Analisis Faktor-faktor Kejadian Penyakit Hipertensi di Puskesmas Awal Terusan Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2024
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i4.7010Keywords:
Hipertensi, tekanan darah, kepatuhan minum obat, aktivitas fisik, status gizi.Abstract
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Pengendalian tekanan darah dipengaruhi berbagai faktor sehingga perlu diketahui faktor yang berhubungan dengan terkontrolnya tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pengontrolan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Awal Terusan, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional ini dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025 terhadap 147 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square serta regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara keikutsertaan program ATM (p=0,039), kepatuhan minum obat (p=0,000), status gizi (p=0,020), aktivitas fisik (p=0,002), riwayat diabetes melitus (p=0,023), riwayat merokok (p=0,026), dan usia (p=0,002) dengan terkontrolnya tekanan darah. Sebaliknya, jenis kelamin (p=0,225) dan riwayat penyakit jantung (p=0,953) tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan kepatuhan minum obat sebagai faktor paling dominan dengan OR 5,521. Disimpulkan bahwa kepatuhan minum obat merupakan faktor utama dalam pengontrolan tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi, penyuluhan, dan pemantauan rutin untuk meningkatkan kepatuhan pasien serta mencegah komplikasi hipertensi.
References
Amisi. (2018). Penelitian tentang hubungan hipertensi dengan penyakit jantung koroner.
Anggara, F. H. D., & Prayitno, N. (2013). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat.
Aridamayanti, et al. (2024). Data cakupan pelayanan penyakit tidak menular di Puskesmas Awal Terusan.
Arifin, M. H., Weta, I. W., & Ratnawati, N. L. K. A. (2016). Hubungan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi.
Bell, K., et al. (2019). Medication adherence among patients with chronic diseases.
Bell, K., et al. (2020). Insulin resistance, endothelial dysfunction, and hypertension.
Fadlilah, N., & Hamdani. (2020). Hubungan jenis kelamin dan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Fahriah, et al. (2021). Hubungan tingkat pendidikan dengan upaya pencegahan hipertensi.
Herawati, et al. (2013). Hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi.
Irawati. (2019). Patogenesis penyakit jantung koroner akibat hipertensi.
Kartika. (2016). Hubungan asupan lemak dengan kejadian hipertensi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pengendalian hipertensi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia.
Kowalski. (2020). Obesitas dan risiko hipertensi.
Kurniawan, et al. (2021). Kontrol glikemik dan hipertensi pada pasien diabetes melitus.
Mangendai, et al. (2019). Pengaruh merokok terhadap tekanan darah dan penyakit kardiovaskular.
Mangendai, et al. (2020). Kepatuhan minum obat dan pengendalian tekanan darah.
Muhafilah. (2019). Hubungan hipertensi dengan penyakit jantung koroner.
Natalia, et al. (2021). Obesitas sebagai faktor risiko hipertensi.
Nelwan. (2019). Mekanisme hipertensi dalam penyakit jantung koroner.
Pongsapan. (2024). Penyakit tidak menular sebagai tantangan kesehatan global.
Rahman, et al. (2021). Hipertensi kronis dan gagal jantung.
Rahmawati, et al. (2020). Risiko hipertensi pada perokok berat.
Rohaendi. (2008). Aktivitas fisik dan penurunan kolesterol LDL.
Saragih. (2019). Diabetes melitus, resistensi insulin, dan hipertensi.
Sari, et al. (2022). Peran aktif pasien dalam pengendalian hipertensi.
Setyanda, et al. (2015). Hubungan kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi.
Suheni. (2019). Durasi merokok dan risiko hipertensi.
Susanti, et al. (2020). Hubungan pendidikan dengan kejadian hipertensi.
Syafa’at. (2016). Hubungan kadar glukosa darah dan tekanan darah.
Triyanto. (2021). Hipertensi sebagai silent killer.
World Health Organization. (2021). Hypertension fact sheet.
Yohanes. (2015). Risiko hipertensi pada penderita diabetes melitus.
Zhang, et al. (2021). Aerobic exercise and blood pressure reduction in hypertension.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Intan Meilia, Maksuk Maksuk, Fika Winata Wathan, Yuli Hartati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












