Peluang Dan Tantangan Umkm Di Era Digital: Solusi Praktis Untuk Masyarakat Amanuban Barat
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.728Keywords:
Transformasi Digital UMKM, Pemberdayaan Ekonomi Lokal, Kolaborasi Komunitas dan TeknologiAbstract
UMKM di Amanuban Barat, Nusa Tenggara Timur, merupakan tulang punggung perekonomian lokal dengan potensi besar, terutama dalam sektor pertanian, kerajinan tangan, dan produk lokal berbasis budaya. Namun, mayoritas UMKM di wilayah ini masih mengandalkan sistem konvensional dan belum terintegrasi dalam ekosistem ekonomi digital. Di era ekonomi digital, UMKM memiliki peluang besar untuk berkembang, antara lain: akses pasar yang lebih luas melalui platform digital, promosi produk dengan biaya rendah melalui media sosial, serta kemudahan dalam transaksi keuangan melalui teknologi finansial. Selain itu, produk-produk lokal memiliki daya tarik budaya yang kuat dan berpotensi menjadi produk unggulan jika dikemas dan dipasarkan secara modern. Namun, berbagai tantangan juga dihadapi. Tantangan utama mencakup keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi teknologi di kalangan pelaku UMKM, kurangnya akses terhadap pelatihan digital, serta lemahnya daya saing produk lokal di tengah masuknya produk dari luar melalui e-commerce. Sebagai solusi praktis, disarankan adanya pelatihan digital berbasis komunitas yang aplikatif dan mudah dipahami, pendirian pusat digital desa (digital hub) sebagai ruang belajar dan promosi, serta pemberdayaan generasi muda sebagai pendamping teknologi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku UMKM menjadi kunci keberhasilan transformasi digital ini. Melalui pendekatan ini, UMKM Amanuban Barat diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan bersaing dalam era ekonomi digital secara berkelanjutan.
References
Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. (2021). Profil Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Tahun 2020. Jakarta: KemenkopUKM.
Kominfo RI. (2022). "Transformasi Digital Nasional: Program dan Strategi Pemerintah".
Kusnandar, V. B. (2022). "Jumlah UMKM di Indonesia Tembus 65 Juta". Databoks - Katadata.
https://databoks.katadata.co.id
Mulyani, S. R. (2021). "Pemberdayaan UMKM dalam Menghadapi Transformasi Digital: Studi Kasus di Indonesia". Jurnal Ilmu Ekonomi dan Sosial, 10(1), 45-58.
Pratama, Y. & Dewi, R. (2022). Transformasi Digital: Peluang dan Tantangan bagi UMKM. Yogyakarta: Deepublish.
Purwanto, A., Asbari, M., Santoso, P. B., & Wijayanti, L. M. (2020). "Pengaruh Transformasi Digital terhadap Kinerja UMKM di Era Industri 4.0". Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 6(1), 30-41. DOI: 10.31843/jmbi.v6i1.102
Sari, P. M., & Widyastuti, U. (2021). "Strategi Pemasaran Digital untuk UMKM di Masa Pandemi COVID-19". Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital, 2(2), 150-162.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tambunan, T. T. H. (2019). UMKM di Indonesia: Isu-isu Penting. Jakarta: LP3ES.
Winarno, A. (2021). "Literasi Digital untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat". Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 88-97.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Andrias Umbu T.Anabuni, Irma Linda Dewiaty, Maria Sisilia Lou Kellen, Plafianto jono karjo Himpi, Dikky Mooy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












