Hubungan Faktor Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Mananggu

Penelitian

Authors

  • Sri Wahyuni Guamo Institut Teknologi Sains Dan Kesehatan RS Dr. Soepraoen Malang
  • Dion Kunto Adi Patria Institut Teknologi Sains Dan Kesehatan RS Dr. Soepraoen Malang

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6278

Keywords:

Sanitasi Lingkungan, DBD, Aedes Aegypti, Faktor Risiko

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan kondisi sanitasi lingkungan. Lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik dapat menjadi tempat yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penular DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor sanitasi lingkungan dan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Mananggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik (75,0%), dengan proporsi kejadian DBD sebesar 41,7%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,049 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dan kejadian DBD. Selain itu, nilai Odds Ratio (OR) sebesar 3,826 menunjukkan bahwa responden dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik memiliki risiko sekitar 3,8 kali lebih tinggi mengalami DBD dibandingkan dengan responden yang memiliki sanitasi lingkungan yang baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dan kejadian DBD. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas sanitasi lingkungan melalui pemberantasan sarang nyamuk serta edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan sebagai langkah pencegahan DBD.

References

Dewi, N., & Sari, R. (2020). Analisis hubungan sanitasi lingkungan dengan penyakit berbasis lingkungan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(2), 77–85.

Handayani, R., & Prabowo, A. (2022). Pengaruh drainase lingkungan terhadap kejadian DBD. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 134–141.

Hidayat, A., & Nuraini, S. (2023). Hubungan kondisi sanitasi lingkungan dengan kejadian demam berdarah dengue di daerah perkotaan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(2), 89–97.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Situasi DBD di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Kurniawati, L., & Dewi, P. (2021). Faktor risiko lingkungan terhadap kejadian DBD pada masyarakat. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(1), 22–30.

Lestari, D., & Wahyuni, S. (2024). Hubungan pengelolaan sampah dengan kejadian DBD. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 16(1), 12–20.

Prasetyo, B., & Widodo, T. (2020). Hubungan kebersihan lingkungan dengan kejadian DBD. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 14(4), 178–185.

Putri, R., & Lestari, Y. (2022). Keberadaan jentik nyamuk sebagai faktor risiko kejadian DBD. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(3), 210–218.

Rahmawati, E., & Santoso, H. (2023). Determinan kejadian demam berdarah dengue di wilayah perkotaan. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, 7(2), 95–103.

Saputra, I., & Nugroho, A. (2023). Faktor risiko kejadian demam berdarah dengue di daerah tropis. Jurnal Ilmu Kesehatan, 10(1), 66–74.

Sari, M., & Rahman, F. (2021). Faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(2), 112–120.

Utami, D., & Kurniawan, A. (2022). Analisis sanitasi lingkungan terhadap kejadian DBD di wilayah endemis. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 34–41.

WHO Southeast Asia. (2022). Dengue prevention and control strategies. WHO SEARO.

World Health Organization. (2023). Dengue and severe dengue. Geneva: WHO.

Wulandari, D., & Pratama, R. (2024). Analisis faktor risiko kejadian demam berdarah dengue berbasis lingkungan. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 8(1), 45–53.

Yuliana, N., & Hapsari, D. (2023). Perilaku pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian DBD di masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan, 11(1), 56–64.

Downloads

Published

16-05-2026

How to Cite

Sri Wahyuni Guamo, & Dion Kunto Adi Patria. (2026). Hubungan Faktor Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Mananggu: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 25467–25475. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6278