Pengaruh ROM terhadap Risiko Jatuh Pasien Stroke Non Hemoragik di RSUD Mokopido Tolitoli
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5543Keywords:
Non-Hemorrhagic Stroke, Range of Motion (ROM), Fall Risk, Stroke Rehabilitation, Muscle StrengthAbstract
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh aktivitas range of motion (ROM) terhadap risiko jatuh pada pasien post stroke non hemoragik di ruang rawat inap RSUD Mokopido Tolitoli. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi-experiment. Populasi dalam penelitian adalah pasien yang mengalami stroke non hemoragik selama Januari s.d September 2025 yang berjumlah 142 orang pasien. Sampel ditentukan dengan sampel minimal penelitian eksperimen yaitu 20 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional stratified sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko jatuh pada responden sebelum dilakukan intervensi ROM sebagian besar adalah resiko tinggi dan setelah dilakukan intervensi ROM sebagian besar adalah resiko rendah, sedangkan hasil uji statistik T Test diperoleh p value 0,000 <0,05. Terdapat pengaruh aktivitas range of motion (ROM) terhadap risiko jatuh pada pasien post stroke non hemoragik di ruang rawat inap RSUD Mokopido Tolitoli Bagi pihak RSUD agar menjadikan intervensi ROM sebagai bagian dari standar pelayanan rehabilitasi bagi pasien stroke.
References
Aisiyah, A.N. (2021) Pengaruh Range of Motion (Cylindrical Grip) Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke. Skripsi. Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
Anita Shinta Kusuma (2020) ‘Penerapan Prosedur Latihan Range of Motion (ROM) Pasif Sedini Mungkin Pada Pasein Stroke Non Hemoragik (SNH).’, Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(10), pp. 1015–1021.
Azizah, N., and Wahyuningsih, W. (2020) ‘Genggam Bola Untuk Mengatasi Hambatan Mobilitas Fisik Pada Pasien Stroke Non Hemoragik. ’, Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 4(1), pp. 35–42.
Fadhilah Rahmatul (2024) ‘Perbandingan Terapi Range of Motion (ROM) Terhadap Resiko Jatuh Dan Kemandirian Activity Daily Living (ADL) Pada Lansia Di Lembaga Kesejahteraan Sosial Aceh’, Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 7(2), pp. 7–16.
Fatmawati (2022) Pengaruh Latihan Range Of Motion Terhadap Resiko Jatuh Pada Pasien Post Stroke Non Hemoragik Di Poli Saraf RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Cendekia Medika.
Ferawati et al. (2020) Stroke Bukan Akhir Segalanya (Cegah dan Atasi Sejak Dini). 2nd ed. Bogor: Guepedia.
Fredy (2022) Terapi ROM Pada Lansia. Banten: CV Mitra Cendekia Media.
Listiana, D. (2021) ‘Pengaruh Terapi Latihan Range Of Motion (Rom) Aktif dan Kompres Hangat Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien Post Stroke.’, JIKP Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah, 10(2), pp. 174–183.
Maun, W. et al. (2020) ‘Penurunan Risiko Jatuh pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Latihan Keseimbangan di Paralel Bar’, PAMERI: Pattimura Medical Review, 2(1), pp. 26–35.
RSUD Mokopido Tolitoli (2025) Data Kejadian Stroke Non Hemoragik . Tolitoli.
Sriwarni Kristina Gulo (2019) Pengaruh Range of Motion Aktif-Assistif Latihan Fungsional Tangan Terhadap Rentang Gerak Sendi Pada Pasien Stroke Non Hemoraguk Di RSUP Haji Adam Malik. Skripsi. STIKes Santa Elisabeth.
Tamburian (2020) ‘Hubungan antara Hipertensi, Diabetes Melitus, dan Hiperkolesterolemia dengan Kejadian Stroke Iskemik’, Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine Current Archives Announcements About , 1(1), pp. 36–47.
Wibowo, K.A. (2022) Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Ny. T Dengan Gangguan Mobilitas Fisik Akibat Stroke Non Hemoragik di Desa Karang Asih Tahun 2022. Skripsi. Universitas Medika Suherman.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ida Muthi’ah, Suaib Suaib, Arfiah Arfiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












