Berpikir Sejarah dalam Pembelajaran Sejarah
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6149Keywords:
Berpikir sejarah, Pembelajaran Sejarah, Berpikir KritisAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep berpikir sejarah (historical thinking) dalam pembelajaran sejarah serta dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap proses pembelajaran di kelas. Subjek penelitian meliputi guru dan peserta didik pada tingkat sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan berpikir sejarah, yang mencakup kemampuan memahami kronologi, menganalisis sebab-akibat, menginterpretasi sumber sejarah, serta berpikir kontekstual, mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik terhadap materi sejarah. Selain itu, penggunaan metode pembelajaran yang interaktif seperti diskusi, analisis dokumen, dan studi kasus terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif siswa. Dengan demikian, pembelajaran sejarah yang menekankan pada berpikir sejarah tidak hanya membantu siswa memahami peristiwa masa lalu secara lebih mendalam, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan analitis yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan agar guru lebih mengintegrasikan pendekatan berpikir sejarah dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan sejarah.
References
Hasan, S. H. (2012). Pendidikan Sejarah Indonesia: Isu dalam Ide dan Pembelajaran. Bandung: Rizqi Press.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Lévesque, S. (2008). Thinking Historically: Educating Students for the Twenty-First Century. Toronto: University of Toronto Press.
Seixas, P., & Morton, T. (2013). The Big Six Historical Thinking Concepts. Nelson Education.
Suryani, E. (2020). Implementasi Historical Thinking dalam Pembelajaran Sejarah di Era Digital. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 3(1), 45-58.
Bahri, B., Nuraeni, N., Misnah, M., & Nurlela, N. (2022). Implementasi Penugasan Dosen Di Sekolah Untuk Penguatan Pendidikan Karakter Pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Di Sma 1 Gowa. Istoria: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah, 18(1).
Bahri, B., Akbar, M., Subair, A., & Kabubu, R. D. (2025). Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning dalam Pembelajaran Sejarah Lokal pada Program Studi Pendidikan Sejarah FIS-H UNM. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(1), 3714-3724.
Wineburg, S. (2001). Historical Thinking and Other Unnatural Acts: Charting the Future of Teaching the Past. Philadelphia: Temple University Press.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Model Pembelajaran Sejarah. Jakarta: Kemendikbud.
Aman. (2011). Model Evaluasi Pembelajaran Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Kochar, S. K. (2008). Teaching of History. New Delhi: Sterling Publishers.
Widja, I Gde. (2018). Pembelajaran Sejarah yang Mencerdaskan. Jakarta: Kencana.
Susanto, H. (2014). Seputar Pembelajaran Sejarah. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Kartodirdjo, S. (2014). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Sardiman A.M.. (2012). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Wina Sanjaya. (2010). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Isjoni. (2007). Pembelajaran Sejarah pada Satuan Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2016). Permendikbud tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nezha Pangarungan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












