Membangun Generasi Z Broken Home melalui Pendidikan Digital dan Karakter di Desa Taiftob
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7453Keywords:
Keterampilan digital, Pendidikankarakter, Generasi z, keluarga broken home, Participatory Action ResearchAbstract
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital, semangat belajar, dan penguatan karakter remaja Generasi Z yang berasal dari keluarga kurang mampu melalui program “Inovasi Desa Cerdas” di Desa Taiftob, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan pemerintah desa, Karang Taruna, pengajar, tokoh masyarakat, dan remaja dalam setiap langkah kegiatan. Subjek penelitian berjumlah 120 remaja usia 12–24 tahun yang dipilih menggunakan teknik sampling purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, Diskusi Kelompok Terfokus (FGD), dokumentasi, serta pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program memberikan dampak baik terhadap peningkatan keterampilan digital dan penguatan karakter remaja. Pemahaman tentang internet yang sehat meningkat dari 45% menjadi 82%, kemampuan desain grafis dasar dari 30% menjadi 76%, kemampuan membuat konten digital dari 25% menjadi 71%, dan penggunaan gawai untuk belajar dari 28% menjadi 67%. Selain itu, semangat belajar meningkat dari 48% menjadi 79%, rasa percaya diri dari 42% menjadi 75%, kerja sama kelompok dari 50% menjadi 84%, dan keaktifan dalam kegiatan desa dari 37% menjadi 73%. Program ini juga berhasil membentuk komunitas “Remaja Cerdas Taiftob” sebagai tempat pembinaan berkelanjutan bagi remaja desa. Dengan demikian, pendekatan PAR dinilai berhasil dalam mendukung pemberdayaan remaja melalui pendidikan digital dan penguatan karakter berbasis masyarakat desa.
References
Bae, M. (2018). Understanding the effect of the discrepancy between sought and obtained gratification on social networking site users’ satisfaction and continuance intention. Computers in Human Behavior, 79, 137–153. https://doi.org/10.1016/j.chb.2017.10.026
Carson, A. D., Madison, T., & Santrock, J. W. (1987). Relationships between Possible Selves and Self-Reported Problems of Divorced and Intact Family Adolescents. The Journal of Early Adolescence, 7(2), 191–204. https://doi.org/10.1177/0272431687072006
Salahuddin, M., & Gow, J. (2016). The effects of Internet usage, financial development and trade openness on economic growth in South Africa: A time series analysis. Telematics and Informatics, 33(4), 1141–1154. https://doi.org/10.1016/j.tele.2015.11.006
Tashakkori, A., & Teddlie, C. (2010). SAGE Handbook of Mixed Methods in Social & Behavioral Research. SAGE Publications, Inc. https://doi.org/10.4135/9781506335193
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Hikmawan, R., & Saripudin, A. (2022). Inovasi desa cerdas (smart village) berbasis literasi digital untuk pemberdayaan pemuda rural. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 12–21.
Kurniawati, E., & Rahmawati, A. (2023). Penguatan karakter dan resiliensi psikologis remaja dari keluarga broken home di daerah 3T. Jurnal Riset Psikologi dan Konseling, 5(2), 88–97.
Pratama, W. A., & Nisa, K. (2024). Analisis tingkat literasi digital remaja generasi Z di daerah pedesaan menggunakan kerangka Gilster. Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, 16(1), 34–43.
Sanusi, A., & Hermawan, D. (2021). Penerapan metode participatory action research (PAR) dalam pemberdayaan karang taruna berbasis literasi digital. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 9(2), 145–156.
Setyowati, Y. (2019). Pengaruh komunikasi keluarga terhadap motivasi belajar dan kepercayaan diri remaja rentan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(2), 210–219.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Reky Lidiana Banu, Kristianus Rojeru, Sanri Kake

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












