Analisis Kepastian Hukum Terkait Pencegahan Tindak Pidana Penipuan Online Berdasarkan Undang-Undang ITE
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4937Keywords:
Online Fraud, ITE Law, Legal Certainty, Prevention, Electronic System ProvidersAbstract
The digital revolution has triggered a surge in cybercrime, particularly online fraud through phishing schemes that significantly detriment banking customers. The primary objective of this study is to examine the regulation and implementation of online fraud prevention provisions under the ITE Law, as well as to analyze the legal certainty regarding these preventive measures. The research methodology employed is normative legal research with a statute approach, utilizing data collected through literature studies. The results indicate that while preventive regulations are established under Article 28 paragraph (1) and Article 40 paragraphs (2a) and (2b) of the ITE Law, their practical implementation remains reactive and ineffective. The analysis of legal certainty reveals a discrepancy between das sollen and das sein, caused by the delayed response of Electronic System Providers (PSE), the absence of a Rapid Response Time Standard (RRTS), and violations of the bank's principle of professionalism in handling emergency customer complaints. In conclusion, legal certainty can be achieved by synchronizing normative clarity, professional and rapid banking responses, and the establishment of a clear liability mechanism for damages resulting from the operational negligence of Electronic System Providers (PSE).
References
Anugerah, F. (2022). Pencurian data pribadi di internet dalam perspektif kriminologi. Jurnal Komunikasi Hukum, 8(1). https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/jkh
Assegaf, V. N. (2024). Upaya pencegahan tindak pidana penipuan arisan online Indonesia. Jurnal Ilmu Pengetahuan Naratif, 5(4). https://ijurnal.com/1/index.php/jipn
Faizah Nurfahda, A., Putri, A. J., Yardi, N. A., & Deni, F. (2024). Analisis penipuan online dalam bentuk phishing menurut perspektif hukum Indonesia. Sahid Banking Journal, 4(1). https://jurnal.febi-inais.ac.id/index.php/SahidBankingJ
Fitri, S. (2022). Politik hukum pembentukan cyber law Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, Perundang-Undangan dan Pranata Sosial, 7(1).
Hukum Acara Pidana Indonesia. (n.d.). Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Indonesia. (2016). Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Koswara, W. (2022). Implementasi peraturan perlindungan data pribadi. Paradigma Hukum Pembangunan, 7(2). https://www.suara.com/tekno/2022/01/01/015822/daftar-kasus-kebocoran-data-di-indonesia-selama-
Kurnia, I. (2024). Hukum pidana siber: Aspek teoretis dan praktis dalam era digital di Indonesia. CV Eureka Media Aksara.
Maskun, M., & Saloko, W. M. (2017). Aspek hukum penipuan berbasis internet. Keni Media.
Sahlepi, M. A. (2023). Tinjauan yuridis terhadap tindak pidana penipuan secara online ditinjau dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(6), 1402–1412.
Situmeang, S. M. T. (2021). Penyalahgunaan data pribadi sebagai bentuk kejahatan sempurna dalam perspektif hukum siber. SASI, 27(1), 38. https://doi.org/10.47268/sasi.v27i1.394
Sulubara, S. M. (2025). Perlindungan hukum tindak pidana cybercrime dalam cyberlaw di Indonesia: Perkembangan teknologi dan tantangan hukum dalam mewujudkan cybersecurity. CV Tahta Media Group.
Syah, R. (2023). Strategi kepolisian dalam pencegahan kejahatan phishing melalui media sosial di ruang siber. Jurnal Impresi Indonesia, 2(9), 864–870. https://doi.org/10.58344/jii.v2i9.3594
Tamo Ama, J., & Kadir, S. A. (2024). Tinjauan yuridis terhadap tindak pidana penipuan online. Media Hukum Indonesia (MHI), 2(2), 241. https://doi.org/10.5281/zenodo.11318026
Tangkary, S., Hartono, H., Ameliah, R., Ahmad, D., Ningrum, D. W., Styawan, H., Harinanda, I. R. L. I., Magdalena, M., & Butar Butar, R. (2018). Keamanan siber untuk e-commerce (D. B. U. & I. Banyumurt, Eds.). Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. https://www.literasidigital.id
Tarantang, J., Pelu, I. E. A. S., Akbar, W., Kurniawan, R., & Wahyuni, A. S. (2023). Perlindungan hukum terhadap nasabah bank dalam transaksi digital. Morality: Jurnal Ilmu Hukum, 9(1), 15. https://doi.org/10.52947/morality.v9i1.321
Widya, S. (2025). Mengenal phishing: Ancaman nyata di era digital. Widya Security Team.
Yaqin, H., Heriyanto, H., & Dairani, D. (2025). Analisis yuridis perlindungan hukum terhadap korban tindak pidana penipuan dalam transaksi e-commerce. Maras: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 3(1), 411–418. https://doi.org/10.60126/maras.v3i1.790
Subyanto, W. (2022, June 9). Ngeri, cuma klik link dari pesan WhatsApp rekening nasabah BRI terkuras hingga Rp11 miliar. Nextren. https://nextren.grid.id/read/013320306/ngeri-cuma-klik-link-dari-pesan-wa-rekening-nasabah-bri-terkuras-hingga-rp-11-miliar?page=all
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Elshavira Suryaning Tyas Shavira

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












