Eksplorasi Fitokimia Kunyit dan Etnofarmasi Desa Bengkala untuk Pencegahan Diabetes Sebagai Suplemen Pembelajaran Farmakognosi di SMK

Penelitian

Authors

  • Putri Layani Gea Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Nyoman Tika Universitas Pendidikan Ganesha
  • Siti Maryam Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5926

Keywords:

Etnofarmasi, Kunyit, Fitokimia, Farmakognosi, Pembelajaran Kontekstual

Abstract

Pembelajaran farmakognosi di SMK Farmasi umumnya masih berfokus pada konsep teoritis dan belum banyak mengaitkan materi dengan praktik pemanfaatan tanaman obat di lingkungan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik etnofarmasi pengolahan kunyit (Curcuma longa L.) di Desa Bengkala, mengkaji kandungan fitokimia kunyit berdasarkan studi literatur, serta mengintegrasikan temuan tersebut sebagai suplemen pembelajaran farmakognosi berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, studi literatur, dan uji organoleptik deskriptif terhadap produk loloh kunyit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bengkala mengolah kunyit menjadi minuman herbal tradisional melalui proses pencucian, penghalusan, perebusan, dan penyaringan. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa loloh kunyit memiliki karakteristik warna kuning kecoklatan, aroma khas kunyit, rasa pahit sedang, serta tekstur cenderung encer. Kajian literatur menunjukkan bahwa rimpang kunyit mengandung metabolit sekunder seperti kurkuminoid, flavonoid, minyak atsiri, dan tanin yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta mendukung pengendalian kadar glukosa darah. Temuan etnofarmasi dan kajian fitokimia tersebut selanjutnya dipetakan ke dalam materi pembelajaran farmakognosi yang meliputi identifikasi simplisia rimpang, metode ekstraksi sederhana berbasis air, serta pengenalan metabolit sekunder tumbuhan obat. Integrasi ini menghasilkan suplemen pembelajaran yang kontekstual dan relevan untuk mendukung pembelajaran farmakognosi di SMK Farmasi.

References

Abouzid, S. (2015). An active learning assignment to improve pharmacy students’ knowledge of herbal medicine. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 5(3), 106–108. https://doi.org/10.7324/japs.2015.50318

Anggraeni, V. J., Kurnia, D., Djuanda, D., & Mardiyani, S. (2023). Komposisi kimia dan penentuan senyawa aktif antioksidan dari minyak atsiri kunyit (Curcuma longa L.). Jurnal Farmasi Higea, 15(1), 54. https://doi.org/10.52689/higea.v15i1.508

Arifin, M., Ahmad, Y. R., Hartato, M., Utami, D. H., & Paramitasari, A. (2022). Pemberdayaan masyarakat bisu tuli: Studi kasus program Kem Bengkala PT Pertamina DPPU Ngurah Rai. Indonesian Journal for Social Responsibility, 4(2), 115–129. https://doi.org/10.36782/ijsr.v4i02.138

Chusniasih, D., Azizah, N. N., Mulyadi, S. P., & Oktariyani, F. R. (2024). Isolasi dan identifikasi kandungan metabolit sekunder jamur endofit rimpang kunyit (Curcuma longa Linn.). [Nama jurnal], 11(2), 28–37.

Dewi, A. A. I. B. P. (2023). Etnokimia tanaman obat tradisional Bali untuk penyakit hipertensi sebagai suplemen materi pembelajaran farmakognosi di SMK Farmasi.

Dewi, R. Y. D. I. K. (2020). Uji stabilitas fisik dan hedonik sirup herbal kunyit asam. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 79–84.

Fandinata, S. S., & Darmawan, R. (2020). Pengaruh kepatuhan minum obat oral antidiabetik terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 10(1), 23–31. https://doi.org/10.52643/jbik.v10i1.825

Fibrianto, K., Zubaidah, E., Bimo, I. A., Miftachurrochmah, A., & Azarin, N. (2025). Gen Z sensory perspective on turmeric-based jamu transformed into kombucha. Canrea Journal, 8(2), 246–253. https://doi.org/10.20956/canrea.v8i2.1272

Follett, P., Wall, M., & Sun, X. (2024). Physiochemical and sensory properties of a turmeric, ginger, and pineapple functional beverage.

Halomoan Michael Sintong. (2022). Efek Samping Dan Interaksi Obat Insulin Regular. Alomedika. Https://General.Alomedika.Com/Obat/Anti-Diabetes-Parenteral/Insulin-Regular/Interaksi-Dan-Efek-Samping

Handayani, D., Halimatushadyah, E., & Krismayadi, K. (2023). Standarisasi mutu simplisia rimpang kunyit dan ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma longa Linn.). Pharmacy Genius, 2(1), 43–59. https://doi.org/10.56359/pharmgen.v2i1.173

Hewlings, S. J., & Kalman, D. S. (2017). Curcumin: A review of its effects on human health. Foods, 6(10), 1–11. https://doi.org/10.3390/foods6100092

Iddahan, V., Sutiningsih, D., & Martini, M. (2024). Efek antidiabetes kombinasi ekstrak mengkudu dan kunyit. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 9(1), 98–104.

Intan A Endang Kusuma, A., & Alifia. (2020). Pharmacological Activities Of Curcuma Longa. Jurnal Info Kesehatan, 10(1), 225–230.

Islamadina, R., Chan, A., & Rohman, A. (2020). Aplikasi kemometrika dalam analisis minyak atsiri kunyit. Journal of Food and Pharmaceutical Sciences, 8(2), 225–239.

Kato, C. G., et al. (2017). Inhibition of α-amylases by tannins. https://doi.org/10.1155/2017/5724902

Naz, R., et al. (2023). Food polyphenols and type II diabetes mellitus. Molecules. https://doi.org/10.3390

Noordam, E. R., Rahmat, D., Sandhiutami, N. M. D., & Yuliana, N. D. (2025). Quality parameter analysis and antioxidant activity of turmeric. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 5(1), 119–131. https://doi.org/10.37311/ijpe.v5i1.30494

Permadi, S. N., & Kusnadi, H. (2021). Phytochemical and antioxidant capacity test on turmeric extract. Journal of Physics: Conference Series. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1869/1/012035

Ridwan, S. P., & Zaim, H. M. (2025). Uji fitokimia kandungan metabolit sekunder ekstrak kunyit. [Nama jurnal], 3(2), 57–64.

Royani, S., & Yuliyanti, S. S. (2025). Identifikasi kualitatif senyawa metabolit sekunder pada rimpang kunyit (Curcuma longa L.). Journal Bina Cipta Husada, 21(2), 49–55.

Setyaningum, F., Raharjo, D., & Luthfiyanti, N. (2025). Pengaruh pelarut terhadap flavonoid dan aktivitas antioksidan daun kunyit. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2), 12465–12476.

Suatama, I. B. (2021). Usada Bali modern. Aglitera.

Sun, H., et al. (2023). IDF diabetes atlas estimates. Diabetes Research and Clinical Practice.

Wahyudi, Rahayu, P., Handayani, R., Alfauza, S., & Zahrani, W. (2024). Studi Literatur : Rimpang Sebagai Tanaman Indonesia Dengan Efektivitas Antidiabetes. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 9(2). Https://Doi.Org/10.51933/Health.V9i2.1845

Wahyudi, Rahayu, P., Handayani, R., Alfauza, S., & Zahrani, W. (2024). Studi literatur rimpang sebagai tanaman antidiabetes. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia, 9(2).

Downloads

Published

15-04-2026

How to Cite

Layani Gea, P., Nyoman Tika, I., & Maryam, S. (2026). Eksplorasi Fitokimia Kunyit dan Etnofarmasi Desa Bengkala untuk Pencegahan Diabetes Sebagai Suplemen Pembelajaran Farmakognosi di SMK : Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 24095–24104. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.5926