Pelatihan Kompetensi Ethnoguidance GuruWali untuk Pengembangan Regulasi Diri Siswa

Pengabdian

Authors

  • Diova Alfirazi Universitas Indraprasta PGRI
  • Yayah Haryawati Universitas Indraprasta PGRI
  • Mutiara Aqilla Tasya Universitas Indraprasta PGRI

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5655

Keywords:

Guru Wali, Regulasi Diri, Ethnoguidance

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimotivasi oleh adanya Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025, dimana adanya peran guru selain mengajar, dilibatkan sebagai  guru wali kelas hingga kelulusan siswa. Latar belakang yang ditemukan, para guru yang sudah terbiasa dengan konsep belajar terpusat dengan siswa, siswa berasal dari banyak macam ragam suku budaya, timbul perbedaan perspektif siswa dengan guru tertentu karena aksen bicara, serta  belum ada kesiapan bagi internal sekolah untuk kebijakan guru wali kelas. Adapun tujuan kegiatan agar guru semakin mengintegrasikan nilai budaya melalui pemahaman konsep dasar ethnoguidance dan regulasi diri, selain guru memiliki keterampilan ethnoguidance dalam membimbing siswa, guru mampu menunjukkan komunikasi empatik dengan siswa yang beragam latar belakang sosial budaya. Metode pelaksanaan yang digunakan dengan pendekatan partisipatif. Data diperoleh melalui wawancara Guru BK, dan refleksi peserta terhadap tanggapan selama pelaksanaan kegiatan. Hasil menunjukkan antusiasme peserta dalam  interaktif.

References

Batarchuk, D. S. (2019). The role of ethno-cultural knowledge in the development of a

multicultural student's personality. European Proceedings (proceedings).

Baumeister, R.F, Vohs, K.D. (2017). Handbook of self regulation, Third Edition Research,

Theory, and applications. The Guilford Press

Haryawati, Y. (2024). Model pelatihan ethnoguidance untuk pengembangan regulasi diri anak usia dini (Doctoral dissertation). Universitas Pendidikan Indonesia.

Haryawati, Y. (2025). Ethnoguidance dan regulasi diri (Teori dan praktik di PAUD). Deepublish.

Hofstede, G. (2001). Culture's consequences: Comparing values, behaviors, institutions and organizations across nations (2nd ed.). Sage Publications.

Hoyle, R. H. (2010). Handbook of personality and self-regulation.

Wiley-Blackwell.

Mezirow, J. (1997). Transformative learning: Theory to practice. New Directions for Adult and Continuing Education, 74, 5-12.

Noddings, N. (1992). The challenge to care in schools: An alternative approach to education. Teachers College Press.

Permendikdasmen Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru.

Peterson, C., & Seligman, M. E. P. (2004). Character strengths and virtues: A handbook and classification. Oxford University Press.

Pope-Davis, D. B., Coleman, H. L. K., & Liu, W. M. (2010). Handbook of multicultural competencies in counseling and psychology. SAGE Publications.

Tanti, T., Maison, M., Syefrinando, B., Daryanto, M., & Salma, H. (2020). Students' self-regulation and motivation in learning science. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 9(4), 865-873. https://doi.org/10.11591/ijere.v9i4.20657

Toharudin, U., Rahmat, A., & Kurniawan, I. S. (2019). The importance of self-efficacy and self-regulation in learning. Journal of Physics: Conference Series, 1157(4), 042095. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1157/4/042095

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Zimmerman, B. J. (2000). Attaining Self Regulation: A social cognitive perspective. In M.Boekaerts, P.R Pintrich, & M. Zeidner (Eds), Handbook of self regulation (pp.13-39). Academic Press.

Downloads

Published

08-05-2026

How to Cite

Alfirazi, D., Yayah Haryawati, & Mutiara Aqilla Tasya. (2026). Pelatihan Kompetensi Ethnoguidance GuruWali untuk Pengembangan Regulasi Diri Siswa : Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 25041–25045. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5655