Peran Konseling Individu dalam Mengatasi Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6626Keywords:
Konseling Individu, Quarter Life Crisis, Mahasiswa Tingkat AkhirAbstract
Tujuan dasar dari penelitian ini adalah menganalisis peran konseling individu dalam mengatasi quarter life crisis pada mahasiswa khususnya pada jenjangp penyelesaian tugas akhir. Fenomena quarter life crisis menjadi salah satu isu psikologis yang banyak dialami mahasiswa akibat tekanan akademik, ketidakpastian masa depan, tuntutan sosial, dan kecemasan menghadapi dunia kerja. pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research) dijadikan metode dalam penelitian ini. Data diambil dengan teknik dokumentasi yang dilihat dari berbagai sumber literatur, seperti jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Teknik content analysis dengan dilakukan untuk menganalisis hasil dengan tujuan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan tema-tema utama yang berkaitan dengan faktor penyebab quarter life crisis serta peran konseling individu dalam membantu mahasiswa menghadapi kondisi tersebut. Hasil penelitian menjelaskan fenomena quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir ditandai dengan kecemasan, kebingungan identitas, tekanan emosional, rendahnya rasa percaya diri, dan ketidakpastian terhadap masa depan. Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi tersebut meliputi tekanan akademik, keterlambatan penyelesaian studi, rendahnya self-efficacy, tuntutan sosial, serta kurangnya dukungan sosial. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa konseling individu berperan penting dalam membantu mahasiswa memahami diri, mengelola emosi, menambah rasa percaya diri, membentuk pola pikir positif, serta mengembangkan strategi coping yang lebih adaptif. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat kajian mengenai pentingnya layanan konseling individu sebagai intervensi psikologis bagi mahasiswa. Selain itu, temuan penelitian ini dapat menjadi landasan yang lebih tepat dalam pengembangan layanan kolaboratif dan konseling yang lebih bermanfaat bagi kesehatan mental mahasiswa di universitas.
References
Adellia, R., & Varadhila, S. (2023). Dinamika permasalahan psikososial masa quarter life crisis pada mahasiswa. Psikosains, 18(1), 29–41.
Alfansyur, A., & Mariyani. (2020). Seni Mengelola Data : Penerapan Triangulasi Teknik , Sumber Dan Waktu pada Penelitian Pendidikan Sosial. Historis, 5(2), 146–150.
Ardian, M., Abdillah, S., & Raharusun, M. N. (2025). Pendekatan Psikodiasnotik Dalam Mengkaji Quarter Life Crisis Pada Generasi Z Tingkat Akhir. Publik, 4(2).
Febriani, G., & Fikry, Z. (2023). Gambaran Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Yang Mengalami Keterlambatan Penyelesaian Masa Kuliah. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(4), 1472–1487.
Hadi, N. F., & Afandi, N. K. (2021). Kajian Pustaka dalam Penelitian Pendidikan. Sultra Educational Journal, 1(3), 64–71.
Lathifah, M., Wirastania, A., & Farid, D. A. M. (2022). Implementasi supervisi klinis terhadap keterampilan konseling individu pada mahasiswa bimbingan dan konseling. Jurnal Fokus Konseling, 8(1), 52–57.
Lopo, F. L. (2025). Peran Konseling Individu Dalam Pembentukan Konsep Diri Siswa SMK Ferdinan. G-COUNS: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(2), 1405–1409. https://doi.org/10.31316/g-couns.v9i2.4687
Mardiyah, A., Ayyubi, M., Nur, M., & Kahfi, M. (2025). Peran Konseling Individu dalam Mengatasi Betrayal Trauma ( Trauma Pengkhianatan ). Fatih: Journal of Contemporary Research, 02(02), 1165–1176.
Moleong, L. J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. In Bandung: PT. Remaja Rosdakarya (p. 330).
Ningrum, S. M. (2023). Studi deskriptif fase quarterlife crisis pada mahasiswa program studi bimbingan dan konseling universitas lambung mangkurat skripsi.
Sandaputri, Y. T., & Mariyati, L. I. (2024). Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Self efficacy Dengan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa di Usia Dewasa. G-COUNS: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(1), 416–426. https://doi.org/10.31316/gcouns.v9i1.6422
Setiagils, A., Rozak, A., & Nuraeni, N. S. (2024). The Role of the Social Environment in Generation Z University Students. Muqoddima:Jurnal Pemikiran Dan Riset Sosiologi, 5(2), 43–59.
Sidratullah, Y., Sukma, D., & Handayani, P. G. (2025). Quarter Life Crisis Mahasiswa Tingkat Akhir ditinjau dari Jenis Kelamin. Counseling&Humanities Review, 5(1), 107–116. https://doi.org/10.24036/0001272chr2025
Syahri, L. M., Netrawati, & Syahrial. (2022). Layanan Konseling Kelompok Dengan Pendekatan Geslt Untuk Mengatasi quarter life crisis untuk mahasiswa. Jubikops: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi, 2(1).
Winardi, Y. D., Cristiani, Y., & Malau, O. (2023). Konseling Individu pada Mahasiswa Korban Kekerasan Verbal. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(2), 805–814.
Yuliani, D. (2022). Implementasi konseling individu dalam membantu mahasiswa menghadapi krisis perkembangan. Jurnal Fokus Konseling, 6(1).
Yusuf, A., Siregar, S., Syahrani, F., Alfatiya, N., Rencani, Z. S., & Mardes, S. (2025). Mengatasi Krisis dengan Konseling : Solusi untuk Mencapai Keseimbangan Emosional. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS), 4(4), 5908–5914.
Zein, A. U., Yuliadi, I., Subandono, J., & Septiawan, D. (2023). Self-disclosure ( Keterbukaan Diri ) dan Quarter-life Crisis ( Krisis Seperempat Abad ) Mahasiswa Psikologi. Plexus Medical Journal, 2(1), 18–25.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sely Dea Dewita, M.Fahli Zatrahadi, Miftahuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












