Peran Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri Anemia di SMP Negeri 2 Sasak
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i3.5685Keywords:
Family Support, Adherence, Iron Supplementation, Anemia, Adolescent GirlsAbstract
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius karena dapat berdampak pada prestasi belajar dan kesehatan reproduksi di masa depan. Program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah dilaksanakan sebagai upaya pencegahan anemia, namun kepatuhan konsumsi masih rendah. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan keluarga terhadap kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri anemia di SMP Negeri 2 Sasak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri yang mengalami anemia sebanyak 39 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 53,8% responden tidak patuh mengonsumsi TTD dan 64,1% tidak memperoleh dukungan keluarga. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan konsumsi TTD (p = 0,007). Disimpulkan bahwa dukungan keluarga berperan dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri anemia. Keterlibatan keluarga perlu ditingkatkan dalam program pencegahan anemia di sekolah.
References
Arista, R. (2024). Hubungan pengetahuan, sikap, dan motivasi dengan kepatuhan remaja putri mengonsumsi tablet tambah darah. Jurnal Kesehatan Remaja, 12(1), 45–53.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2019). Laporan nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Cahyati, W. H. (2020). Anemia pada remaja putri dan faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123–130.
Exner-Cortens, D. (2019). Adolescent development and health behavior. Journal of Adolescent Health, 64(3), 271–277. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2018.10.298
Friedman, M. M. (2013). Family nursing: Research, theory, and practice (5th ed.). Pearson.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.
Hafsah, N. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(2), 78–86.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia 2022. Kemenkes RI.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Othman, R., Ismail, H., & Rahman, N. (2023). Iron deficiency anemia among adolescent girls: Risk factors and prevention strategies. Nutrients, 15(4), 912. https://doi.org/10.3390/nu15040912
Prayudhistya, A. (2023). Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(2), 101–110.
Santrock, J. W. (2018). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Savitri, R., Lestari, D., & Wulandari, P. (2021). Adherence to iron supplementation among adolescent girls in Indonesia. Kesmas: National Public Health Journal, 16(1), 25–32. https://doi.org/10.21109/kesmas.v16i1.3456
Siauta, J. A., Amalia, R., & Nugroho, A. (2020). Anemia and academic performance among adolescent girls. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 17(3), 150–158.
Swarjana, I. K. (2022). Perilaku kesehatan. Andi.
Taylor, S. E. (2018). Health psychology (10th ed.). McGraw-Hill Education.
World Health Organization. (2023). Global anaemia estimates, 2023 edition. WHO. https://www.who.int/publications
Yulaeka, D. (2020). Pola konsumsi dan risiko anemia pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 8(2), 89–97.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sandra Ilona, Ramah Hayu, Nirmala Sari, Mimi Aria

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












