.org/10.31537/speed.v4i2.403

Nasution, R. H., Wijaya, T. T., Putra, M. J. A., & Hermita, N. (2021). Analisis Miskonsepsi Siswa SD pada Materi Gaya dan Gerak. 4(1), 11–21.

Pendidikan, S., Pengetahuan, I., Universitas, A., & Madura, T. (2024). VEKTOR : Jurnal Pendidikan IPA BANGKALAN MENGGUNAKAN DIAGNOSTIC THREE-TIER TEST. 05. https://doi.org/10.35719/vektor.v5i02.156

Penelitian, J., Pendidikan, A., Rahmawati, P., Kurniawati, W., Guru, P., Dasar, S., & Kunci, K. (2024). E d u k a s i. 16(02), 383–394.

Penelitian, J., & Pendidikan, I. (2025). Konsepsi Siswa Sekolah Dasar Tentang Gaya dan Gerak: Studi Kasus di Beberapa Sekolah Dasar di Medan. 4, 1156–1161.

Saputra, L. Z., Halim, M. A., & Busyairi, A. (2024). Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Fisika Indonesia Studi Kajian Literatur : Analisis Miskonsepsi Materi Usaha dan Energi pada Siswa SMA. https://doi.org/10.29303/jppfi.v6i2.646

Saputri, D. F., & Sukadi, E. (2019). Penggunaan LKS Berbasis Analisis Kesalahan Siswa untuk Meremediasi Kesalahan Siswa dalam Menyelesaiakan Soal Materi Usaha dan Energi. 7(1), 53–61. https://doi.org/10.20527/bipf.v7i1.5629

Studi, P., Biologi, P., Sains, F., Mandalika, P., Nomor, J. P., & Barat, N. T. (2025). ANALISIS EVALUASI MISKONSEPSI DAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL DALAM PEMBELAJARAN IPA : TINJAUAN SISTEMATIS Titi Laily Hajiriah PENDAHULUAN Pentingnya mengukur miskonsepsi dan memahami konsep dalam pembelajaran IPA sangat signifikan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran . Sebuah studi oleh Listyani et al . ( 2024 ), menekankan bahwa mengadopsi model pembelajaran berbasis masalah di sekolah dasar dapat membantu mengatasi kesalahpahaman sains dan meningkatkan pemahaman konsep siswa . Penelitian oleh Djarwo ( 2020 ) juga menunjukkan bahwa model pembelajaran ECIRR efektif dalam mengurangi kesalahpahaman siswa tentang materi stoikiometri . Selain itu , penelitian oleh Sadiqin et al . ( 2017 ), menyoroti pentingnya pemahaman konsep sains siswa melalui pembelajaran pemecahan masalah dan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw . Ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang mendorong pemahaman konsep yang mendalam dapat membantu mengurangi kesalahpahaman ( Putra et al . , 2018 ). Penelitian Radiusman ( 2020 ), menegaskan bahwa pemahaman konsep merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran . Dengan demikian , mengukur pemahaman konsep dan mendeteksi miskonsepsi adalah kunci dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif . Melalui penggunaan model pembelajaran yang tepat , seperti pembelajaran berbasis masalah flipped classroom atau pembelajaran penemuan , guru dapat membantu siswa mendapatkan pemahaman konsep yang lebih baik dan mengurangi miskonsepsi dalam pembelajaran sains ( Kurniawan et al . , 2020 ; Savitri & Meilana , 2022 ; Siahaan & Dalam konteks ini , pengembangan instrumen tes yang dapat mengukur pemahaman siswa terhadap konsep-konsep , seperti tes 4TMC juga penting untuk mendukung evaluasi pembelajaran . Dengan demikian , upaya mengidentifikasi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konsep dalam pembelajaran IPA merupakan langkah krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan IPA ( Pratiwi et al . , 2021 ; Tarisa et al . , 2023 ). Analisis miskonsepsi dalam pembelajaran IPA akan berfokus pada eksplorasi teori-teori kognitif yang mendukung pemahaman dan analisis miskonsepsi , khususnya dalam konteks konstruktivisme . Konstruktivisme sebagai teori belajar , menekankan peran aktif peserta didik dalam membangun pemahaman mereka tentang pengetahuan melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan . Beberapa referensi utama memberikan wawasan tentang bagaimana konstruktivisme dapat diterapkan untuk mengatasi kesalahpahaman dalam pembelajaran sai…. 5(2), 162–182.

Syafila, A. E., Madura, U. T., & Inda, P. T. (2024). Analisis eksplorasi konsep pendidikan konstruktivis dalam pembelajaran berbasis proyek. 2(12).

Downloads

Published

31-12-2025

How to Cite

Nur Aini Intan Hasanah, Khoirun Nisa’, Luthfi Sekar Nismara, & Wulan Izzatul Himmah. (2025). Analisis Miskonsepsi Materi Gaya dan Gerak Mata Pelajaran Ipas Pada Siswa Kelas IV MI Ma’Arif Mangunsari : Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(3), 15770–15778. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4376