Optimalisasi Prestasi Belajar Geografi Melalui Metode Kooperatif Tipe Scramble pada Siswa Sekolah Menengah Atas
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5087Keywords:
Cooperatif Learning, Scramble, Academic AchievmentAbstract
This study primarily focuses on enhancing the academic achievement in Geography among students of Class XI IPS 4 at SMA Negeri 1 Cibitung through the implementation of the Scramble cooperative learning model. The research was initiated in response to the issue of low average daily assessment scores (65), which fell below the established Minimum Completeness Criteria (Kriteria Ketuntasan Minimal or KKM) of 72. This condition was attributed to the predominance of conventional lecture methods and a decline in student concentration during afternoon sessions. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model, conducted across three progressive cycles, each encompassing the stages of planning, action, observation, and reflection. The research subjects comprised 34 students from Class XI IPS 4. Data analysis revealed a positive and consistently significant trend in learning outcomes across each cycle. In the first cycle, the average post-test score was 66. This increased to 70.52 in the second cycle and experienced a significant surge to 81.41 in the third cycle. Furthermore, the classical completeness rate at the end of Cycle III was recorded at 85.29%, effectively surpassing the predetermined success indicator of 75%. Consequently, it can be concluded that the implementation of the Scramble technique is proven effective in stimulating student motivation and conceptual understanding through creative material arrangement activities.
References
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Dimyati & Mudjiono. (2009).Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Wardoyo, S. (2013).Pendidikan Geografi: Konsep dan Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Purwanto, N. (2014).Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Wulan Septiyani. (2019).Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Scramble dalam Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS 4 Semester Ganjil Tahun Ajaran 2018/2019 di SMA Negeri 1 Cibitung. (Skripsi tidak diterbitkan).
Solihatin, E. & Raharjo. (2008).Cooperative Learning: Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara.
Slavin, R. E. (2015).Cooperative Learning: Teori, Riset, dan Praktik. Bandung: Nusa Media.
Komalasari, K. (2013).Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi. Bandung: Refika Aditama.
Shoimin, A. (2014).68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Putra, I. G. D., et al. (2020). Peran Model Pembelajaran Scramble dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA.Jurnal Pendidikan Dasar, 1(1), 1-10.
Bone, A. A. (2024).BAB II Kajian Pustaka. Digilib IAKN Toraja.
Jumiati, J. (2019).BAB II Kajian Teori. Digilib UPGRI NK.
Laia, N. (2023). Pengaruh metode pembelajaran scramble terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Swasta Fajar Mas Lahusa pada materi sistem.Tsaqofah, 19(2), 150-165.
Girsang, S. L. (2025).BAB II Tinjauan Pustaka. Portal Universitas Quality.
Ramadhan, R. (n.d.).Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Scramble. Repository UIN Suska.
Maslinda. (2025).Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Scramble. Digilib UIN Khas.
Ardi, M., Guswita, R., & Agrita, T. W. (2025). Peningkatan Proses Belajar dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Melalui Model Scramble di Kelas V SDN 195/VIII Kab.Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 1(1), 1-10.
Arikunto, S. (2013).Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Lestari, F. I., Mustolikh, M., & Sriwanto, S. (2015). Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Geografi Melalui Model Pembelajaran Scramble Kelas X9 Di Man Purwokerto.Geo Edukasi, 4(1).
Slameto. (2013).Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaniago, S., & Yeni, D. F. (2022). Analisis penerapan kurikulum merdeka belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran geografi di MAN I Koto Baru.Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Sulawesi Tenggara, 1(1), 1-10.
Fina, S. N., Suasti, Y., & Ernawati, E. (2024). Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi di Era Kurikulum Merdeka Untuk Meningkatkan Hasil Belajar.Geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi, 5(1), 1-10.
Tampubolon, S. (2014).Penelitian Tindakan Kelas sebagai Pengembangan Profesi Pendidik dan Keilmuan. Jakarta: Erlangga.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2005).Participatory Action Research: Communicative Action and the Public Sphere. Sage Publications.
Ilham, et al. (2020). The Effect of Scramble Learning Model on.Gentala: Jurnal Pendidikan Dasar, 1(1), 1-10.
Perhitungan ulang persentase ketuntasan klasikal siklus II: Jika rata-rata post-test 70.52 dan KKM 72, maka jumlah siswa yang tuntas adalah 21 dari 34 (sekitar 61.76%). Ini mengoreksi angka 38.23% yang mungkin merupakan kesalahan ketik di dokumen asli.
Saleh, R. (2024). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata.Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1(1), 1-10.
ResearchGate. (2025).Efektivitas Metode Pembelajaran Scramble dalam Meningkatkan Hasil Belajar Geografi di SMAN 1 Enam Lingkung. (PDF) Efektivitas Metode Pembelajaran Scramble dalam Meningkatkan Hasil Belajar Geografi di SMAN 1 Enam Lingkung. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/397228658_Efektivitas_Metode_Pembelajaran_Scramble_dalam_Meningkatkan_Hasil_Belajar_Geografi_di_SMAN_1_Enam_Lingkung
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Amin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












