Pencemaran Sungai Akibat Limbah dan Peran Masyarakat dalam Upaya Pengendalian Serta Pemulihan Kualitas Lingkungan
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6940Keywords:
Pencemaran Sungai, Limbah Domestik, Limbah Industri, Peran Masyarakat, Pemulihan Kualitas AirAbstract
Pencemaran sungai merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang paling mendesak di Indonesia, terutama di kawasan padat penduduk dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber dan karakteristik pencemaran sungai akibat limbah domestik dan industri, serta mengkaji peran dan kontribusi masyarakat dalam upaya pengendalian dan pemulihan kualitas lingkungan perairan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif dengan tinjauan literatur sistematis terhadap 47 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa limbah domestik menyumbang sekitar 62% dari total beban pencemar sungai, diikuti oleh limbah industri (28%) dan limbah pertanian (10%). Parameter pencemar utama yang teridentifikasi meliputi Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), logam berat (Pb, Cd, Hg), serta bakteri Escherichia coli. Partisipasi masyarakat yang terorganisir melalui program Bank Sampah, komunitas peduli sungai, dan kemitraan dengan pemerintah daerah terbukti mampu menurunkan indeks pencemaran hingga 34% dalam kurun waktu tiga tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan terpadu yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta merupakan strategi yang paling efektif dalam pemulihan kualitas sungai secara berkelanjutan.
References
Adinugroho, W. C., & Setyawati, T. R. (2021). Distribusi spasial logam berat timbal dan kadmium di sedimen Sungai Kapuas segmen perkotaan Pontianak. Jurnal Teknologi Lingkungan, 22(1), 45–54. https://doi.org/10.29122/jtl.v22i1.4237
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2023. BPS-Statistics Indonesia.
Cahyadi, A., Nugraha, M. F. I., & Priyono. (2020). Analisis kualitas air Sungai Code akibat pembuangan limbah domestik di Kota Yogyakarta. Majalah Geografi Indonesia, 34(2), 102–111.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung. (2022). Laporan Tahunan Program Bank Sampah Cikapundung 2019–2022. Pemerintah Kota Bandung.
Effendi, H., Romanto, & Wardiatno, Y. (2016). Water quality status of Ciambulawung River, Banten Province, based on Pollution Index and NSF-WQI. Procedia Environmental Sciences, 33, 260–267.
Gusti, I. A. G., & Dewi, N. P. S. R. (2022). Peran masyarakat adat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sungai: Studi kasus Subak di Bali. Jurnal Sosial Humaniora, 15(1), 78–93.
Hastuti, E. D., & Anggoro, S. (2019). Analysis of water quality based on physico-chemical and biological parameters in the Cileueur River, Ciamis District. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 012034.
Kartika, R. D., Purnomo, A., & Wijaya, B. S. (2023). Efektivitas program Citarum Harum dalam pemulihan kualitas air: Kajian tiga tahun (2018–2021). Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 13(2), 215–228.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia 2023. KLHK.
Kurniawan, T. A., Lo, W., & Sillanpää, M. (2011). Removal of refractory compounds from process water of coal gasification plant using ultrasonic irradiation and Fenton-like reagent. Journal of Hazardous Materials, 190(1–3), 393–401.
Lestari, P., & Trihadiningrum, Y. (2019). The impact of improper solid waste management to plastic pollution in Indonesian coast and marine environment. Marine Pollution Bulletin, 149, 110505.
Marliani, N. (2020). Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis Bank Sampah di kawasan Sungai Ciliwung. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(3), 548–557.
Ningrum, S. O., & Suroso, S. (2021). Analisis beban pencemaran dan daya tampung Sungai Bengawan Solo segmen Bojonegoro–Babat. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 5(2), 110–122.
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Putri, R. A., & Hamid, A. (2021). Hubungan kualitas air minum dengan kejadian diare pada balita di kawasan bantaran Sungai Kapuas Kalimantan Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(3), 301–309.
Rahmawati, S., Sari, P. A., & Munandar, H. (2022). Penggunaan bioindikator makrozoobentos untuk menilai kualitas perairan Sungai Ciliwung. Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati, 21(1), 12–21.
Sudaryanti, S., & Trihadiningrum, Y. (2020). Bioassessment of river water quality using macroinvertebrates: Principles and application. Jurnal Purifikasi, 20(2), 75–84.
Syahri, M., Wahyuni, S., & Hartono, D. (2022). Citizen science dalam pemantauan kualitas air sungai: Pengalaman program Prokasih revitalisasi di Surabaya. Jurnal Teknik Lingkungan, 28(1), 34–46.
Wahyudi, S. I., Hakim, L., & Marsoyo, A. (2022). Perilaku pembuangan limbah rumah tangga ke sungai: Studi kasus di permukiman informal bantaran Sungai Bengawan Solo. Jurnal Permukiman, 17(2), 123–135.
World Health Organization. (2022). Progress on Household Drinking Water, Sanitation and Hygiene 2000–2022: Special Focus on Gender. WHO/UNICEF.
Wulandari, D. A., Setiawan, H., & Pratama, G. Y. (2023). Dampak limbah industri tekstil terhadap kualitas air Sungai Citarum di segmen Majalaya–Nanjung. Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan, 18(1), 58–70.
Yusuf, M., Farid, M., & Arif, S. (2020). Penerapan program pesantren ramah lingkungan sebagai upaya konservasi sungai di Jawa Tengah. Jurnal Pendidikan Islam dan Lingkungan, 4(1), 44–58.
Zulaikha, S., Kusuma, Z., & Utomo, W. H. (2019). Pollution of the Brantas River by P and N coming from agricultural production in Malang Regency. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 6(2), 1621–1629.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Virgin Kartika Wianti, Kamelia Kamelia, Kesya Swietenia Maharani Imanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












