Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Di Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Simpang Kubu
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v1i3.52Keywords:
Toga, Covid 19, Kesehatan Masyarakat, Ekonomi kreatif.Abstract
Kabupaten Kampar adalah salah satu Kabupaten yang berad di Provinsi Riau. Masyarakat Kampar telah lama mengenal dan memanfaatkan tumbuhan obat sebagi obat tradisional. Oleh karena itu tujuan dari dilakukannya PKM ini adalah untuk memberikan pengarahan dan sosialisasi kepada ibu-ibu di Desa Simpang Kubu tentang budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) supaya mereka lebih paham dan lebih berdaya untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi dimasa pandemi Covid 19 dan tentang mahalnya biaya pengobatan. Program yang ditawarkan adalah supaya mitra termotivasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan mereka lebih berdaya melakukan pengobatan. Salah satu permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pengetahuan dan informasi yang dimiliki untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang lebih produktif. Adapun manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain adalah agar masyarakat lebih berdaya menghindari ancaman bahaya Covid-19 dengan mewujudkan kemandirian obat melalui TOGA. Penelitian ini menggunakan metode perencanaan/ persiapan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi. Hasil penelitian menujukkan adanya peningkatan pengetahuan dari peserta tentang khasiat aneka jenis tanaman obat serta keterampilan mengolah tanaman obat menjadi bahan minuman untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di masa pandemi covid-19.
References
Departemen Kesehatan RI. 1983. Pemanfaatan Tanaman Obat. Edisi III. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.
Fauziah Muhlisah. 2000. Taman Obat Keluarga (TOGA). Jakarta: Penebar Swadaya.
Hastuti dan Dyah Respati SS. 2009. Model Pemberdayaan Perempuan Miskin Berbasis Pemanfaatan Sumberdaya Perdesaan Sebagai Upaya Pengentasan Kemiskinan di Perdesaan Lereng Merapi Selatan. Laporan Akhir Hibah Bersaing. Yogyakarta: UNY.
Hutasuhut, J. 2021. Pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga pada era new Normal melalui pemanfaatan pekarangan rumah Dengan tanaman obat keluarga (toga) di desa saentis kec.percut sei tuan kab. Deli serdang. Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah. https://www.researchgate.net/publication/354058914.
Martono, Y., Andreas, S., dan Slamet, W. 2018. Sarana Budidaya Tanaman Obat Keluarga (SABDA TOGA) untuk Daerah Perkotaan di RT 04 dan RT 06 RW 07 Kelurahan Tegalrejo Salatiga. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Volume 1 Nomor 1 Agustus 2018.
Peter, J. H. and B. P. (2011).The role of plant in traditional medicinal and current therapy.The Journal of Alternative and Complementary Medicine, 95, 1(2): 131-143.
Tukiman. 2004. Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Untuk Kesehatan Keluarga. Bagian Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. USU: Digital Library.
Wirasisya, D. G., Yohanes, J., dan Alqadri, B. 2018. Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Sosialisasi Penggunaan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Di Desa Tembobor. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 15 nomor 1 (E-ISSN: 2597-8926 dan P-ISSN: 0216-7484).
Zaki, H.P., Gandaseca, S., Rashidi, M. N., Ismail, H.M. 2019 Traditional Usage of Medicinal Plants by Temiar Tribes in the State of Kelantan, Peninsular Malaysia. Journal Forest and Society Vol 3 (2) : 227-234.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 awari susanti, Vebrita Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












