Relevansi Al-Qur’an Dengan Falsafah Madura Bhuppa’ Bhabhu’ Ghuru Rato (Kajian Analisis: QS. Al-Nisa’: 59, QS. Al-Isra’: 23-24 dan al-Kahfi: 66-82 Perspektif Ibnu Kathir dalam tafsir al-Qur’an al-‘Adzim)
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6207Keywords:
Falsafah, Bhuppa’-Bhabhu’-Ghuru-RatoAbstract
Falsafah Bhuppa’ bhabhu’ ghuru rato adalah salah satu referensi standar penghormatan masyarakat Madura, yang sering dinyatakan sebagai etnis yang berpegang teguh pada agama Islam, maka mayoritas budaya dan tradisi masyarakat Madura merupakan representasi dari ajaran Islam. Berangkat dari pernyataan inilah penulis mencoba untuk meneliti relevansi ayat al-Qur’an dengan falsafah tersebut, dengan langkah menafsirkan ayat al-Qur’an untuk kemudian direlevansikan dengan falsafah tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai peluru dan pemangkas kemerosotan moral yang kian tumbuh subur, dan sebagai pemicu semangat untuk beramal ‘ilmiyah dan berilmu ‘amaliyah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research (riset pustaka) dengan desain kualitatif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data-data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan deduktif induktif. Untuk penyelarasan data dan kesimpulan akhir, penulis menggunakan metode deskriptif analisis. Berdasarkan hasil analisi yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat keterkaitan anatara arti dari falsafah Bhuppaa’ bahbhu’ ghuru rato dengan berberapa ayat al-Qur’an. Dengan demikian berarti ada relevansi antara al-Qur’an dengan falsafah Madura tersebut, tidak hanya dalam artinya, tapi juga dalam keterurutan susunan penghormatan tersebut.
References
Ali, Muhammad. Kashsha>f Is}t}ila>ha>t al-Funu>n wa al-‘Ulu>m. Lebanon: Lebanon Nashiru>n, 1997. Juz 2.
Aziz (al), Zainuddin ibnu Abd, Irsyadul ‘Ibad, terj. M. Ali. Surabaya: Mutiara Ilmu, 2010.
Bukha>ri> (al), Muhammad bin Isma>’i>l. Shahi>h al-Bukha>ri>. Beirut: Da>r Ibnu Kathi>r, 2002.
Dairobi, Ahmad. “Pilih Hormat Atau Taat”. Sidogiri Media. Edisi 150. Dhul Qa’dah, 1440 H.
Departemen Agama Republik Indonnesia. Mushaf Mufassir. Bandung: Jabal Raud}ah al-Jannah, 2009.
Hajar, Ibnu. Kiai Di Tengah Pusaran Politik. Jogjakarta: IRCiSoD, 2009.
Hajar, Ibnu. Kiyai Di Tengah Pusaran Politik. Jogjakarta: Ircisod, 2009.
Hajja>j (bin), Muslim. Shahi>h Muslim. Beirut: Da>r al-Kutb al-‘Ilmiyah, 1991.
Hefni, Moh. “Bhuppa’-Bhabhu’-Ghuru-Rato”. Karsa. Vol. 9, No. 1. April, 2007.
Ibrahim (bin), Muhammad. Tadhkirah as-Sa>mi’ wa al-Mutakallim. Beirut: Da>r al-Basha>ir, 2012.
Muhammad (bin), Abdullah. Tafsir Ibnu Katsir, terj. M Abdul Ghoffar. Bogor: Pustaka Imam asy-Syafi’i, 2003. Jilid 5.
Muhammad (bin), Ahmad. Ta’di>b an-Na>shii>n. t.t: Maktabah al-Qur’an, t.th.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, 2008.
Rozaki, Abdur. Menabur Karisma Menuai Kuasa, Kiprah Kiai dan Blater sebagai Rezim Kembar di Madura. Yogyakarta: Pustaka Marwa, 2004.
Salim, Moh Haitami. Pendidikan Agama Dalam Keluarga. Jogyakarta: 2013.
Shaari (bin), Irfan Rafi., “Konsep Pembinaan Birrul Walidaini Dalam Al-Qur’an”. Skripsi--UIN Ar-Raniry, Aceh, 2017.
Soegianto. Kepercayaan, Magi dan Tradisi dalam Masyarakat Madura. Jakarta: Tapal Kuda, 2003.
Wiyata, Latief. Mencari Madura. Jakarta: Bidik Phronesis Publishing, 2013.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 As’ari As’ari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












