Ancaman Hoaks terhadap Kualitas Demokrasi di Indonesia

Penelitian

Authors

  • Rizka Mukaromatussalisah Universitas Islam Negri Jakarta
  • Siti Nur Azizah Universitas Islam Negri Jakarta
  • Nandia Permata Sari Universitas Islam Negri Jakarta
  • Zaenul Slam Universitas Islam Negri Jakarta

Keywords:

Hoaks, literasi digital, demokrasi, media sosial, Indonesia.

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis penyebaran informasi palsu di Indonesia, mengidentifikasi penyebab tingginya tingkat penyebaran berita hoaks, menilai dampaknya terhadap kualitas demokrasi, serta mengusulkan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi penyebaran hoaks di internet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan literatur, dengan mengumpulkan informasi sekunder dari jurnal ilmiah, buku, artikel akademik, laporan resmi, dan dokumen lain yang berkaitan dengan topik penelitian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, sementara analisis dilakukan secara deskriptif dan kualitatif melalui tahap- tahap seperti reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebaran informasi palsu di Indonesia dipengaruhi oleh rendahnya tingkat literasi digital masyarakat, budaya komunal yang kuat, algoritma media sosial yang mengutamakan keterlibatan pengguna, polarisasi politik, bias konfirmasi, serta motivasi individu untuk mendapatkan pengakuan sosial. Hoaks memberikan dampak negatif terhadap kualitas demokrasi karena dapat menciptakan opini publik yang menyesatkan, mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah dan institusi, meningkatkan polarisasi sosial, dan mengganggu proses pemilu. Upaya untuk melawan hoaks dapat dilakukan dengan cara meningkatkan literasi digital, memperkuat regulasi pemerintah, bekerja sama dengan platform media sosial, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memverifikasi informasi serta melaporkan konten yang menyesatkan.

References

Allcott, H., & Gentzkow, M. (2017). Social media and fake news in the 2016 election. Journal of Economic Perspectives, 31(2), 211–236.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024). Survei internet Indonesia 2024. APJII. https://apjii.or.id

Gilster, P. (1997). Digital literacy. Wiley Computer Publishing.

Kurnia, N., & Astuti, S. I. (2017). Peta gerakan literasi digital di Indonesia: Studi tentang pelaku, ragam kegiatan, kelompok sasaran dan mitra. Informasi, 47(2), 149–166.

Lim, M. (2017). Freedom to hate: Social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 49(3), 411–427.

UNESCO. (2019). Journalism, fake news & disinformation: Handbook for journalism education and training. UNESCO Publishing.

Vosoughi, S., Roy, D., & Aral, S. (2018). The spread of true and false news online. Science, 359(6380), 1146–1151.

Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policy making. Council of Europe.

Assyahida, T. N. (2025). Disinformasi Pemilu Digital sebagai Ancaman Transnasional : Implikasi

terhadap Kedaulatan Demokrasi Indonesia. 2019.

Sarjito, A. (2024). Hoaks , Disinformasi , dan Ketahanan Nasional : Ancaman Teknologi Informasi dalam

Masyarakat Digital Indonesia. 175–186.

Juditha, C. (2018). Hoax communication interactivity in social media and anticipation (Interaksi komunikasi hoax di media sosial serta antisipasinya). Jurnal Pekommas, 3(1), 31–44.

Lankshear, C., & Knobel, M. (2008). Digital literacies: Concepts, policies and practices (Vol. 30). Peter Lang.

Mahrani, A. S., & Sartika, I. (2025). Analisis Jaringan Penyebaran Hoaks Sains ‘City Lights di Proxima b’di X Menggunakan Social Network Analysis. Edutik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi, 5(4), 808–815.

Pariser, E. (2011). The filter bubble: What the Internet is hiding from you. penguin UK.

Pramanda, A. Y., Muchtarom, M., & Hartanto, R. V. P. (2018). Penguatan Etika Digital pada Siswa untuk Menanggulangi Penyebaran Berita Bohong (Hoax) di Media Sosial Melalui Pendidikan Kewarganegaraan (Studi SMA/SMK di Surakarta). Jurnal Penelitian Pendidikan, 21(2), 1–13.

Greenwald, A. G., & Ronis, D. L. (1978). Twenty years of cognitive dissonance: Case study of the evolution of a theory. Psychological Review, 85(1), 53.

Lubis, P., Mardianto, M., & Nasution, M. I. P. (2023). Gerakan literasi sekolah: Tantangan literasi di era digital dan cara mengatasinya. Jurnal Media Infotama, 19(2), 487–496.

Nasrullah, R. (2017). Blogger dan digital word of mouth: getok tular digital ala blogger dalam komunikasi pemasaran di media sosial. Jurnal Sosioteknologi, 16(1), 1–16.

Safitri, R., Kelmaskouw, A. L., Deing, A., Bonin, B., & Haryanto, B. A. (2022). Edukasi Hukum Melalui Media Sosial Bagi Generasi Z. Jurnal Citizenship Virtues, 2(2), 377–385.

Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policymaking (Vol. 27). Council of Europe Strasbourg.

Adamkolo Mohammed Ibrahim, U. A. (2019). In a Democratized Media Context What a Hoax Can Do, a Misinformation Can Do Even Worse. New media and mass communication.

Anggraini, S. I. (2025). Tantangan Demokrasi Pancasila di Era Digital. Maliki Interdisciplinary Journal. Chengcheng Shao, G. L. (2018). The spread of low-credibility content by social bots. Nature

Communications.

Febriansyah Putra, H. P. (2023). Analisis Hoax Terhadap Pemilu: Tinjauan dari Perspektif Pendidikan Politik. Naradidik: Journal of Education and Pedagogy.

Febriansyah, N. N. (2024). Fenomena Media Sosial: Antara Hoax, Destruksi Demokrasi, dan Ancaman Disintegrasi Bangsa. Sebatik.

Gaughan, A. J. (2016). Illiberal Democracy: The Toxic Mix of Fake News, Hyperpolarization, and Partisan Election Administration. Duke Journal of Constitutional Law & Public Policy.

Rianissa, S. N. (2025). Disinformasi diEra Post-Truth: Ancaman Terhadap Demokrasi dan Mobilitas Global. Demokrasi: Jurnal Riset Ilmu Hukum, Sosial, Dan Politik.

Rio Gustrinanda, T. T. (2023). Pengaruh Berita Hoax Terhadap Kepercayaan Masyarakat Dalam Pemilu di Indonesia. BULLET: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 160-163.

Sarjito, A. (2024). Hoaks, disinformasi, dan ketahanan nasional: Ancaman teknologi informasi dalam masyarakat digital Indonesia. Journal of Governance and Local Politics (JGLP).

Sundara Kashyap Vadapalli, S. D. (2026). Exploring the impact of online misinformation on Ideological Polarisation and Institutional distrust: an integrative review and strategic framework for counteraction. SN Social Sciences.

Utami, P. (2018). Hoax in Modern Politics: The Meaning of Hoax in Indonesian Politics and Democracy.

Jurnal Sosial dan Ilmu Politik.

Downloads

Published

10-06-2026

How to Cite

Rizka Mukaromatussalisah, Azizah, S. N., Sari, N. P., & Slam, Z. (2026). Ancaman Hoaks terhadap Kualitas Demokrasi di Indonesia: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 26884–26893. Retrieved from https://jerkin.org/index.php/jerkin/article/view/6550