Evaluasi Karakteristik Aliran Air pada Saluran Sekunder Bendungan Sidoras, Desa Saentis Berdasarkan Data Pengukuran Kecepatan Arus, Kedalaman dan Dimensi Penampang

Penelitian

Authors

  • Benaya Jeremy Gultom Universitas Negeri Medan
  • Intan Yohana Sitio Universitas Negeri Medan
  • Nayla Tirta Sari Universitas Negeri Medan
  • Yuni Yolanda Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6671

Keywords:

Saluran Sekunder, Karakteristik Aliran, Kecepatan Arus, Debit Air, Sedimentasi, Irigasi

Abstract

Air merupakan faktor krusial dalam keberhasilan produksi pertanian, di mana jaringan irigasi berfungsi menjamin ketersediaan air. Namun, interaksi antara saluran irigasi dengan aktivitas domestik di pemukiman dan area persawahan berpotensi memengaruhi laju aliran serta kapasitas penampang saluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik hidrolika aliran air pada Saluran Sekunder Bendungan Sidoras, Desa Saentis, berdasarkan data kecepatan arus, kedalaman, dan dimensi penampang. Metode pengumpulan data menggunakan instrumen non-test melalui observasi langsung di lapangan pada Mei 2026 yang terbagi ke dalam 7 segmen sepanjang 2,5 Km. Pengukuran kecepatan arus menggunakan metode pelampung permukaan (botol plastik) sepanjang lintasan 10 meter, sementara dimensi saluran diukur menggunakan meteran penampang melintang. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi karakteristik fisik saluran yang signifikan di tiap segmen. Lebar badan air berkisar antara 2,01meter hingga 5,20 meter dengan kedalaman rata-rata berkisar antara 0,41 meter hingga 0,78 meter. Kecepatan aliran rata-rata tertinggi ditemukan pada Segmen 5 sebesar 0,24 m/s dan terendah pada Segmen 4 sebesar 0,113 m/s akibat penyempitan serta hambatan penampang. Aliran air cenderung mengalami perlambatan dan penurunan kualitas fisik (keruh dan berbau) pada segmen yang melewati pemukiman padat akibat hambatan sampah domestik dan sedimentasi lumpur yang tinggi. Sebaliknya, segmen yang memasuki kawasan persawahan memiliki kualitas air yang lebih bersih namun rentan terhadap sedimentasi akibat erosi tanah. Diperlukan upaya pemeliharaan rutin berupa pengerukan sedimen dan pembersihan sampah secara berkala untuk menjaga efisiensi distribusi air irigasi menuju lahan pertanian.

References

Direktorat Jenderal Pengairan. (2013). Kriteria Perencanaan Bagian Saluran (KP-03). Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Najimuddin. (2019). Evaluasi Kinerja Sistem Irigasi Terhadap Produktivitas Pertanian. Jurnal Infrastruktur dan Teknik Sipil, 4(2), 75–83.

Noerhayati, E., & Suprapto, A. (2018). Tata Kelola Air Irigasi untuk Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Lahan Pertanian. Malang: Media Nusa Creative.

Subarkah, I. (2014). Hidrologi untuk Perencanaan Bangunan Air. Bandung: Idea Dharma.

Sudjarwadi. (1987). Dasar-Dasar Teknik Irigasi. Yogyakarta: Biro Penerbit Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

Triatmodjo, B. (2010). Hidraulika II. Yogyakarta: Beta Offset

Downloads

Published

14-06-2026

How to Cite

Benaya Jeremy Gultom, Intan Yohana Sitio, Nayla Tirta Sari, & Yuni Yolanda. (2026). Evaluasi Karakteristik Aliran Air pada Saluran Sekunder Bendungan Sidoras, Desa Saentis Berdasarkan Data Pengukuran Kecepatan Arus, Kedalaman dan Dimensi Penampang: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 27133–27140. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6671