On The Job Training Diabetes Melitus sebagai Risiko Penyakit Jantung di Desa Sri Kuncoro

Penelitian

Authors

  • Halimatussa’diah Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Wiwit Sulistyasmi Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Jon Farizal Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Ari Susanto Poltekkes Kemenkes Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4761

Keywords:

Diabetes Melitus; Jantung; Kader; pelatihan on the Job;

Abstract

Diabetes melitus sangat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular termasuk penyakit jantung iskemik, stroke, dan gagal jantung. Komplikasi kardiovaskular ini berkontribusi terhadap sebagian besar morbiditas dan mortalitas terkait diabetes mellitus.

Kader posyandu perlu meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini, pemantauan, dan pendampingan pasien DM, penyakit jantung, termasuk faktor risiko, gejala, dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat, meningkatkan pengetahuan dan kemapuan  kader kesehatan melalui on the job training diabetes melitus sebagai risiko penyakit jantung di desa Srikuncoro.

Identifikasi Kader mengikuti pelatihan. Pemberian materi pelatihan dan praktik cara penggunaan alat POCT dan alat tensimeter. Praktik Lapangan, pendampingan dan evaluasi program pengabdian masyarakat dilakukan secara bersamaan.

Dari 30 orang Kader yang mengikuti kegiatan dipilih 10 orang yang dilatih melakukan penyuluhan, menggunakan tensimeter dan alat POCT.

Kader melakukan penyuluhan dan pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan darah menggunakan alat POCT, pada saat pertemuan ibu ibu PKK di Balai Desa Srikuncoro. Dari 44 orang masyarakat yang telah diperiksa darahnya, didapatkan 2 orang yang gula darah dan kolesterolnya mengalami kenaikan. Kader yang telah dilatih, mampu menggunakan alat POCT dengan baik, dan melakukan pemeriksaan tanpa didampingi.

Kader mengetahui Diabetes melitus sebagai risiko penyakit jantung, meningkatnya ketrampilan kader menggunakan alat POCT dan tensimeter, melakukan edukasi, terbaginya alat POCT pada 5 kelompok kader kesehatan di Desa Srikuncoro. Disarankan untuk memberikan edukasi secara berkala mengenai penyakit Diabetes melitus sebagai risiko penyebab penyakit jantung.

References

Ananda Putri Upi M. (2024). Kader Kesehatan Mesti Menguasai 25 Keterampilan Dasar." 18 Apr. 2024, https://validnews.id/nasional/kader-kesehatan-mesti-menguasai-25-keterampilan- dasar

Bojer, A. S., Sørensen, M. H., Vejlstrup, N., Goetze, J. P., Gæde, P., & Madsen, P. L. (2020). Distinct non-ischemic myocardial late gadolinium enhancement lesions in patients with type 2 diabetes. Cardiovascular diabetology, 19(1), 184.

https://doi.org/10.1186/s12933-020-01160- y

Ervan., Halimatussa’diah., Syafei A. Pengaruh Manajemen Reduksi Ansietas terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus di Kota Bengkulu. (2023). Journal of International Multidisciplinary Research, 1(2), 1035-1039.

https://journal.banjaresepacific.com/index.php/jimr/article/view/174

Herini, Elisabeth & Kusumadewi, Melina & Yusmiyati, Yusmiyati & Isnoor, Adeta. (2020). Pelatihan pada Kader Kesehatan dan Pembentukan Kelas Kesehatan “Hidup Sehat Dengan Diabetes melitus” Desa Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement). 6. 10.22146/jpkm.31050. https://journal.ugm.ac.id/jpkm/article/download/31050/31382

Lestari, I. T., Marfu, N., Fatihah, N. I., Dewi, Y. R., Syukria, A., & Mufida, S. (2025). Health education and medical screening for community well-being in Sriwedari Village. Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang, 10(August), 666–678.

Mustika, A., Hernaningsih, Y., Wardhani, P., Khaerunnisa, S., Nunki, N., Sidiq, A. V., Triastuti, F., Desianto, M. R., Saputra, A., Ersanto, N., Putri, W. R., & Sari, D. I. (2024). Correlation Glucose , Uric Acid , and Cholesterol Levels Towards Health Conditions in the Highlands : POCT Approach. 30(3), 206–211.

Relawati, Ambar & Lestari, Nina & Satria, Faudyan. (2022). Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Mengelola Kesehatan di Masa Pandemi. 10.18196/ppm.43.615.

https://prosiding.umy.ac.id/semnasppm/index.php/psppm/article/download/615/687.

Rajbhandari, J., Fernandez, C. J., Agarwal, M., Yeap, B. X. Y., & Pappachan, J. M. (2021). Diabetic heart disease: A clinical update. World journal of diabetes, 12(4), 383–406. https://doi.org/10.4239/wjd.v12.i4.383

Tambunan, N. A., Santoso, A. H., Gunaidi, F. C., Aulia, T., & Febriana, N. (2025). Deteksi Dini Hipertensi dan Edukasi Gaya Hidup Sehat pada Dewasa Produktif: Studi Pengabdian di Grogol. Health Community Service (HCS), 3(1), 18–22.

Torawoba, O. R., Nelwan, J. E., & Asrifuddi, A. (2021). Diabetes Melitus Dan Penyakit Jantung Koroner Pada Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit. Kesmas, 10(4), 87–92. https://ejournal.unsrat.ac.id/v2/index.php/kesmas/article/view/33689/0

Utami, N., & Azam, M. (2019). Kejadian Penyakit Jantung Koroner pada Penderita Diabetes melitus. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 3(2), 311-323. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/article/view/23692

Wahidin, M., Achadi, A., Besral, B. et al. Projection of diabetes morbidity and mortality till 2045 in Indonesia based on risk factors and NCD prevention and control programs. SciRep 14, 5424 (2024). https://doi.org/10.1038/s41598-024-54563-2

https://www.nature.com/articles/s41598-024-54563-2citeas

Zulet, P., Islas, F., Ferrández-Escarabajal, M. et al. Diabetes melitus Is Associated to High- Risk Late Gadolinium Enhancement And Worse Outcomes In Patients With Nonischemic Dilated Cardiomyopathy. Cardiovasc Diabetol 23, 35 (2024). https://doi.org/10.1186/s12933- 024-02127-z

Downloads

Published

15-01-2026

How to Cite

Halimatussa’diah, Wiwit Sulistyasmi, Jon Farizal, & Ari Susanto. (2026). On The Job Training Diabetes Melitus sebagai Risiko Penyakit Jantung di Desa Sri Kuncoro: Penelitian . Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(3), 17511–17518. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4761