Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Tuberkulosis (TBC) Melalui Edukasi Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo

Penelitian

Authors

  • Yondry Sembel Kukus Universitas STRADA Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6221

Keywords:

Community Health, Health Education, Knowledge, Tuberculosis, Preventive Behavior

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, terutama di wilayah pegunungan terpencil dengan akses layanan kesehatan terbatas dan tingkat literasi kesehatan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai TBC di wilayah kerja Puskesmas Distrik Dekai, Distrik Yahukimo. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif‑eksploratif dengan Satuan Acara Penyuluhan (SAP) TBC sebagai kerangka intervensi. Teknik sampling purposif diterapkan pada masyarakat yang memiliki anggota dengan batuk >2 minggu, tingkat pengetahuan kesehatan rendah, serta peserta yang hadir dalam kegiatan penyuluhan. Instrumen penelitian berupa panduan wawancara terbuka, lembar observasi, dan instrumen pengetahuan berbasis SAP, lalu dianalisis secara tematik menggunakan pendekatan kualitatif naratif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai gejala TBC, cara penularan, pentingnya deteksi dini, serta langkah pencegahan dan pengobatan. Responden menyatakan kesadaran lebih tinggi bahwa batuk berkepanjangan perlu segera diperiksakan di puskesmas. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berbasis komunitas yang kontekstual dan menggunakan SAP TBC merupakan strategi efektif untuk meningkatkan pengetahuan TBC dan mendorong perilaku pencarian pelayanan yang lebih awal di wilayah pegunungan terpencil.

References

Agung, A., Sari, D. P., & Wulandari, R. D. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan Tuberkulosis pada masyarakat di daerah tertinggal Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 19(1), 32–40.

Alfarizy, D., Pradipta, I. S., & Nugroho, H. S. W. (2023). Analisis distribusi kasus Tuberkulosis berdasarkan status sosial ekonomi di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 12(3), 115–125.

Birroudhoh, F. (2024). Deteksi dini infeksi laten Tuberkulosis (ILTB) pada kontak serumah pasien Tuberkulosis dengan metode Mantoux Test di Puskesmas Rengel. Action Research Literate, 8(10), 2867–2870.

Braun, V., & Clarke, V. (2022). Thematic analysis: A practical guide. Sage.

Campbell, C., MacGregor, K., & Greig, J. (2022). Community health workers as agents of social change in tuberculosis control. Global Public Health, 17(10), 2456–2470. https://doi.org/10.1080/17441692.2022.2080340

Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Tuberculosis (TB): Basic facts. Atlanta, GA: CDC.

Dodor, E. A., Kelly, S., & Neal, K. (2023). Health education and tuberculosis stigma: A qualitative study of community perspectives. BMC Public Health, 23(1174). https://doi.org/10.1186/s12889-023-16006-x

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2022). Health behavior: Theory, research, and practice (6th ed.). Jossey Bass.

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2022). Health program planning: An educational and ecological approach (5th ed.). McGraw Hill Education.

Horton, S., Gelband, H., & Jamison, D. (2023). Disease control priorities: Improving health and reducing poverty (3rd ed.). World Bank.

Johnson, A., Singhhal, A., & Yusuf, M. (2022). Delays in tuberculosis diagnosis in Indonesia: A mixed methods study. International Journal of Tuberculosis and Lung Disease, 26(7), 500–508. https://doi.org/10.5588/ijtld.21.0678

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023a). Pedoman nasional penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023b). Profil kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025a). Aksi nyata percepatan eliminasi Tuberkulosis di Indonesia [Website]. https://kemkes.go.id/id/47510

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025b). Apa itu TOSS TBC dan kenali gejala TBC [Website]. https://kemkes.go.id/id/apa-itu-toss-tbc-dan-kenali-gejala-tbc

Kruk, M. E., Gage, A. D., & Arsenault, C. (2022). High quality health systems in the Sustainable Development Goals era. The Lancet Global Health, 10(8), 1196–1252. https://doi.org/10.1016/S2214 109X(22)00275 1

Last, J. M. (2022). A dictionary of public health (2nd ed.). Oxford University Press.

Lestari, B. W. (2023). Community based tuberculosis education and its impact on treatment support. Journal of Primary Care & Community Health, 14(1), 1–9.

Muslimin, A., Siregar, L. D., & Sembiring, R. (2024). Faktor faktor sosial budaya yang memengaruhi sikap masyarakat terhadap penderita Tuberkulosis di daerah pegunungan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara, 11(2), 98–107.

Nuraini, Y., Supriyanto, S., & Rahardja, B. (2023). Efektivitas edukasi komunitas dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Tuberkulosis paru di Puskesmas pembantu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 145–153. https://doi.org/10.4108/ejbm.2023.3012

Pradipta, I. S. (2022). Interventions to improve medication adherence in tuberculosis patients: A systematic review. Patient Preference and Adherence, 16(4), 197–212. https://doi.org/10.2147/PPA.S351988

Perry, H. B., Phillips, D. R., & Ved, R. R. (2023). Community health worker programmes after COVID 19: The way forward. BMJ Global Health, 8(2), e00234–e00259. https://doi.org/10.1136/bmjgh-2022-010123

Rahardja, B., & Sitorus, M. (2023). Batas geografis, akses layanan, dan penundaan berobat pada pasien Tuberkulosis di wilayah pegunungan Papua. Jurnal Kesehatan Papua, 10(1), 12–20.

Rahman, F., & Yusuf, A. (2023). Metode kualitatif: Kajian teori dan penerapan dalam penelitian kesehatan. Jakarta: Pustaka Rakyat.

Reid, M. J. A., Collins, A. L., & She, M. J. (2023). Building trust in tuberculosis care: The role of frontline health workers. International Journal of Tuberculosis and Lung Disease, 27(6), 451–458. https://doi.org/10.5588/ijtld.22.0421

Sari, D. P., Wulandari, R. D., & Nugroho, H. S. W. (2024). Community based health education to support early detection of tuberculosis in primary healthcare settings. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 19(1), 45–52.

Scott, K., Beckham, S. W., & Gross, M. (2024). What do we know about community based health worker programs? A systematic review. Health Policy and Planning, 39(1), 1–14. https://doi.org/10.1093/heapol/czad090

Siregar, L. D., Sembiring, R., & Muslimin, A. (2022). Konteks lokal dan stigma Tuberkulosis: Studi kualitatif di komunitas pertanian terpencil. Jurnal Promkes Indonesia, 15(3), 77–86.

Sudaryono, A. (2021). Metodologi penelitian kualitatif: Suatu pendekatan praktis. Yogyakarta: Media Pressindo.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Triningtias, N. (2024). Pemberdayaan kader kesehatan untuk deteksi dini Tuberkulosis paru: Menjaga kesehatan masyarakat melalui aksi preventif. Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 160–168.

WHO. (2023a). Public health. Geneva, Switzerland: World Health Organization.

WHO. (2023b). Tuberculosis. Geneva, Switzerland: World Health Organization.

WHO. (2024). Global Tuberculosis Report 2024. Geneva, Switzerland: World Health Organization.

Yayan, J., Franke, K. J., Berger, M., Windisch, W., & Rasche, K. (2024). Early detection of tuberculosis: A systematic review. Pneumonia, 16(1), 11. https://doi.org/10.1186/s41479 024 00133 z

Zuhair, M. N., Nas, A. R., Lautan, R., Anugrawan, W., Yusuf, H., Hanif, A. M., & Sard, N. A. (2024). Implementation of early detection of lung tuberculosis using WHO systematic screening guidelines at the public health center in Indonesia. Acta Medica Bulgarica, 51(3), 6–11. https://doi.org/10.2478/amb-2024-0006

Downloads

Published

01-05-2026

How to Cite

Yondry Sembel Kukus. (2026). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Tuberkulosis (TBC) Melalui Edukasi Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 24628–24638. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6221