Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga Melalui Edukasi Skrining dan Pencegahan Tuberkulosis (TB)Terpadu Diruang Rawat Inap KIA RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau Tahun 2026

Penelitian

Authors

  • Tiarmawarni Pakpahan Universitas Strada Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.6466

Keywords:

Family Health Literacy, Hand Hygiene, Health Education, Tuberculosis Prevention, Tuberculosis Screening

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan risiko penularan tinggi pada ibu hamil, ibu nifas, bayi, dan balita di ruang rawat inap rumah sakit. Rendahnya literasi kesehatan keluarga mengenai gejala, penularan, dan pencegahan TB berpotensi meningkatkan infeksi silang di ruang rawat inap KIA. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi skrining dan pencegahan TB terpadu dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku preventif keluarga pasien di Ruang Rawat Inap KIA RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental melalui desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian meliputi keluarga, pendamping pasien, dan pengunjung ruang rawat inap KIA, dengan sampel dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kesediaan mengikuti kegiatan secara penuh. Instrumen penelitian berupa kuesioner pretest-posttest, lembar observasi, dan panduan demonstrasi etika batuk serta hand hygiene. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perbandingan hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan 85% peserta mampu memahami gejala dan penularan TB, sedangkan 90% peserta mampu mempraktikkan etika batuk dan enam langkah cuci tangan dengan benar setelah edukasi diberikan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa edukasi interaktif berbasis audiovisual dan simulasi efektif meningkatkan literasi kesehatan serta perilaku pencegahan TB keluarga pasien di ruang rawat inap KIA.

References

Aini, N., Putri, R. M., & Lestari, D. (2024). Edukasi kesehatan keluarga terhadap peningkatan deteksi dini tuberkulosis pada anak. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 19(1), 45–53. https://doi.org/10.14710/jpki.19.1.45-53

Arta, I. K., Wijaya, I. M., & Suryani, N. L. P. (2023). Faktor penerimaan terapi pencegahan tuberkulosis pada anak berbasis dukungan keluarga. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(2), 102–110. https://doi.org/10.21109/kesmas.v18i2.6587

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.

Dewi, R., Fitriani, Y., & Hasanah, U. (2023). Perilaku ibu dalam pencegahan penularan tuberkulosis pada anak di layanan kesehatan primer. Jurnal Keperawatan Silampari, 7(1), 55–64. https://doi.org/10.31539/jks.v7i1.5632

Emzir. (2022). Metodologi penelitian pendidikan: Kuantitatif dan kualitatif (16th ed.). Rajawali Pers.

Harahap, M. A., Siregar, P. A., & Nasution, A. (2023). Peran edukasi dalam mengurangi kasus tuberkulosis paru baru di wilayah puskesmas/rumah sakit. Jurnal Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 112–120. https://doi.org/10.31004/prepotif.v7i1.15432

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku kesehatan ibu dan anak (KIA). Kementerian Kesehatan RI.

Marsyah, F., Yuliana, Y., & Sari, D. P. (2023). Analisis faktor kesehatan lingkungan dan perilaku yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 14(2), 45–53. https://doi.org/10.30633/jkms.v14i2.1987

Mathad, J. S., & Gupta, A. (2023). Tuberculosis in pregnancy: Global impact and challenges. Journal of Clinical Tuberculosis and Mycobacterial Diseases, 30, 100345. https://doi.org/10.1016/j.jctube.2023.100345

Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781316941355

Prakoso, R. A., Hidayati, L., & Nugroho, A. (2023). Implementasi skrining TB-DM dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 11(2), 134–142. https://doi.org/10.20473/jaki.v11i2.2023.134-142

Rambi, E. V., Konoralma, K., & Sumenge, D. (2023). Pencegahan tuberkulosis paru: Optimalisasi metode dan media promosi kesehatan. Deepublish.

Ritonga, N., Siregar, H., & Lubis, M. (2024). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program promosi kesehatan pasien TB paru di rumah sakit. Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF), 6(1), 78–85. https://doi.org/10.35451/jkf.v6i1.1887

Setiawan, A., & Rahmawati, I. (2022). Efektivitas media animasi edukasi dalam peningkatan literasi kesehatan keluarga di bangsal anak. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 4(2), 112–118. https://doi.org/10.36568/jpkm.v4i2.245

Sorensen, K., Pelikan, J. M., & Brand, H. (2021). Health literacy in the context of health care systems: A systematic review. Health Promotion International, 36(4), 1010–1025. https://doi.org/10.1093/heapro/daab019

Sudaryono. (2022). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan mix method (2nd ed.). Rajawali Pers.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.

World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240083851

Downloads

Published

07-07-2026

How to Cite

Tiarmawarni Pakpahan. (2026). Peningkatan Literasi Kesehatan Keluarga Melalui Edukasi Skrining dan Pencegahan Tuberkulosis (TB)Terpadu Diruang Rawat Inap KIA RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau Tahun 2026: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 5(1), 420–426. https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.6466