Self-Compassion pada Dewasa Awal dengan Fatherless

Penelitian

Authors

  • Mutia Shafa Zukhulaika Universitas Aisyiyah Yogyakarta
  • Ratna Yunita Setiyani Universitas Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4483

Keywords:

Self-Compassion, Fatherless, Dewasa Awal, Studi Kasus Kualitatif, Regulasi Emosi

Abstract

Fatherlessness is increasingly prevalent in Indonesia and has notable effects on emotional development, particularly during emerging adulthood. The absence of a father figure may hinder individuals’ ability to cultivate self-compassion. This study aims to explore the dynamics of self-compassion among emerging adults who experience fatherlessness. A qualitative case study approach was employed through in-depth interviews and observations with two emerging adult participants. Data were analyzed using Neff’s three components of self-compassion: self-kindness vs. self-judgment, common humanity vs. isolation, and mindfulness vs. over-identification. The findings show that both participants demonstrated low self-kindness and high self-judgment, reflected in excessive self-criticism and feelings of unworthiness. In the area of common humanity, participants tended to feel isolated and believed their suffering was unique. Regarding mindfulness, they recognized their emotions but often became overwhelmed by negative affect. This study concludes that fatherlessness significantly contributes to low self-compassion in emerging adults, particularly through patterns of self-criticism, emotional isolation, and difficulties in emotion regulation.

References

Abdussamad, H. Z., & Sik, M. S. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV. Syakir Media Press.

Aprilyasani, N. A. (2019). Hubungan antara keterlibatan ayah dan keterlibatan ibu dengan self-compassion pada remaja di Kota Bandung (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Indonesia).

Arifiati, R. F., & Wahyuni, E. S. (2024). Efektivitas intervensi Lee Silverman Voice Treatment (LSVT) BIG dalam meningkatkan keseimbangan pada kasus stroke. Medical Journal of Nusantara, 3(2), 63–70.

Ayatilah, S. N. T., & Savira, S. I. (2021). Self-compassion pada perempuan yang pernah menjadi korban bullying: Studi kasus. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 8(8), 212–226. https://doi.org/10.26740/cjpp.v8i8.41768

Aziz, A. N., Rahmatullah, A. S., & Khilmiyah, A. (2023). Peran Self- Compassion Terhadap Penguatan Kesehatan Mental Remaja di Panti Asuhan. Jurnal Psikologi: Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 10(2), 330–350. https://doi.org/10.35891/jip.v10i2.3727

Bloch, Jacob H. (2018). Self-compassion, Social Connectedness, and Interpersonal Competence. Graduate Student Theses, Dissertations, & Professional Papers. 11224.

Dartiningsih, B. E. (2016). Gambaran umum lokasi, subjek, dan objek penelitian. Buku Pendamping Bimbingan Skripsi, 129.

Fadhallah, R. A. (2021). Wawancara. Unj Press

Giyati, A. N., & Whibowo, C. (2023). Hubungan antara self-compassion dan regulasi emosi dengan stres pada dewasa awal. Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi, 22(1), 83–95.

Habsy, B. A. (2017). Seni memehami penelitian kualitatif dalam bimbingan dan konseling: studi literatur. Jurnal Konseling Andi Matappa, 1(2), 90–100.

Hardianita, S. L., Rini, A. P., & Pratitis, N. (2024). Penerimaan diri dan dukungan sosial dengan kebahagiaan pada perempuan dewasa awal fatherless. JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(1).

Hasmarlin, H., & Hirmaningsih, H. (2018). Self-compassion dan regulasi emosi pada remaja. Jurnal Psikologi, 15(2), 103–110. https://doi.org/10.24014/jp.v15i2.77

Iskandar, A. S., Prasetyo, E., & Mulya, H. C. (2023). Dinamika self-esteem pada emerging adulthood yang fatherless. Experientia: Jurnal Psikologi Indonesia, 11(2), 93–104. https://doi.org/10.33508/exp.v11i2.5122

keluarga/

Kusaini, Utami Niki, et al. (2024). Hubungan Dukungan Ayah Terhadap Perkembangan Anak. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 5414–5426.

Kushnir, I. (2025). Thematic analysis in the area of education: a practical guide.CogentEducation,12(1). https://doi.org/10.1080/2331186X.2025.2471645

Kuswoyo, C. A. D., Santi, D. E., & Kusumandari, R. (2023). Forgiveness pada penyintas perundungan: Bagaimana peranan dukungan sosial dan self- compassion? INNER: Journal of Psychological Research, 3(3), 427– 440.

Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39.

Lestari, M. P., & Murti, H. A. S. (2025). Hubungan social comparison dengan body dissatisfaction pada dewasa awal pengguna Instagram. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(2), 931–943.

Luthfia, L., & Zanthy, L. S. (2019). Analisis kesalahan menurut tahapan kastolan dan pemberian scaffolding dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Journal on Education, 1(3), 396–404.

Mahfudi, M. I. (2020). Hubungan keterlibatan ayah dengan self- compassion pada remaja yang melakukan self-harm (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Jakarta).

Mulyadi, D. L. D., Rohayati, N., & Maulidia, A. S. (2024). Kontribusi self- compassion terhadap psychological well-being dewasa awal yang mengalami quarter life crisis di Karawang. JURNAL PENELITIAN

Nasir, A., et al. (2023). Pendekatan fenomenologi dalam penelitian kualitatif.

Niami, M. (2021). Ketiadaan peran ayah dalam keluarga. Depok Pos. https://www.depokpos.com/2024/01/ketiadaan-peran-ayah-dalam-

Nimatuzahroh, S. P. M. S., & Prasetyaningrum, S. (2018). Observasi: Teori dan aplikasi dalam psikologi (Vol. 1). UMMPress.

Nuraini, Ratna Dewi. "Penerapan metode studi kasus YIN dalam penelitian arsitektur dan perilaku." INERSIA: lNformasi dan Ekspose hasil Riset teknik SIpil dan Arsitektur 16.1 (2020): 92-104.

Paputungan F. (2023). Developmental Characteristics of Early Adulthood: Developmental Characteristics of Early Adulthood. Journal of Education and Culture (JEaC), 3(1), 47-56. https://doi.org/10.47918/jeac.v3i1.1139

PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K), 5(2), 454– 462

Putri, A. F. (2019). Pentingnya orang dewasa awal menyelesaikan tugas perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35–40.

Ridwan, Adelia Pratiwi, Sri Hayati, and Sitti Syawaliyah Gismin. "Pengaruh Keberfungsian Keluarga Terhadap Penerimaan Diri Pada Dewasa Awal Di Kota Makassar." Jurnal Psikologi Karakter 3.2 (2023): 439-449.

Romadhona, Awallia, and Cahniyo Wijaya Kuswanto. “Dampak Fatherless Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini”. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 9, no. 1 (June 6, 2024): 101–112. AccessedJuly7,2025.https://ftk.uinbanten.ac.id/journals/index.php/assibyan/article/view/10017.

Srinova, R. (2024). Konsekuensi fatherless terhadap sosial dan psikologis anak dalam hukum keluarga Islam (Studi kasus di Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen) (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry Pascasarjana Hukum Keluarga).

Tahir, R. D., Fatimah, J. M., & Kahar, K. (2024). Interaksi simbolik dalam perbedaan konsep diri pada anak yang tidak memiliki figur ayah (fatherless). JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(5), 4697–4702.

Wahyuni, S., Khumas, A., & Jafar, E. S. (2023). Persepsi tentang pernikahan pada perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 2(6), 1050–1066.

Wendi, R. V., & Kusmiati, R. Y. E. (2022). Gambaran harga diri wanita dewasa awal yang mengalami fatherless akibat perceraian orang tua. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 7(3), 482–491.

Wijaya, R. B. A. (2021). Konsep diri pada masa dewasa awal yang mengalami maladaptive daydreaming. Al-Qalb: Jurnal Psikologi Islam, 12(2), 179–193.

Downloads

Published

23-12-2025

How to Cite

Zukhulaika, M. S., & Setiyani , R. Y. (2025). Self-Compassion pada Dewasa Awal dengan Fatherless: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(3), 14510–14523. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4483