Kejadian Hiperurisemia pada Lansia di Panti Jompo dan Hubungannya dengan Aktivitas Fisik

Pengabdian

Authors

  • Erdanela Setiawati universitas baiturrahmah
  • Aryaldy Zulkarnaini Universitas Baiturrahmah
  • Sella Tri Cahyati Universitas Baiturrahmah

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6943

Keywords:

Aktivitas Fisik, Kejadian Hiperurisemia, Lansia, Panti Jompo (PSTW)

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas fisik mencakup setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan membutuhkan pengeluaran energi, seperti rutinitas harian seperti berjalan, menyapu, berkebun dan aktivitas terstruktur seperti senam, berkebun intens, dan olahraga ringan. Hiperurisemia atau tingginya kadar-asam-urat-darah dapat menimbulkan penyakit Gout-Arthritis (radang sendi) yang diakibatkan oleh akumulasi kristal monosodium-urate (MSU) atau purin di area sendi. Secara klinis, Gout-Arthritis ditandai dengan serangan akut berupa nyeri hebat (gout), kemerahan, panas, dan pembengkakan. Banyak faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik antara lain kondisi kesehatan seperti penyakit kronis (asam urat), obesitas, tingkat kebugaran, dan cedera. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisemia pada  lansia di panti jompo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional-analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Desember 2025 di panti jompo (PSTW) Kasih-Sayang-Ibu Batusangkar, Jumlah sampel sebanyak 52 lansia. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner International-Physical-Activity-Questionnaire (IPAQ) versi-pendek. Hiperurisemia ditentukan dengan mengukur kadar-asam-urat darah menggunakan alat GCU-meter digital. Analisis univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 26.0. Hasil: Mayoritas lansia memiliki aktifitas fisik kategori rendah sebanyak 27 orang (51,9%) dan tidak hiperurisemia atau memiliki kadar-asam-urat normal sebanyak 35 orang (67,3%). Ada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisemia pada lansia di panti jompo dengan nilai p =0.030. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisemia pada lansia di PSTW Kasih-Sayang-Ibu Batusangkar.

References

Lestari M., Septiani A, Gabby PG, Wulandari C. Literature Review : Hubungan Aktivitas Fisik dengan Penurunan Gejala Depresi pada Lansia. 2025;3.

Mandalika A, Tantoso L, Tarumanagara U. Hubungan Aktivitas Fisik pada Lansia dengan Kadar Serum Asam Urat di Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. 2025;7(1):292–300.

Skoczyńska M, Chowaniec M, Szymczak A, Langner-Hetmańczuk A, Maciążek-Chyra B, Wiland P. Pathophysiology of hyperuricemia and its clinical significance – a narrative review. Reumatologia. 2020;58(5):312– 323.

Fauzi M. Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Asam Urat Di Padukuhan Bedog Trihanggo Gamping Sleman Yogyakarta. Ilmu Keperawatan. 2018;1(1):1-7.

Liu YR, Wang JQ, Li J. Role of NLRP3 in the pathogenesis and treatment of gout arthritis. Front Immunol. 2023;14:1137822. doi:10.3389/fimmu.2023.1137822

Cross M, Ong K, Culbreth G, Steinmetz J, Cousin E, Lenox H. Global, regional, and national burden of gout, 1990–2020, and projections to 2050: a systematic analysis of the Global Burden of Disease Study 2021. Lancet Rheumatol. 2024;6(8):e507–17.

Punjwani S, Jani C, Liu W, Kakoullis L, Salciccioli I, Al Omari O. Burden of gout among different WHO regions, 1990–2019: estimates from the global burden of disease study. Sci Rep. 2024;14(1):1–12.

Du L, Zong Y, Li H, Wang Q, Xie L, Yang B. Hyperuricemia and its related diseases: mechanisms and advances in therapy. Signal Transduct Target Ther. 2024;9(1).

Chen Z, Guo Q, Zhang Y, Chen L, Li P, Cheng W. A systems immunology perspective on gout pathogenesis and its precision-targeted treatment strategies. Front Immunol. 2025;16:1–8.

Nurambiya N, Hunyang N. Pengaruh aktivitas fisik dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah pada lansia di RSUD Labuang Baji Sulawesi Selatan. Barongko J Ilmu Kesehat. 2023;2(1):183–190.

Indonesia KKR. Apa Yang Dimaksud Aktivitas Fisik. Kemenkes RI; 2020.

Ivanali K, Amir TL, Munawwarah M, Pertiwi AD. Hubungan antara aktivitas fisik pada lanjut usia dengan tingkat keseimbangan. J Ilm Fisioter. 2021;21(1):51-57.

Ikhsan, Wirahmi N, Slamet S. Hubungan aktivitas fisik dengan risiko jatuh pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu. J Nurs Public Heal. 2020;8(1):48–53.

Suntara DA, Alba AD, Hutagalung M. Hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar asam urat. J Inov Penelit. 2022;2(12):3805–3812.

Irdayanti S, Setiawan M. Perbedaan jenis kelamin dan usia terhadap kadar asam urat pada penderita hiperurisemia. J Med Udayana. 2019;8(12):2597–8012.

Salsabilla AF, Irramah M, Lestari Y. Hubungan aktivitas fisik dengan kadar asam urat darah pada orang lanjut usia di Puskesmas Padang Kandis Kabupaten Lima Puluh Kota. EMPIRIS J Sains, Teknol dan Kesehat. 2025;2(4):625-634.

Naid T, Mas’ud I, Haryono K. Korelasi Kadar Asam Urat Dalam Darah Dan Kristal Asam Urat Dalam Urine. J Ilm As-Syifaa. 2014;6(1):56–60.

Asfarada M, Sahrir R, Yulia A, Iqranil A. Pendidikan Praktis Asam Urat: Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia di Panti Werdha Kota Makassar. J Pemberdaya Masy Univ Al Azhar Indones. 2024;6(3):176.

Ibrahim A, Widodo R. Pengaruh Konsumsi Madu Terhadap Kadar Asam Urat Pada Pasien Arthritis Gout di Wilayah Kerja Puskesmas Surantih. J Kesehat Saintika Meditory. 2020;3(1):42-51.

Anggraini D. Aspek Klinis Hiperurisemia. Sci J. 2022;1(4):299-308.

Indonesia KKR. Waktu Aktivitas Fisik Untuk Lansia. Kemenkes RI; 2018.

Noor C, Merijanti L. Hubungan Antara Aktivitas Fisik dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia. J Biomedika dan Kesehat. 2020;3(1):8–14.

Al Mubarroq F, Putra K, Rayanti R. Fungsi Kognitif dan Aktivitas Fisik pada Lansia Petani. J Keperawatan Jiwa. 2022;10(1):17.

Downloads

Published

30-06-2026

How to Cite

Setiawati, E., Zulkarnaini, A., & Cahyati, S. T. (2026). Kejadian Hiperurisemia pada Lansia di Panti Jompo dan Hubungannya dengan Aktivitas Fisik: Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 28753–28761. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6943