Makna Simbolik Tradisi Megengan dan Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter pada Masyarakat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6785Keywords:
megengan, internalisasi nilai, pendidikan karakterAbstract
Tradisi megengan merupakan budaya Jawa yang dilaksanakan menjelang Ramadhan. Di Desa Jekek, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, tradisi ini memiliki ciri khas berupa pemberian bingkisan makanan sederhana kepada tetangga terdekat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran tradisi megengan sebagai sarana penanaman nilai-nilai karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kepala desa, tokoh masyarakat, dan generasi muda, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur tradisi megengan memiliki makna simbolis: waktu pelaksanaan sebagai pengingat spiritual, bingkisan makanan melambangkan syukur dan ketulusan, prosesi pengiriman mempererat hubungan sosial, fokus pada tetangga terdekat memperkuat ikatan sosial, dan keterlibatan anak-anak menjadi sarana regenerasi tradisi. Tradisi ini menanamkan lima nilai karakter, yaitu religiusitas, kepedulian sosial, gotong royong, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Penanaman nilai berlangsung melalui tahap pengenalan, partisipasi, dan internalisasi. Tradisi megengan terbukti menjadi sarana pendidikan karakter informal yang efektif, menghubungkan antargenerasi, dan sejalan dengan program pendidikan karakter nasional.
References
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal. Jakarta: Kemendikbud.
Lami'ah, S., Suciptaningsih, O. A., Anggraini, A. E., Suyitno, I., & Kusumaningrum, S. R. (2025). Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Budaya Sasak dalam Pembelajaran Sekolah Dasar untuk Penguatan Karakter Akademik Siswa. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(4), 6061-6074.
Masruroh, S. (2024). Analysis of Local Wisdom through Megengan Tradition in Encouraging Economic Activities of Nganjuk Residents in East Java. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 8(1), 751-759.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sabella, D., & Rahmawati, E. (2024). Refleksi Kearifan Lokal dalam Tradisi Megengan dan Kontribusinya Terhadap Keharmonisan Sosial. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 8(1), 751-759.
Spradley, J. P. (1980). Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wisti, W., Ruyadi, Y., & Wilodati. (2025). Tren Penelitian Potensi Tradisi Randai Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran. Jurnal ABDI, 11(2), 145-160.
Wirtung, V., & Nisa, A. F. (2026). Studi Literatur: Manajemen Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Banjar dalam Penguatan Karakter Siswa. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(3), 2494-2498.
https://radarnganjuk.jawapos.com/budaya/2175679645/wajib-ada-apem-saat-megengan#google_vignette. Diakses pada 20 April 2025, pukul 22.30 WITA
https://radarnganjuk.jawapos.com/budaya/2175673068/begini-filosofi-tradisi-megengan-di-nganjuk-jelang-bulan-puasa . diakses pada 20 April 2025, pukul 22.45 WITA
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tiara Nur'aini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












