Ketimpangan Pembangunan antara Kawasan Banten Utara dan Banten Selatan: Analisis Komparatif Indikator Ekonomi, Sosial, dan Infrastruktur

Penelitian

Authors

  • Hadi Wiguno Universitas Serang Raya
  • Teguh Eko Saputro Universitas Serang Raya
  • Muhammad Oka Mahendra Universitas Serang Raya

DOI:

https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7482

Keywords:

Ketimpangan Wilayah, Banten Utara, Banten Selatan, Indikator Multidimensi, Pembangunan Inklusif, Disparitas Spasial

Abstract

Provinsi Banten menyimpan paradoks pembangunan: pertumbuhan ekonomi makro yang terus melaju sementara kesenjangan antarwilayah justru semakin melebar. Penelitian ini menganalisis secara komparatif ketimpangan pembangunan antara kawasan Banten Utara meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Cilegon, dan Kabupaten Serang dengan kawasan Banten Selatan yang terdiri dari Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, menggunakan tiga dimensi indikator secara terintegrasi: ekonomi, sosial, dan infrastruktur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif berbasis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dokumen Rancangan Awal RPJMD Provinsi Banten 2025–2029, serta merujuk pada kajian ilmiah yang telah melakukan analisis kuantitatif atas data yang sama. Hasil analisis menunjukkan bahwa Banten Utara mendominasi sekitar 91 persen kontribusi PDRB provinsi, memiliki Indeks Pembangunan Manusia yang lebih tinggi, didukung infrastruktur yang lebih memadai, dan menjadi pusat konsentrasi industri modern. Sebaliknya, Banten Selatan tertinggal di seluruh dimensi: bergantung pada sektor primer bernilai tambah rendah, mencatat angka kemiskinan lebih tinggi, dan memiliki akses infrastruktur dasar yang terbatas. Indeks Williamson yang dihitung oleh Suparta et al. (2026) dari data BPS secara konsisten berada pada kisaran 0,764–0,772 sepanjang 2020–2024, mengonfirmasi bahwa ketimpangan ini tergolong sangat tinggi dan cenderung divergen.

References

Arum, N. S., & Aminda, R. S. (2023). Analisis sektor unggulan dan potensi pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten tahun 2015–2019. Journal of Development Economic and Digitalization, 2(2), 21–32.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik air minum dan sanitasi 2022.

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik air minum dan sanitasi 2023.

Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. (2025a). Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten triwulan IV-2024. https://banten.bps.go.id

Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. (2025b). Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Provinsi Banten, September 2024.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Banten. (2024). Realisasi investasi Provinsi Banten periode Januari–September 2024.

Hevanda, L., & Mahendra, M. O. (2025). Pemilihan moda transportasi umum Cilegon–Merak menggunakan metode analytic hierarchy process. Jurnal Konstruksi, 23(1), 87–96.

Holiansyah, & Mahendra, M. O. (2025). Analisis kebutuhan gardu tol berdasarkan teori antrian dan proyeksi volume lalu lintas. Jurnal Konstruksi, 23(2), 92–103. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.23-2.2432

Kuncoro, M. (2004). Otonomi dan pembangunan daerah: Reformasi, perencanaan, strategi, dan peluang. Erlangga.

Mahendra, M. O., & Djuneydi, M. (2025). Analisis faktor pengaruh penerapan smart transportation berbasis persepsi publik. Jurnal Konstruksi, 23(1), 27–33.

Mahendra, M. O., & Silalahi, R. M. (2025). Analisis komparatif kinerja lalu lintas PKJI 2023 dan VISSIM di persimpangan Serdang. PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa, 14(2), 240–249.

Myrdal, G. (1957). Economic theory and underdeveloped regions. Duckworth.

Oktaviani, A. N., & Mahendra, M. O. (2025). Evaluation of multimodal transportation integration facilities at Serang station. Journal of Infrastructure Planning and Engineering, 4(2), 72–82.

Pemerintah Provinsi Banten. (2025). Rancangan awal rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Provinsi Banten tahun 2025–2029. Bappeda Provinsi Banten.

Pratidina, G., & Mahendra, M. O. (2026). Modeling commuter mode shift to electric railway services: An integrated performance analysis and stated preference approach for the Rangkasbitung–Merak line. Journal of Infrastructure Planning and Engineering, 5(1), 23–32.

Putrinur, S. I., & Mahendra, M. O. (2025). Analisis pengaruh kinerja lalu lintas terhadap biaya operasional kendaraan menggunakan metode MKJI 1997. Jurnal Konstruksi, 23(1), 67–75. https://doi.org/10.33364/konstruksi/v.23-1.2281

Rustiadi, E., Saefulhakim, S., & Panuju, D. R. (2012). Perencanaan dan pengembangan wilayah (Cet. 3). Crestpent Press & Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Sjafrizal. (2018). Analisis ekonomi regional dan penerapannya di Indonesia. PT RajaGrafindo Persada.

Suparta, I. W., Hasanah, N. R., Lestari, I. D., Pratiwi, D., Ramadhani, S., Laurensia, J., & Putri, A. Z. D. (2026). Analisis struktur ekonomi, daya saing sektoral, dan ketimpangan wilayah di Provinsi Banten tahun 2020–2024. Jurnal Edu Research, 7(2), 2889–2903.

Sutanti, Munawaroh, A., & Hakim, L. (2022). Analisis sektor unggulan Provinsi Banten dengan metode location quotient dan shift share. Media Ekonomi, 30(1), 89–108. https://doi.org/10.25105/me.v30i1.10285

Syaifudin, R., Mangara, T. H., Desmawan, D., Julliansyah, M. R., Putri, C. S. A., & Mahintan, L. Z. (2024). Karakteristik ketimpangan Provinsi Banten: Pendekatan struktur ekonomi, Indeks Entropi Theil, dan multidimensional scaling. Journal of Business and Economics Research (JBE), 5(3), 311–321. https://doi.org/10.47065/jbe.v5i3.5902

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Pearson Education.

Waluya, M. R., Hidayat, J. T., & Waskitaningsih, N. (2024). Arahan pengembangan untuk mengurangi ketimpangan wilayah antarkabupaten/kota di Provinsi Banten. Jendela Kota: Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dan Kota, 1(1), 1–13.

Williamson, J. G. (1965). Regional inequality and the process of national development: A description of the patterns. Economic Development and Cultural Change, 13(4), 3–45. https://doi.org/10.1086/450136

Zakiudin, M. A., Mahendra, M. O., & Wiguno, H. (2026). Evaluasi kinerja lalu lintas pada simpang tak bersinyal menggunakan metode PKJI 2023 (studi kasus simpang Jl. Mayor Muslich–Jl. Empat Lima Kota Serang, Banten). PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa, 15(1), 65–72

Downloads

Published

21-07-2026

How to Cite

Hadi Wiguno, Teguh Eko Saputro, & Muhammad Oka Mahendra. (2026). Ketimpangan Pembangunan antara Kawasan Banten Utara dan Banten Selatan: Analisis Komparatif Indikator Ekonomi, Sosial, dan Infrastruktur: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 5(1), 1607–1615. https://doi.org/10.31004/jerkin.v5i1.7482