Implementasi Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Self – Esteem pada Remaja
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6983Keywords:
Harga Diri, Intervensi Psikologis, Konseling Kelompok, Perspektif Islam, RemajaAbstract
Masa remaja adalah periode perkembangan yang sangat penting, ditandai oleh perubahan dalam aspek fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Salah satu elemen kunci dalam fase ini adalah self-esteem atau harga diri, yang menunjukkan bagaimana seseorang mengevaluasi dan menghargai dirinya sendiri. Remaja dengan harga diri yang rendah dapat mengalami konsekuensi negatif, seperti ketidakpercayaan diri, mudah dipengaruhi oleh orang lain, serta berisiko mengalami masalah psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan konsep konseling kelompok, definisi dan elemen-elemen dari harga diri, faktor-faktor yang mempengaruhinya, pandangan dalam Islam, serta penerapan konseling kelompok untuk meningkatkan harga diri di kalangan remaja. Metodologi yang diterapkan adalah tinjauan pustaka, dengan tujuan mengumpulkan dan menganalisis teori serta temuan dari penelitian sebelumnya. Temuan menunjukkan bahwa konseling kelompok berfungsi sebagai layanan yang efisien dengan memanfaatkan interaksi dalam kelompok untuk memperkuat dukungan sosial, memperbaiki pandangan negatif tentang diri sendiri, dan mengembangkan sikap yang lebih positif. Dalam sudut pandang Islam, harga diri terbentuk melalui ketaqwaan kepada Tuhan dan keyakinan akan keunikan setiap individu. Sebagai kesimpulan, pelaksanaan konseling kelompok yang dilakukan secara sistematis dengan langkah-langkah seperti perencanaan, pembentukan, transisi, eksekusi, hingga penutupan memiliki potensi besar untuk secara signifikan meningkatkan harga diri remaja.
References
Surya, M. “Konseling Kelompok: Teori dan Praktik”, (Bandung: Alfabeta2004), hlm. 32.
Marisa Harti, Makmur Syukri, dan Mahidın, Pengaruh Layanan Bimbingan terhadap Self-Esteem Siswa (2024), hlm. 63
Wardhani, R. C., Handaka, I. B., Setyowati, A., & Utomo, N. B. (2022), "Upaya meningkatkan self-esteem siswa melalui konseling kelompok menggunakan solution focused brief counseling." Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), hlm. 13408
Sari, D. P., & Hadi, S. (2020). “ Prosedur Pelaksanaan Konseling Kelompok dalam
(2), hlm. 132.
Asytharika. (2016). Pelaksanaan konseling kelompok dalam meningkatkan kepercayaan diri remaja. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4(1), 1–10.
Asytharika. (2016). Peningkatan harga diri (self-esteem) dengan lavanan konseling kelompok pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 26 Bandar Lampung tahun pelajaran 2015/2016 (Skripsi, Universitas Lampung). hlm. 4
Beddu, S. (2016). Pengaruh konseling kelompok terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 5(2), 55–65.
Coopersmith, S. (1967). The antecedents of self-esteem. San Francisco: W.H. Freeman and Company.
Coopersmith, S. (2002). Revised Coopersmith self-esteem inventory manual. Redwood City: Mind Garden. Hlm. 343
Coopersmith, S. (2002). Self-esteem inventories. Palo Alto, CA: Consulting Psychologists Press.
Corey, G. (2016). Theory and practice of group counseling (9th ed.). Boston: Cengage Learning.
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. New York: W.W. Norton & Company.
Fitria Salsabila, dkk, "Perbedaan Self-Esteem antara Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dengan Perguruan Tinggi Swasta", Journal of Psychology Students, vol.1(1), 2022, hlm.45- 56
Fitria Salsabila, dkk. (2022). Konsep self-esteem dalam perspektif Islam. Jurnal Psikologi Islam, 10(2), 45–56.
Gladding, S. T. (2012). Group work: A counseling specialty (6th ed.). Boston: Pearson.
Halimah Beddu. (2016). Penerapan konseling kelompok dalam meningkatkan self-esteem siswa SMP Negeri | Liliriaja Kabupaten Soppeng (Tesis Magister, Program Studi Bimbingan dan Konseling). hlm. 61
Hartu, Syukri, & Mahidin, (2024), hlm. 66
Hartu, Syukri, & Mahidin. (2024). Perencanaan layanan konseling kelompok berbasis self-esteem. Jurnal Konseling Indonesia, 9(1), 60–70.
Ikbal, M., & Nurjannah. (2016). Psikologi kepribadian. Bandung: Pustaka Setia.
Kasmawati, & Alam, S. (2021). Strategi konseling kelompok dalam meningkatkan self-esteem remaja. Jurnal Bimbingan Konseling, 7(1), 40–50.
Kasmawati, K., & Alam, F. A. (2021). "Penerapan Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Self-Esteem Siswa." JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi. 1(1), hlm. 43
Konseling Kelompok di Lembaga Rehabilitasi Sosial”, Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 7(3), hlm. 146 Refnadi, "KONSEP SELF-ESTEEM SERTA IMPLIKASINYA PADA SISWA", Jurnal Pendidikan Indonesia, Vol. 4, No 1,2018, hlm 16-22
Kurniawati, R., & Setiawan, M. A. (2022). “Implementasi Tahapan Proses dalam
Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah”. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 9(1), hlm. 45.
Masalah SosialEmosional Siswa Sekolah Menengah.” Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan,
Muhammad ikbal, Nurjannah, "Meningkatkan Self Esteem Dengan Menggunakan Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy Pada Peserta Didik Kelas Viii Di Smp Muhammadiyah Jati Agung Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2015/2016", Konseli: Jurnal Bimbingan dan Konseling, vol.3 (1) (2016) hlm.33-4
Orth, U., & Robins, R. W. (2014). The development of self-esteem. Current Directions in Psychological Science, 23(5), 381–387.
Phickhardt, C. (2010). Raising adolescents. New York: HarperCollins.
Putri, A., & Wibowo, M. (2019). Peran guru BK dalam meningkatkan self-esteem siswa. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(2), 100–110.
Refnadi. (2018). Konsep self-esteem serta implikasinya dalam pendidikan. Jurnal EDUCATIO, 4(1), 16–22.
Rosenberg, M. (1965). Society and the adolescent self-image. Princeton, NJ: Princeton University Press.
Santrock, J. W. (2010). Adolescence (13th ed.). New York: McGraw-Hill.
Santrock, J. W. (2011). Life-span development (13th ed.). New York: McGraw-Hill.
Sari, N., & Hadi, S. (2020). Prosedur konseling kelompok dalam layanan bimbingan dan konseling. Jurnal Konseling, 5(1), 40–50.
Surya, M. (2004). Psikologi konseling. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.
Twenge, J. M., & Campbell, W. K. (2001). Age and birth cohort differences in self-esteem. Psychological Bulletin, 127(3), 321–344.
Wahyuni, E., & Prasetyo, A. D. (2021).” Peran Konseling Kelompok dalam Pemecahan
Wardhani, dkk. (2022). Implementasi konseling kelompok pada remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan, 11(2), 13400–13410.
Yalom, I. D., & Leszcz, M. (2005). The theory and practice of group psychotherapy (5th ed.). New York: Basic Books.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Aula, Jessica Citra Rahayu, Syarifah Aini, Cesilia Agustina Jalil, Rizka Fajrina, Annisa Nabilla, Abiyurizki Setiadi, Safhira Putri Phonna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












