Kajian Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Minyak Karo untuk Pengobatan Tradisional Patah Tulang di Medan Selayang

Penelitian

Authors

  • Maria Luciana Br Sinuhaji Universitas Sumatera Utara
  • Erni Asneli Asbi Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6357

Keywords:

Minyak Karo, Pengobatan Tradisional, Patah Tulang, Kearifan Lokal.

Abstract

Penelitian ini berjudul tentang “Kajian Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Minyak Karo Untuk Pengobatan Patah Tulang Di Medan Selayang”. Perkembangan praktik pengobatan medis modern untuk pengobatan patah tulang selalu diiringi dengan perkembangan praktik pengobatan tradisional. Hal tersebut ditunjukkan dengan pengobatan tradisional yang tetap hidup dan menjadi model pengobatan alternative dalam masyarakat. Pemanfaatan minyak karo umumnya digunakan dalam pengobatan harian untuk seperti masuk angin, dikarenakan minyak karo tidak memiliki kandungan kimia dan efek samping maka aman digunakan sehari-hari. Pengobatan tradisional patah tulang menjadi pilihan masyarakat karena alasan seperti lebih murah dan demografi tempat tinggal jauh dari sarana kesehatan dan pengalaman orang terdekat yang mempengaruhi keputusan memilih pengobatan tradisional. Penelitian ini menemukan hasil Masyarakat Medan Selayang memiliki persepsi positif terhadap pengobatan tradisional menggunakan Minyak Karo ditunjukkan dengan tingginya kepercayaan terhadap efektivitas pengobatan tersebut, terutama dalam menangani patah tulang, keseleo, dan nyeri otot. Persepsi ini terbentuk dari pengalaman langsung, warisan budaya, serta lingkungan sosial yang mendukung praktik pengobatan tradisional.

References

Ginting, K. B. (2023). Analisis Komposisi Minyak Karo di Desa Naman Kecamatan Naman Teran. Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, (2), 57–61. https://doi.org/10.57251/hij.v2i2.826.

Harianja, A.H. (2012). Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Komsumsi Tumbuhan Obat Dari Hutan Konservasi Dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Jurnal. Parapat: Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli. Medan.

Pelawi, R. A. (2022). Pemanfaatan Minyak Urut Karo Oleh Etnis Karo Di Desa Kuta Tengah Kecamatan Simpang Iv Kabupaten Karo. Universitas Medan Area.

Putri, A. F., & Rosidin, O. (2023). Kearifan Lokal Leksikon Pada Tradisi Ogoh – Ogoh Di Desa Br . Ambengan Denpasar Selatan. Jurnal Literasi, 7(2), 55– 263.

Riskesdas. (2018). Balitbang Kemenkes https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20181102/0328464/potret- sehat-indonesia-riskesdas-2018/#:~:text=Riskesdas 018 RI. menunjukkan proporsi pengetahuan,%25%3B dan sangat sulit 6%25.

Silalahi, M. (2020). Ramuan Obat Tradisional Sub-Etnis Batak Karo Yang Diperjualbelikan Di Pasar Berastagi Dan Kabanjahe Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan,15(2),15. https://doi.org/10.26753/jikk.v15i2.293

Locke, J. (1689). An Essay Concerning Human Understanding. London: Thomas Basset.

Downloads

Published

25-05-2026

How to Cite

Maria Luciana Br Sinuhaji, & Erni Asneli Asbi. (2026). Kajian Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Minyak Karo untuk Pengobatan Tradisional Patah Tulang di Medan Selayang: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 25934–25940. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6357