Ragam Bahasa Waria di Media Sosial Instagram: Kajian Sosiolinguistik
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.6989Keywords:
Bahasa Waria, Slang, Sosiolinguistik, Ragam BahasaAbstract
Di era digital saat ini, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga media untuk membangun identitas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembentukan ragam bahasa waria yang digunakan oleh selebgram di media sosial Instagram. Data berupa kosakata yang memuat ragam bahasa waria diperoleh dari akun media sosial Instagram @kakakitwill menggunakan metode simak dan teknik catat. Selanjutnya, data dianalisis dengan cara mengklasifikasikan terlebih dahulu kata atau frasa yang memuat ragam bahasa waria. Lalu, kata atau frasa tersebut diuraikan berdasarkan proses pembentukannya. Terakhir, ditarik kesimpulan. Dalam penyajiannya, penelitian ini menggunakan metode informal dan formal karena memuat hasil dalam bentuk tabel dan uraian menggunakan kata-kata. Hasil penelitian menunjukkan proses pembentukan ragam bahasa waria yang di temukan, antara lain perubahan bunyi akhir menjadi –ong, perubahan bunyi akhir menjadi –es, perubahan bunyi akhir menjadi –ose, perubahan bunyi akhir menjadi –dang, perubahan bunyi akhir menjadi –ewi, perubahan bunyi akhir menjadi –rena, perubahan fonem vokal menjadi /i/, perubahan bunyi secara manasuka, perubahan urutan suku kata, dan pergeseran makna dengan pelesetan.
References
Fauzah, A. N. (2018). Bahasa waria sebagai identitas budaya subkultur. E-Societas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(4).
Foucault, M. (2000). Seks dan kekuasaan: Sejarah seksualitas. PT Gramedia Pustaka Utama.
Garing, J. (2017). Penggunaan jargon oleh komunitas waria di jejaring sosial Facebook. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 6(1).
Kakak Itwill [@kakakitwill]. (2026). Unggahan Instagram hingga Juni 2026. Instagram. https://www.instagram.com/kakakitwill/
Laazulva, I. (2013). Menguak stigma, diskriminasi, dan kekerasan pada LGBT di Indonesia. Arus Pelangi.
Larno. (2015). Slang waria Yogyakarta: Kajian sosiolinguistik [Skripsi, Universitas Gadjah Mada].
Narahawarin, M. F., Winarsih, S., & Bawawa, M. (2019). Variasi bahasa yang digunakan oleh kalangan waria di Kota Merauke. Kajian Linguistik: Jurnal Ilmiah, 7(2).
Oetomo, D. (2001). Memberi suara pada yang bisu. Galang Press.
Oktavian, A., Widayati, W., & Tobing, V. M. T. (2020). Analisis bahasa slang pada komunitas waria di Kompleks Pemakaman Kembang Kuning Surabaya. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 4(1), 29–41. https://doi.org/10.29407/jbsp.v4i1.14812
Prihatini, R., Istianingrum, R., & Maryatin, M. (2018). Ragam bahasa waria di Kota Balikpapan. Jurnal Basataka (JBT), 1(1), 58–70. https://doi.org/10.36277/basataka.v1i1.15
Sari, N. I. M., & Arif, S. (2018). Karakteristik ragam bahasa waria perias pengantin di Kota Medan. Jurnal Sastra Indonesia (Sasindo), 7(2). https://doi.org/10.24114/sasindo.v7i2.11758
Wahyuni, S., & Duwila, S. A. Y. P. S. (2023). Slang languages used by transgender in Surabaya. Seminar Nasional dan Call for Paper dengan Tema Inovasi Inklusif Gender dalam Sociopreneurship PSGESI LPPM UWP, 10(1), 410–417. https://doi.org/10.38156/gesi.v10i1.305
Widayanti, T. (2009). Politik subaltern: Pergulatan identitas waria. Research Center for Politics and Government, Program Studi Politik dan Pemerintahan, Universitas Gadjah Mada.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fauziah Hajjah, Unggul Putro Sambodo, Astri Juwita Fardhani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












