Pelestarian Kegiatan Gotong Royong di Dusun Sungai Kuncit Desa Penai Kecamatan Silat Hilir Kabupaten Kapuas Hulu

Penelitian

Authors

  • Rina Rina Universitas Tanjungpura Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5788

Keywords:

Pelestarian, Gotong Royong, Tokoh Masyarakat, Solidaritas Sosial, Budaya Lokal

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelestarian kegiatan gotong royong di Dusun Sungai Kuncit, Desa Penai, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu. Fokus penelitian meliputi bentuk pelestarian gotong royong, peran tokoh masyarakat, serta faktor pendorong dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala dusun, ketua RT, dan ketua RW, serta ketua stasi dan ketua adat sebagai informan pendukung. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian gotong royong dilakukan melalui kegiatan tolong-menolong, seperti membantu persiapan pernikahan dan syukuran, serta kerja bakti seperti program Sabtu Bersih dan pembersihan fasilitas umum. Tokoh masyarakat berperan sebagai mediator, motivator, dan penggerak partisipasi warga. Faktor pendorong meliputi manfaat sosial, nilai budaya lokal, keterbatasan sumber daya ekonomi, dan peran aktif kepala dusun. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kesibukan bekerja, sistem upah, perbedaan pendapat, dan kurangnya keterlibatan generasi muda.

References

Alwasilah, A. C. (2006). Pokoknya kualitatif: Dasar-dasar merancang dan melakukan penelitian kualitatif. Pustaka Jaya.

Febrian. (2020). The effect of mutual cooperation values towards people's lifestyle. Journal of Social Studies, 8(2), 115–126.

Iskandar. (2009). Metodologi penelitian kualitatif. Gaung Persada Press.

Kinanti, & Agges. (2023). Penerapan nilai gotong royong dalam kehidupan sosial di Perumahan YKP Pandogo II. Jurnal Sosiologi dan Pendidikan Sosial, 12(1), 45–58.

Koentjaraningrat. (1990). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.

Pasya, G. K. (2000). Gotong royong dalam kehidupan masyarakat desa. Pustaka Setia.

Ranjabar, J. (2006). Sistem sosial budaya Indonesia: Suatu pengantar. Alfabeta.

Salsa, & Virgin. (2022). Penerapan nilai gotong royong untuk meningkatkan rasa kebangsaan di sektor pertahanan. Jurnal Ketahanan Nasional, 28(3), 210–225.

Satori, D. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sudrajat. (2014). Gotong royong sebagai bentuk solidaritas sosial masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial, 13(1), 14–25.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suryohadiprojo, S. (2016). Karakter bangsa dan semangat gotong royong. Kompas Media Nusantara.

Taciano, L., Milfont, T., & John, D. (2006). Preservation and utilization as theoretical dimensions of environmental attitudes. Journal of Environmental Psychology, 26(2), 110–120.

Vivit, & Agus. (2019). Pelestarian nilai gotong royong melalui komunitas seni kuda lumping. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 24(2), 155–170.

Downloads

Published

06-03-2026

How to Cite

Rina, R. (2026). Pelestarian Kegiatan Gotong Royong di Dusun Sungai Kuncit Desa Penai Kecamatan Silat Hilir Kabupaten Kapuas Hulu : Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 22104–22111. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5788