Menjembatani Komunitas Tuli dan Dengar melalui Pelatihan Komunitas untuk Kesehatan Mental
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5252Keywords:
Tuli, kesehatan mental, ahli kesehatan mentalAbstract
Masalah kesehatan mental lebih banyak ditemukan pada komunitas Tuli dibandingkan populasi dengar, namun banyak kebutuhan belum terpenuhi akibat keterbatasan pengetahuan kesehatan mental di kalangan Tuli serta kurangnya pemahaman tentang bahasa dan budaya Tuli di kalangan profesional kesehatan mental dengar. Pelatihan bersama berbasis komunitas dilakukan di Jakarta, Indonesia, dengan melibatkan 18 pemimpin Tuli serta 13 ahli (psikolog dan psikiater) untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam menjawab kebutuhan kesehatan mental Tuli. Metode pelatihan menggunakan edukasi kesehatan dengan pre/post-test tentang pengetahuan dan refleksi diri, skrining kesehatan mental peserta Tuli, dan diskusi bersama bertema kesehatan mental. Data dikumpulkan melalui Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20), diskusi kelompok Tuli–dengar, serta tes pengetahuan dan refleksi diri pra dan pascapelatihan. Hasil menunjukkan bahwa 77% pemimpin Tuli terindikasi memiliki masalah kesehatan mental dan 32% melaporkan ide bunuh diri. Diskusi menyoroti tema antara lain kebutuhan mendesak akan layanan kesehatan mental yang aksesibel, program dukungan sebaya, dan kebijakan layanan kesehatan yang inklusif. Pascapelatihan, terdapat perbaikan rata-rata skor pengetahuan (4% Tuli, 43,65% profesional), dan pemahaman atau refleksi diri antara lain pemimpin Tuli terhadap gejala kesehatan mental meningkat dari 65% menjadi 90%, sementara kesadaran profesional tentang pentingnya bahasa dan budaya Tuli dalam konsultasi meningkat dari 75% menjadi 92%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan bersama berbasis komunitas bagi pemimpin Tuli dan profesional kesehatan mental dapat secara efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan mental, pemahaman bersama, dan kolaborasi lintas komunitas. Pendekatan ini penting untuk memperkuat dukungan sebaya, meningkatkan akses layanan, serta mendorong kebijakan layanan kesehatan yang inklusif dan lebih responsif terhadap kebutuhan kesehatan mental komunitas Tuli.
References
Austen, S., & Holmes, D. (2021). An introductory guide for professionals: Working with deaf and hard of hearing clients. Independently published.
Borghouts, J., Neary, M., Palomares, K., De Leon, C., Schueller, S. M., Schneider, M., Stadnick, N., Mukamel, D. B., Sorkin, D. H., & Brown, D. (2022). Understanding the potential of mental health apps to address mental health needs of the deaf and hard of hearing community: mixed methods study. JMIR Human Factors, 9(2), e35641.
Fellinger, J., Holzinger, D., Dobner, U., Gerich, J., Lehner, R., Lenz, G., & Goldberg, D. (2005). Mental distress and quality of life in a deaf population. Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology, 40(9), 737–742.
Kushalnagar, P., Reesman, J., Holcomb, T., & Ryan, C. (2019). Prevalence of anxiety or depression diagnosis in deaf adults. The Journal of Deaf Studies and Deaf Education, 24(4), 378–385.
Ladd, P. (2003). Understanding deaf culture: In search of deafhood. Multilingual Matters.
Lintuuran, R. M. W., Klein, H., Wijaya, L. L., Moodoeto, A. N., & Williams, A. S. (2025). Relationship Between Sociodemographic and Mental Health Problems in Indonesia’s Deaf Community. Indonesian Health Journal, 4(4), 134–140.
Maulana, I., Suryani, S., Sriati, A., Sutini, T., Widianti, E., Rafiah, I., Hidayati, N. O., Hernawati, T., Yosep, I., & Hendrawati, H. (2019). Penyuluhan Kesehatan Jiwa untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Masalah Kesehatan Jiwa di Lingkungan Sekitarnya. Media Karya Kesehatan, 2(2).
McDonnall, M. C., Crudden, A., LeJeune, B. J., & Steverson, A. C. (2017). Availability of mental health services for individuals who are deaf or deaf-blind. Journal of Social Work in Disability & Rehabilitation, 16(1), 1–13.
Nations, U. (2006). Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD), U. New York: Division for Social Policy and Development Disability, 1–31.
Rogers, K. D., Lovell, K., Bower, P., Armitage, C. J., & Young, A. (2025). What are Deaf sign language users’ experiences as patients in healthcare services? A scoping review. PLOS Global Public Health, 5(2), e0003535.
Rogers, K. D., Rowlandson, A., Harkness, J., Shields, G., & Young, A. (2024). Health outcomes in Deaf signing populations: A systematic review. Plos One, 19(4), e0298479.
Shields, G. E., Rogers, K. D., Young, A., Dedotsi, S., & Davies, L. M. (2020). Health state values of deaf British Sign Language (BSL) users in the UK: An application of the BSL version of the EQ-5D-5L. Applied Health Economics and Health Policy, 18(4), 547–556.
Undang-Undang, R. I. (2016). Undang-undang republik indonesia nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rivo Mario Warouw Lintuuran, Laura Lesmana Wijaya, Herbert Klein, Adhesatya Ningsih Moodoeto, Michelle Layanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












