Uji Toksisitas Akut LC50 Limbah Cair Tahu Terhadap Ikan Nila (Orechromis niloticus) dengan Metode Renewal Test
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5354Keywords:
LC50, limbah cair tahu, Oreochromis niloticus, uji toksisitas akut, kualitas airAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Konsentrasi Letal 50% (LC50) limbah tahu pada ikan nila (Oreochromis niloticus) dan menganalisis hubungan antara parameter kualitas air dan mortalitas ikan. Pengujian toksisitas akut dilakukan selama 96 jam menggunakan metode uji peremajaan dengan ikan nila sebagai organisme uji. Percobaan terdiri dari beberapa konsentrasi limbah tahu, dan larutan uji diperbarui setiap 24 jam. Data mortalitas dicatat dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Minitab untuk menentukan nilai LC50. Hasil menunjukkan bahwa nilai LC50 96 jam adalah 8,545%, sedangkan nilai Satuan Toksisitas Akut (TUa) adalah 11,70, menunjukkan bahwa limbah tahu menunjukkan toksisitas akut yang tinggi. Analisis kualitas air menunjukkan Kebutuhan Oksigen Biologis (BOD) sebesar 871,62 mg/L, Kebutuhan Oksigen Kimia (COD) sebesar 2.149,66 mg/L, Total Padatan Tersuspensi (TSS) sebesar 947,82 mg/L, pH 4,08, dan konsentrasi amonia 3,81 mg/L, yang semuanya melebihi standar kualitas air yang ditetapkan. Peningkatan konsentrasi air limbah dikaitkan dengan tingkat kematian ikan nila yang lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa air limbah tahu yang tidak diolah berpotensi menurunkan kualitas air secara signifikan dan menimbulkan risiko serius bagi organisme akuatik, menekankan perlunya pengolahan air limbah yang tepat sebelum dibuang ke lingkungan.
References
Agung Tuhu, & Winata, H. S. (2010). Pengolahan air limbah industri tahu menggunakan teknologi plasma. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 2(2), 19–28.
APHA. (1995). Standard methods for the examination of water and wastewater (19th ed.). Washington DC: American Public Health Association.
Chan, A. A. (2016). Produksi biogas dan penyisihan COD dari limbah cair tahu. Jurnal Mahasiswa Teknik Lingkungan UNTAN, 1(1).
Christin, F., Elystia, S., & Yenie, E. (2015). Uji toksisitas akut limbah cair tahu terhadap Daphnia magna dengan metode renewal test. JOM FTEKNIK, 2(2), 1–9.
Effendi, H. (2003). Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Yogyakarta: Kanisius.
Hardiono, & Rahmawati. (2014). Uji LC50 limbah tahu terhadap ikan nila (Oreochromis niloticus). Banjarbaru: Jurusan Kesehatan Lingkungan.
Herlambang. (2005). Gas-gas dalam limbah cair tahu. Tesis. Universitas Diponegoro.
Husni, H., & Esmiralda. (2012). Uji toksisitas akut limbah cair tahu terhadap ikan mas (Cyprinus carpio L.). Padang: Universitas Andalas.
Nasik. (2015). Studi pengolahan limbah cair tahu menggunakan koagulan PAC. Skripsi. UIN Sunan Kalijaga.
Nurliansyah, M. I. (2016). Efektivitas tanaman genjer dalam menurunkan BOD dan COD limbah cair tahu. Jurnal Teknik Lingkungan, 4(1).
Nurlina. (2015). Efektivitas penggunaan tawas dan karbon aktif pada pengolahan limbah cair tahu. Skripsi. Universitas Tanjungpura.
Oktafiansyah, A. (2015). Analisis kesesuaian kualitas air Sungai Landak untuk budidaya perikanan. Pontianak: UM Pontianak.
Pramleonita, M., Yulianti, N., Ridha, A., & Supriyono, E. W. (2018). Parameter fisika dan kimia air kolam ikan nila hitam (Oreochromis niloticus). Jurnal Perikanan, 8(1), 24–34.
SNI 7550. (2009). Produksi ikan nila (Oreochromis niloticus). Jakarta: BSN.
U.S. Environmental Protection Agency. (2002). Methods for measuring the acute toxicity of effluents and receiving waters (5th ed.). Washington DC.
Wulandari, A. (2016). Uji toksisitas limbah cair tahu terhadap Daphnia magna. Skripsi. Universitas Tanjungpura.
Zunita, I. N. (2012). Pengaruh pakan terhadap pertumbuhan ikan nila. Universitas Diponegoro.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Senang Sadah, Suci Pramadita, Jumiati Jumiati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












