Analisi Struktuk Pasar Oligopoli pada Industri Telekomunikasi di Indonesia

Penelitian

Authors

  • Rizka Fauziah Universitas Negeri Medan
  • Yusrina Universitas Negeri Medan
  • Evifanie Simbolon Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6949

Keywords:

Struktur Pasar, Oligopoli, Telekomunikasi, Herfindahl-Hirschman Index (HHI), Persaingan Usaha, Perilaku Harga

Abstract

Penelitian ini menganalisis struktur pasar oligopoli pada industri telekomunikasi di Indonesia serta dampaknya terhadap perilaku harga dan tingkat konsentrasi pasar. Fokus penelitian diarahkan pada karakteristik persaingan antaroperator telekomunikasi, pengukuran tingkat konsentrasi pasar menggunakan Indeks Herfindahl-Hirschman (HHI), serta implikasinya terhadap efisiensi pasar dan kesejahteraan konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder periode 2018–2023 yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan telekomunikasi, Badan Pusat Statistik (BPS), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Data dianalisis melalui penghitungan pangsa pasar masing-masing operator, perhitungan nilai HHI untuk mengukur tingkat konsentrasi pasar, serta analisis perilaku harga berdasarkan karakteristik pasar oligopoli menggunakan Model Sweezy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri telekomunikasi Indonesia memiliki struktur pasar oligopoli dengan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi, ditunjukkan oleh nilai HHI sebesar 3.409,3 pada tahun 2023. Tiga operator utama, yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XL Axiata, secara kolektif menguasai 88,3% pangsa pasar pelanggan. Selain itu, perilaku harga dalam industri ini menunjukkan adanya fenomena kekakuan harga (price rigidity), sehingga persaingan lebih banyak terjadi melalui peningkatan kualitas jaringan, inovasi layanan digital, dan strategi non-harga lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur pasar oligopoli mampu mendorong investasi infrastruktur telekomunikasi yang besar, namun juga berpotensi menyebabkan harga layanan data relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa negara di kawasan ASEAN.

References

N. G. Mankiw, Principles of Microeconomics, 9th ed. Boston: Cengage Learning, 2021.

KPPU, Kajian Industri Telekomunikasi Indonesia, Jakarta: Komisi Pengawas Persaingan Usaha, 2023.

Kominfo, Peta Jalan Industri Telekomunikasi Indonesia 2023–2027, Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, 2023.

ATSI, Data Pelanggan dan Pangsa Pasar Telekomunikasi Indonesia, Jakarta: Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia, 2023.

PT Telkom Indonesia Tbk, Laporan Tahunan 2023, Jakarta: Telkom Indonesia, 2023.

PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk, Laporan Tahunan 2023, Jakarta: IOH, 2023.

PT XL Axiata Tbk, Laporan Tahunan 2023, Jakarta: XL Axiata, 2023.

BPS, Laporan Pertumbuhan Ekonomi Sektor Informasi dan Komunikasi, Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2023.

Ookla, Speedtest Global Index 2023, Seattle: Ookla LLC, 2023.

GSMA Intelligence, The Mobile Economy Asia Pacific 2023, 2023.

Downloads

Published

30-06-2026

How to Cite

Rizka Fauziah, Yusrina, & Evifanie Simbolon. (2026). Analisi Struktuk Pasar Oligopoli pada Industri Telekomunikasi di Indonesia: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(4), 28762–28766. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6949

Most read articles by the same author(s)