Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Balita Melalui PEKA-Web di Wilayah Kerja Puskesmas Gianyar I
Pengabdian
DOI:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7462Keywords:
Posyandu, PEKA-Web, Kader Posyandu, Tumbuh Kembang Balita, Digitalisasi Layanan KesehatanAbstract
Posyandu berperan penting dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, namun masih menghadapi kendala berupa pencatatan manual, keterbatasan media edukasi, dan rendahnya pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pencatatan tumbuh kembang balita melalui PEKA-Web (Program Edukasi dan Skrining Tumbuh Kembang Anak Berbasis Web). Metode menggunakan Participatory Action Approach melalui tahap persiapan, pengembangan aplikasi dan video edukasi, pelatihan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 20 kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Gianyar I. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan observasi keterampilan. Hasil menunjukkan rata-rata skor pemahaman kader meningkat dari 6,15 menjadi 8,95 (p = 0,001). Keterampilan penggunaan PEKA-Web juga meningkat, dari kategori cukup–sangat kurang menjadi baik (40%) dan sangat baik (60%). PEKA-Web terbukti meningkatkan kompetensi kader dalam pencatatan tumbuh kembang, pemanfaatan teknologi digital, dan edukasi kesehatan, sehingga berpotensi mendukung peningkatan mutu layanan Posyandu berbasis digital secara berkelanjutan.
References
Adhiestiani, N. M. E., Triana, K. Y., & Pradipta, I. M. (2025). Implementasi Program Deteksi Dini Perkembangan Balita Berbasis Teknologi dalam Upaya Skrining Gangguan Perkembangan Anak di Desa, 4(2), 7415–7420.
Damayanti, M., & Jannah, R. (2022). Pemanfaatan aplikasi ePoK (e-Posyandu Kesehatan) dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita. 1(9), 1755–1760.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Integrasi Layanan Kesehatan Primer. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Putri, S. A., et al. (2025). Pelatihan digitalisasi layanan Posyandu dengan SehatLink untuk pemantauan kesehatan keluarga Kelurahan Ragunan. 7(2), 256–262.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). SSGI 2024: Prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%. Retrieved from https://kemkes.go.id/id/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Speech delay pada anak jaman now. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Retrieved from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3925/speech-delay-pada-anak-jaman-now
Putri, S. A., et al. (2025). Pelatihan digitalisasi layanan Posyandu dengan SehatLink untuk pemantauan kesehatan keluarga Kelurahan Ragunan, 7(2), 256–262.
Septiono, W., Pangihutan, F., Lazuardi, L., & Handayani, S. (2025). Lessons of practices of community-based maternal and child health surveillance system during and post COVID-19 in Indonesia. Global Health Action, 18(1), 1–10. https://doi.org/10.1080/16549716.2025.2547438
Vidayanti, V., Mulyani, S. H., & Erwanto, R. (2022). Upaya peningkatan pemantauan tumbuh kembang balita selama masa pandemi melalui pengembangan aplikasi SiKIA di Desa Triharjo, Pandak, Bantul. Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1), 748–755. https://doi.org/10.33086/snpm.v1i1.872
World Health Organization. (2018). Nurturing care for early childhood development: A framework for helping children survive and thrive to transform health and human potential. Geneva: World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Komang Yogi Triana, Ni Made Egar Adhiestiani, Gusti Ayu Krisma Yuntari, I Wayan Adi Artha Wiguna, Kadek Widiantari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












