Kecerdasan Emosional Guru dan Implikasinya Terhadap Motivasi Belajar Anak Usia Dini

Penelitian

Authors

  • Diana Aprianti UIN STS Jambi
  • Siti Mariah Ulfah UIN STS Jambi
  • Nurlinda UIN STS Jambi

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5568

Keywords:

Teacher Emotional Role, Learning Motivation, Early Childhood, Playgroup, Early Childhood Education

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran emosional guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak kelompok bermain di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cinta Kasih Desa Siau Dalam, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar sebagian anak yang ditandai dengan kurangnya fokus, partisipasi aktif, serta keberanian menyampaikan pendapat dalam kegiatan pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru dan anak kelompok bermain. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran emosional guru memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar anak. Guru yang menunjukkan sikap empati, kesabaran, perhatian, dan kehangatan emosional mampu menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan suportif. Strategi yang dilakukan guru meliputi membangun kedekatan emosional dengan anak, memberikan penguatan positif berupa pujian dan dukungan, serta merespons kebutuhan emosional anak secara tepat selama proses pembelajaran. Kondisi tersebut membuat anak merasa aman dan nyaman sehingga lebih berani berpartisipasi, menunjukkan antusiasme, dan terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kompetensi emosional guru merupakan faktor penting dalam menumbuhkan motivasi belajar anak usia dini secara optimal dan berkelanjutan.

References

Adhandayani, A. (2020). Modul metode penelitian 2 (kualitatif): Metode observasi dalam penelitian kualitatif (Vol. 8, No. 75). Universitas Esa Unggul.

Amrindono. (2024). Perkembangan anak dalam perspektif Islam. Smart Kids: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 1–11.

Ardiansyah, & Dkk. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9.

Astuti, S. W., et al. (2022). Pengaruh kompetensi kepribadian guru terhadap kecerdasan emosional anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Adzkia III Padang. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 115–126.

Aulina, C. N. (2023). Penerapan metode Whole Brain Teaching dalam meningkatkan motivasi belajar anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 45–56.

Erikson, E. H. (1963). Childhood and society (2nd ed.). W. W. Norton & Company.

Fadhilah, N., & Indriyani, R. (2023). Strategi guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak usia dini melalui pendekatan emosional. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 45–56.

Goleman, D. (2009). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. Bantam Books.

Huda, A. M. (2022). Peran guru dalam motivasi belajar anak usia dini di RA Muslimat NU Masyithoh 13 Sokaraja. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(2), 89–101.

Maslow, A. H. (2022). A theory of human motivation. Martino Publishing.

Mingkid, E., et al. (2022). Kompetensi kepribadian guru dalam membentuk karakter anak usia dini. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(3), 201–210.

Nissa, K. (2021). Profesionalisme guru dalam pendidikan anak usia dini. Jurnal Kependidikan Islam, 6(1), 70–82.

Rogers, C. (2022). On becoming a person: A therapist’s view of psychotherapy. Houghton Mifflin.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2020). Intrinsic and extrinsic motivation from a self-determination theory perspective: Definitions, theory, practices, and future directions. Contemporary Educational Psychology, 61, 101860.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Uno, H. B. (2024). Motivasi belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Bumi Aksara.

Yenti, et al. (2014). Peran emosional dalam perkembangan individu. Jurnal Psikologi Pendidikan, 3(1), 1–10.

Downloads

Published

02-03-2026

How to Cite

Diana Aprianti, Siti Mariah Ulfah, & Nurlinda. (2026). Kecerdasan Emosional Guru dan Implikasinya Terhadap Motivasi Belajar Anak Usia Dini: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 21716–21723. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5568