Rekonstruksi Kritis Pendidikan Agama Kristen Berbasis Pela Gandong dalam Perspektif Pedagogi Kritis Paulo Freire

Penelitian

Authors

  • Susana Rarsina IAKN Ambon
  • Andre Layan IAKN Ambon
  • Claudia Sahertian IAKN Ambon
  • Agustina Siahay IAKN Ambon

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6169

Keywords:

Pendidikan Agama Kristen, Pela Gandong, Pedagogi Kritis, Toleransi, Multikulturalisme

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis dan merekonstruksi model Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam konteks masyarakat multikultural dengan mengintegrasikan nilai kearifan lokal Pela Gandong dalam perspektif pedagogi kritis Paulo Freire. Penulisan ini didasarkan pada masih kuatnya kecenderungan pembelajaran PAK yang bersifat normatif, tekstual, dan berorientasi kognitif, sehingga belum mampu membentuk kesadaran kritis serta sikap toleransi peserta didik secara optimal. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian konseptual melalui analisis kritis terhadap praktik pendidikan agama dan pemikiran pedagogi kritis Freire. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pembelajaran PAK yang cenderung menyerupai banking education berimplikasi pada rendahnya internalisasi nilai toleransi dalam kehidupan sosial peserta didik. Dalam perspektif pedagogi kritis, pendidikan seharusnya menjadi praksis pembebasan yang menekankan dialog, refleksi kritis, dan tindakan nyata. Integrasi nilai Pela Gandong sebagai kearifan lokal Maluku terbukti memiliki potensi sebagai basis pedagogi kontekstual yang mampu memperkuat kesadaran sosial, empati, dan solidaritas lintas perbedaan. Penulisan ini merekomendasikan rekonstruksi model PAK yang bersifat dialogis, reflektif, dan transformatif dengan menjadikan pengalaman sosial peserta didik serta nilai budaya lokal sebagai sumber belajar. Dengan demikian, PAK tidak hanya berfungsi sebagai transmisi doktrin, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter inklusif dan kekuatan transformatif dalam membangun kehidupan masyarakat yang adil, damai, dan harmonis di tengah keberagaman.

References

Firmanto, R. D., & Astuti, S. (2022). Jurnal Abdiel : Khazanah Pemikiran Teologi , Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Pengaruh Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen Berwawasan Multikultural di SMA Kristen 1 Salatiga terhadap Sikap Toleransi Antar Peserta Didik yang Berbeda Agama dan Keyakinan. 2(2), 207–221. https://doi.org/10.37368/ja.v6i2.681

Katoda, A., Tinggi, S., Berita, T., Tinggi, S., & Berita, T. (2024). Pendekatan Multikultural Untuk Meningkatkan Toleransi Peserta Didik. 53–61.

Keriapy, F., Tinggi, S., Kristen, A., Tafonao, T., Tinggi, S., & Real, T. (2023). Pela Gandong from the Perspective of Christian Education : An Attempt in Flourishing the Tolerance in Maluku Post-Conflict. 12(2), 203–214. https://doi.org/10.46495/sdjt.v12i2.179

Konsep, M., Agama, P., Pak, K., Studi, P., Guru, P., Dasar, S., & Wamena, S. K. (2024). Meneropong konsep pendidikan agama kristen (pak) multikultural di indonesia. 2.

Lexy J. Moleong. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif.

Paulo Freire. (1970). Pedagogy of the Oppressed.

Paulo Freire. (1973). Education for Critical Consciousness.

Paulo Freire. (1978). Pedagogy in Process: The Letters to Guinea-Bissau.

Paulo Freire. (1998). Pedagogy of Freedom.

PPIM UIN Jakarta. (2023). Laporan Survei Nasional Toleransi Beragama di Kalangan Remaja Indonesia.

Rudy, F., Agama, I., & Negeri, K. (2025). DI MASYARAKAT MULTIKULTURAL. 3(2), 458–464.

Teologi, J., Poceratu, I. C., Rumahuru, Y. Z., & Lumamuly, P. C. (n.d.). Transformasi Kearifan Lokal Berbasis Pendidikan Agama Kristen Multikultural pada Pendidikan Tinggi. 2, 166–178.

Wahyuni, S., Haulina, R., & Kurahman, O. T. (2025). Pendidikan Agama Islam Berwawasan Multikultural Dalam Menanamkan Toleransi Beragama Siswa. 8(3), 1070–1082.

Downloads

Published

09-05-2026

How to Cite

Susana Rarsina, Andre Layan, Claudia Sahertian, & Agustina Siahay. (2026). Rekonstruksi Kritis Pendidikan Agama Kristen Berbasis Pela Gandong dalam Perspektif Pedagogi Kritis Paulo Freire: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 25189–25196. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6169