Register Tuturan Anak dalam Permainan Ucing Sumput di Kampung Babakan Salam: Analisis Sosiolinguistik

Penelitian

Authors

  • Nurul Linda Rahmawati Universitas padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5586

Keywords:

Register, Sosiolinguistik, Ucing Sumput, Tuturan Anak, Bahasa Sunda

Abstract

Permainan tradisional menjadi ruang penting bagi anak untuk mengembangkan kompetensi sosiolinguistik melalui interaksi sebaya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk leksikal dan fungsi sosiolinguistik register tuturan anak dalam permainan ucing sumput di Kampung Babakan Salam, Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi partisipatif, rekaman, dan pencatatan terhadap tuturan anak laki-laki usia 6–11 tahun yang bermain secara alamiah. Data ditranskripsikan, diklasifikasikan ke dalam leksikon peran, tindakan, status, formula hitungan, serta ungkapan ekspresif dan eliptis, kemudian dianalisis dengan konsep register, gaya, dan komunitas praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan ucing sumput membentuk register khas yang ditandai leksikon teknis (ucing, dua lima, hong, asin, katepel), formula hitungan tereduksi (ji, wa, lu, pat), dan struktur eliptis yang mendukung respons cepat. Register ini berfungsi mengatur alur permainan, menegosiasikan aturan dan sanksi, serta memperkuat solidaritas kelompok melalui gaya tutur santai, alih kode Sunda–Indonesia, dan interjeksi populer. Penelitian menyimpulkan bahwa ucing sumput berperan sebagai “laboratorium bahasa” tempat anak Sunda belajar mengelola peran sosial, keadilan, dan identitas linguistik dalam komunitas lokal mereka.


Traditional games provide an important space for children to develop sociolinguistic competence through peer interaction. This study describes the lexical forms and sociolinguistic functions of children’s speech register in the Sundanese hide-and-seek game ucing sumput in Kampung Babakan Salam, Garut. A descriptive qualitative approach was used, involving participatory observation, audio recording, and note-taking of naturally occurring play among boys aged 6–11 years. The utterances were transcribed, classified into role, action, and status lexicon, counting formulas, and expressive and elliptical expressions, then analyzed using the concepts of register, style, and community of practice. The findings show that ucing sumput forms a distinctive register marked by technical lexical items (ucing, dua lima, hong, asin, katepel), reduced counting formulas (ji, wa, lu, pat), and elliptical structures that support rapid responses. This register regulates the flow of the game, mediates rule and sanction negotiation, and strengthens peer solidarity through casual style, Sundanese–Indonesian code-switching, and popular interjections. The study concludes that ucing sumput functions as a “language laboratory” where Sundanese children learn to manage social roles, fairness, and linguistic identity within their local peer community.

References

Asyahidah, N. L. (2015). Internalisasi Nilai Karakter Budaya Sunda melalui Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Berbasis Permainan Tradisional. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.

Ismail, K. (2024). Karakter Bertanggung Jawab dalam Permainan Ucing Sumput Siswa Sekolah Dasar di Kampung Pasirmulya Kecamatan Pangalengan. Al-Mubtadi: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 2(1), 155–163. https://doi.org/10.58988/almubtadi.v2i1.283

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Permainan Ucing Sumput: Panduan Kegiatan Permainan Tradisional bagi Guru dan Orang Tua. Lembang: PP-PAUD dan Dikmas Jawa Barat.

Kridalaksana, H. (2007). Kamus Linguistik (Edisi ke-4). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Mesthrie, R., Swann, J., Deumert, A., & Leap, W. L. (2009). Introducing Sociolinguistics (2nd ed.). Edinburgh: Edinburgh University Press.

Munawaroh, S. (2021). Efektivitas Permainan Ucing Sumput sebagai Teknik Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa. (Skripsi). UIN Sunan Gunung Djati, Bandung.

Prihandini, A., & Isnendes, R. (2020). Variasi Bahasa pada Tuturan Seorang Anak di Masyarakat Multibahasa (Studi Kasus pada Anak Usia 12 Tahun di Sebuah Keluarga di Kota Bandung). Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS). https://jurnal.uns.ac.id/prosidingsemantiks

Speech and Language UK. (2024). Supporting Children’s Language Development (Factsheet). London: Speech and Language UK.

Tim KKN UMSU. (2018). Pengenalan Permainan Tradisional sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal pada Anak Sekolah Dasar. Laporan KKN Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Medan: UMSU Press.

Wardhaugh, R., & Fuller, J. M. (2015). An Introduction to Sociolinguistics (7th ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.

Wenger, E. (1998). Communities of Practice:

Rhegita Egidia, R., Virna, L., Sryanti, Hidayah, A. N., & Ramadany, F. (2026). Variasi Bahasa Mahasiswa dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Bone Pendidikan Bahasa Inggris Semester V. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan (JERKIN), 4(3), 14676–14685. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.4111

Downloads

Published

10-03-2026

How to Cite

Rahmawati, N. L. (2026). Register Tuturan Anak dalam Permainan Ucing Sumput di Kampung Babakan Salam: Analisis Sosiolinguistik: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 22372–22379. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5586